Ilustrasi. Foto: dok MI.
Ilustrasi. Foto: dok MI.

Kerja Sama Stakeholder Jadi Kunci Kelancaran Pelayanan Arus Nataru di Merak-Bakauheni

Husen Miftahudin • 25 September 2022 14:48
Jakarta: Pemerintah bersama seluruh pihak pengelola lalu lintas darat dan laut diimbau untuk mengantisipasi kepadatan di Pelabuhan Merak, Banten saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Hal ini pun membutuhkan penerapan berbagai skema lalu lintas untuk mengantisipasi potensi kepadatan yang dapat terjadi.
 
Akademisi Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Institut Teknologi Sumatra Ilham Malik mengatakan, untuk mengurai kepadatan di Pelabuhan Merak saat libur Nataru dan agar peristiwa saat musim mudik Lebaran 2022 tidak terulang, maka pemerintah harus memperkirakan arus kendaraan yang akan menyeberang lewat pelabuhan tersebut untuk menentukan pola pengaturan yang tepat.
 
"Tentu saja survei ini harus dilakukan dengan baik untuk mengetahui berapa demand atau kebutuhan yang harus dilayani oleh pihak pelabuhan, untuk area penampungan baik di luar dan di dalam pelabuhan, jumlah kapal penyeberangan yang beroperasi, dan termasuk juga penyambutan di Pelabuhan Bakauheni. Jadi saya kira apa yang harus diperbaiki itu adalah kemampuan kita dalam memperkirakan supply dan demandnya," kata Ilham dalam keterangan resminya, Minggu, 25 September 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ilham melanjutkan, penerapan pola tersebut perlu didukung oleh perbaikan sistem tiket menggunakan Ferizy, sehingga pengemudi kendaraan bisa mengetahui giliran waktu masuk ke dalam pelabuhannya sehingga dapat menghindari penumpukan kendaraan di pelabuhan. Pemerintah pun perlu melakukan sosialisasi penerapan sistem tiket tersebut untuk mendukung kelancaran operasional dan pelayanan di pelabuhan penyeberangan.
 
"Pendekatan untuk pola sosialisasi pembelian tiket online melalui Ferizy harus dilakukan secara masif oleh pemerintah, agar masyarakat dapat melakukan pemesanan tiket dari jauh hari sebelum jadwal perjalanannya dan masuk ke pelabuhan dengan jadwal waktu yang sudah dipilih sehingga tidak perlu mengantre di Pelabuhan Merak seperti yang terjadi beberapa waktu lalu," imbuhnya.
 
Baca juga: Setelah Kasus Brigadir J, Ini 3 Prioritas Tugas Polri hingga Akhir Tahun

 
Menurut Ilham kelancaran arus penyeberangan tidak hanya dibebankan pada ASDP, sebab perusahaan tersebut hanya berperan sebagai penyedia jasa pelabuhan dan kapal penyeberangan. Perlu peran pemerintah dan lembaga lain yang berperan untuk mengatur traffic pemeriksaan tiket online di luar pelabuhan (bufferzone), mengatur volume kendaraan yang akan masuk ke pelabuhan, dan mengatur arus lalu lintas di jalan tol sebelum memasuki pelabuhan.
 
"Pengaturan volume kendaraan yang masuk ke dalam pelabuhan itu berada di tangan Kementerian Perhubungan dan Kepolisian, dalam hal ini ada juga ada PUPR, ada BUJT, dan ada BPJT. Kemudian juga ada Kepolisian yang bisa mengendalikan aliran arus kendaraan yang akan masuk ke masing-masing pelabuhan, kemudian ada juga yang kementerian PUPR untuk memastikan setiap ruas jalan yang ada di kedua pelabuhan tersebut dalam kondisi baik," tuturnya.
 
Ilham mengungkapkan, untuk menjaga kelancaran penyeberangan saat libur Nataru pemerintah bisa meniru pola yang diterapkan pada arus balik dari Pelabuhan Bakauheni ke Merak saat libur Lebaran 2022, yaitu dengan menerapkan delaying system pada rest area yang telah disediakan.
 
"Saya kira apa yang dilakukan oleh pihak Polda bersama ASDP serta Hutama Karya dan kawan-kawan di Pulau Sumatra pada saat arus balik Lebaran beberapa bulan yang lalu menciptakan perjalanan yang lancar dimana hal ini terjadi karena dampak dari mereka menerapkan delaying system di masing-masing rest area. Saya kira skema ini bisa diterapkan oleh pemerintah untuk di Merak dan bahkan menjadi sangat mendesak untuk penerapan semacam itu karena ada traffic yang cukup tinggi di sana," tutupnya.
 
(HUS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif