Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Istimewa.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Istimewa.

Menko Airlangga Disebut Berperan Penting Dalam Ekosistem Kendaraan Listrik

Juven Martua Sitompul • 10 Agustus 2022 21:18
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dinilai berperan strategis dalam mendukung ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Pertemuan Airlangga dengan sejumlah produsen otomotif bahkan diharap membawa angin segar bagi perkembangan ekosistem mobil listrik di Tanah Air.
 
"Langkah yang dilakukan Pak Airlangga adalah langkah yang bagus. Saya mengapresiasi apa yang dilakukan dengan adanya pertemuan ini. Mudah- mudahan bisa memberikan kontribusi positif dalam pelaksanaan KTT G20 nanti dan pastinya dalam perkembangan ekosistem mobil listrik di Indonesia," kata Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan, di Jakarta, Rabu, 10 Agustus 2022.
 
Airlangga memang banyak bertemu dengan pejabat produsen otomotif dalam beberapa waktu terakhir baik dalam kunjungannya ke Jepang maupun di Jakarta. Selain mendorong industri kendaraan listrik dengan ikut peluncuran mobil listrik asal pabrikan Wuling, Ketua Umum Partai Golkar ini menginisiasi penggunaan mobil listrik untuk delegasi G20, yakni Lexus UX 300e yang didatangkan dari Jepang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mamit menilai Indonesia cukup siap mengadaptasi gaya hidup kendaraan listrik. Namun, kendala ada pada infrastruktur dan juga harga kendaraannya.
 
"Memang salah satu kendala kendaraan listrik terkait infrastruktur, bagaimana PLN terutama bisa meningkatkan SP KLU, sehingga masyarakat bisa lebih mudah untuk melakukan pengisian," kata Mamit.
 

Baca: Perekonomian Indonesia Tumbuh Impresif Karena Kebijakan Tepat Selama Pandemi


Tren otomotif global, kata Mamit, kini bergerak ke arah kendaraan ramah lingkungan. Ini juga sesuai dengan target Indonesia mencapai net zero emission (NZE) atau netral karbon pada 2060.
 
"Kita tahu tren global ke depan sudah menuju kepada EV, baik itu mobil listrik maupun lainnya. Ini salah satu upaya kita mengurangi emisi gas rumah kaca sesuai dengan komitmen penurunan emisi karbon 29 persen pada 2030 dan bahkan kita punya target zero emission di 2060," ucap Mamit.
 
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeklaim saat ini sudah ada 101 unit stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di 73 lokasi yang tersebar di berbagai daerah. Namun, Indonesia sebagai produsen nikel terbesar di dunia pasti akan mendapat untung besar dari bisnis kendaraan listrik ini.
 
"Potensi nikel yang kita miliki sebisa mungkin kita bisa jadi pemain utama di EV. Jangan hanya jadi penonton, tetapi gimana jadi ekosistem yang memberikan multiple efek bagi perekonomian," kata Mamit.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif