Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan. Foto: Dokumen Kementerian Perdagangan
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan. Foto: Dokumen Kementerian Perdagangan

Neraca Perdagangan Surplus Lagi, Mendag Optimistis Ekonomi Semakin Bergeliat

Antara • 17 Agustus 2022 19:25
Jakarta: Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan optimistis geliat ekonomi nasional makin positif, karena surplus neraca perdagangan Indonesia kembali terjadi pada Juli 2022 yaitu sebesar USD4,23 miliar.
 
"Surplus perdagangan Juli 2022 sebesar USD4,23 miliar ini disumbang oleh surplus perdagangan nonmigas sebesar USD7,31 miliar, sedangkan neraca perdagangan migas defisit USD3,08 miliar. Surplus perdagangan di Juli 2022 melanjutkan tren surplus yang dialami sejak Mei 2020 atau tepatnya selama 26 bulan terakhir," kata Zulkifli dilansir Antara, Rabu, 17 Agustus 2022.
 
Baca juga: Bahlil Tekankan Peran Penting Hilirisasi Industri dalam Pemulihan Ekonomi

Pria yang kerap disapa Zulhas ini juga menyampaikan, surplus neraca perdagangan secara kumulatif selama periode Januari-Juli 2022 mencapai USD29,17 miliar. Surplus ini ditopang oleh surplus sektor nonmigas USD43,93 miliar, sementara defisit sektor migas sebesar USD14,76 miliar.
 
Negara-negara mitra dagang yang menjadi penyumbang surplus terbesar di sektor nonmigas di Juli 2022 yaitu India dengan surplus perdagangan bagi Indonesia sebesar USD1,44 miliar.
 
Selanjutnya diikuti Amerika Serikat, Filipina, Jepang, dan Taiwan yang berkontribusi terhadap surplus neraca perdagangan secara keseluruhan sebesar USD3,84 miliar.
 
Sementara itu, negara-negara yang menjadi penyumbang defisit perdagangan terbesar yaitu Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Singapura, dan Australia dengan total keseluruhan mencapai USD2,14 miliar.
 
Menanggapi perkembangan kondisi global saat ini, Zulhas menekankan adanya hal yang perlu diwaspadai Indonesia.
 
"Walaupun performa neraca perdagangan kembali positif, kita perlu mewaspadai ketegangan yang terjadi antara RRT dan Taiwan mengingat kedua negara tersebut merupakan mitra dagang utama Indonesia untuk keperluan industri," jelasnya.
 
(ANN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif