Tangkapan layar Metro TV
Tangkapan layar Metro TV

Pernyataan Mulan Jameela Viral, Pemerintah Tunda Rencana Konversi Kompor Listrik

MetroTV • 26 September 2022 15:24
Jakarta: Meski telah menginisiasikan uji coba di sejumlah wilayah, pemerintah resmi menunda rencana program konversi dari gas tiga kilogram ke kompor listrik pada 2022. Kendati demikian, pemerintah tetap akan menjadikan uji coba tersebut sebagai bahan evaluasi pelaksanaan program tersebut.
 
Penundaan ini terjadi dua hari setelah ucapan Anggota Komisi VII DPR Raden Wulansari, atau beken dipanggil Mulan Jameela, viral dan mendapat dukungan netizen. Mulan angkat bicara soal program uji coba ini saat rapat kerja Komisi VII dengan jajaran Kementerian Perindustrian, Rabu, 21 September 2022.
 
"Wajan, panci (untuk kompor listrik) mahal-mahal, Pak," kata Mulan menanggapi rencana konversi itu. Istri Ahmad Dhani itu pun menyatakan masih tetap mempertahankan kompor gas meskipun memiliki kompor listrik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kenapa (tak bisa lepas dari kompor gas)? Karena masakan Indonesia ya beda, bukan kaya masakan orang bule yang seukuran segitu. Apalagi kalau hajatan, apa cukup (masak pakai kompor listrik)?” kata dia.
 
Seolah mendengar ucapan Mulan, pada Jumat, 23 September 2022, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pemerintah belum memberikan keputusan terkait pelaksanaan program konversi kompor listrik. 
 
Ia menyatakan, meski telah melakukan uji coba sebanyak 2.000 unit kompor listrik di kota Solo, Jawa Tengah, dan Denpasar, Bali, namun pemerintah belum menganggarkan alokasi dana untuk program ini.
 
"Dapat saya sampaikan bahwa pemerintah belum memutuskan terkait program konversi kompor elpiji 3 kilogram menjadi kompor listrik industri. Namun, dapat dipastikan bahwa program ini tidak akan diberlakukan pada 2022," kata Airlangga dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia, di Metro TV, Senin, 26 September 2022.
 
Dia melanjutkan, "Sampai saat ini, pembahasan anggaran dengan DPR terkait program tersebut belum dibicarakan dan tentunya belum disetujui.” 
 
Baca: Kompor Listrik: Siapa Untung, Siapa Buntung?
 
Kendati demikian, Airlangga mengatakan bahwa pemerintah akan terus memantau dan mengevaluasi secara berkala. Termasuk, meminta pendapat masyarakat terkait uji coba program kompor listrik ini.
 
"Pemerintah akan menghitung dengan cermat segala biaya dan risikonya. Memperhatikan kepentingan masyarakat serta menyosialisasikan kepada masyarakat sebelum program ini diberlakukan,” Ketua Umum Partai Golkar itu. (Gracia Anggellica)
 
(UWA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif