Ilustrasi pedagang minyak goreng curah dan kemasan di pasar tradisional - - Foto: MI/ Andri Widiyanto
Ilustrasi pedagang minyak goreng curah dan kemasan di pasar tradisional - - Foto: MI/ Andri Widiyanto

Larangan Ekspor CPO Dicabut, Pasokan Minyak Goreng Dipastikan Melimpah

Eko Nordiansyah • 20 Mei 2022 11:21
Jakarta: Pemerintah resmi mencabut larangan ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya mulai Senin, 23 Mei 2022. Keputusan ini diambil pemerintah lantaran pasokan minyak goreng dalam negeri sudah terpenuhi.
 
Larangan ekspor sebelumnya diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 22 Tahun 2022 tentang larangan sementara ekspor CPO dan Turunannya yang diikuti Keputusan Menteri Keuangan Nomor 15/KM.04/2022 tentang daftar barang yang dilarang untuk diekspor berdasarkan Permendag Nomor 22 Tahun 2022.
 
"Sejak dilaksanakannya pelarangan sementara ekspor per 28 April 2022, pemerintah telah melakukan langkah dan koordinasi, serta evaluasi untuk melakukan pemantauan di lapangan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng dengan harga terjangkau di masyarakat," kata Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam video conference, Jumat, 20 Mei 2022.
 
Ia menyebut kebutuhan minyak goreng curah di dalam negeri sebesar 194.634 ton per bulan. Sedangkan pasokan minyak goreng curah sebelum dilakukan kebijakan pelarangan ekspor di Maret hanya mencapai 64.626,52 ton atau 33,2 persen dari kebutuhan per bulan.
 
"Namun setelah dilakukan kebijakan larangan ekspor, pasokan minyak goreng curah pada April meningkat menjadi 211.638,65 ton per bulan atau 108,74 persen dari kebutuhan. Ini melebihi kebutuhan bulanan nasional," ungkapnya.
 
Baca juga: Harga Belum Stabil, Pedagang Kecewa Keran Ekspor CPO Dibuka
 
Tak hanya dari sisi pasokan, Airlangga mengeklaim harga minyak goreng juga berhasil diturunkan. Saat ini, harga minyak goreng curah di dalam negeri sudah Rp14 ribu per liter dan merata di seluruh Indonesia.
 
"Dari sisi stabilisasi harga berdasarkan pantauan harga minyak goreng curah sebelum pelarangan, harga minyak goreng curah mencapai Rp19.800 per liter, namun sesudah pelarangan ekspor ini turun menjadi di kisaran Rp17.200 sampai Rp17.600 per liter," pungkas dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif