Menteri Keuangan Kanada Chrystia Freeland. Foto : AFP.
Menteri Keuangan Kanada Chrystia Freeland. Foto : AFP.

Berita Terpopuler: Protes Inggris dan Kanada sampai Inflasi Negara Berkembang

Ekonomi IMF Inflasi Negara Berkembang Berita Terpopuler Ekonomi G20 Perang Rusia-Ukraina
Arif Wicaksono • 23 April 2022 09:25
Jakarta: Protes Inggris dan Kanada terkait kedatangan delegasi Rusia dalam pertemuan G20 menjadi berita terpopuler kanal ekonomi Medcom.id Jumat, 22 April 2022.
 
Berikut rangkuman berita terpopuler kanal ekonomi Medcom.id kemarin :

1. Protes Invasi Rusia, Inggris dan Kanada Kompak Keluar dari Pertemuan IMF

Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak dan timpalannya dari Kanada Chrystia Freeland keluar dari pertemuan Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington. Langkah itu untuk memprotes invasi Rusia ke Ukraina ketika delegasi Rusia berbicara.
 
Baca berita selengkapnya di sini.

2. Ini Strategi PLN Kembangkan Pembangkit Hidro


PT PLN (Persero) menyatakan memiliki sejumlah strategi untuk mengembangkan pembangkit hidro dengan total kapasitas 10,4 gigawatt hingga 2030. Tercapainya target tersebut, akan menopang kesuksesan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021 - 2030.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca berita selengkapnya di sini.

3. Gubernur BI Minta IMF Dorong Kerja Sama Internasional Demi Hadapi Ketidakpastian


Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meminta Dana Moneter Internasional atau IMF dapat mengambil peran aktif dalam mendorong kerja sama internasional untuk mengatasi tantangan sekaligus mencegah terjadinya fragmentasi ekonomi global.
 
Baca berita selengkapnya di sini.

4. Perang Rusia-Ukraina Perkuat Kompleksitas G20 Jaga Pemulihan Dunia


Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo berpendapat perang Rusia melawan Ukraina memperkuat kompleksitas negara-negara G20 dalam memelihara pemulihan ekonomi global.
 
Baca berita selengkapnya di sini.

5. IMF Prediksi Inflasi Negara Berkembang Capai 8,7% di 2022


Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan inflasi negara berkembang bisa naik mencapai 8,7 persen pada tahun ini, begitu pula dengan negara maju yang akan mencapai 5,7 persen. Penyebab kenaikan inflasi tersebut adalah invasi Rusia ke Ukraina dan sanksi berikutnya atas konflik kedua negara yang menyebabkan gangguan tajam dalam pasar komoditas global.
 
Baca berita selengkapnya di sini.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif