Pariwisata Bali. Foto: Mi/Ramdani.
Pariwisata Bali. Foto: Mi/Ramdani.

Pemprov Bali Terus Genjot Kunjungan Wisman

Antara • 22 Agustus 2022 08:42
Denpasar: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali terus berupaya menggenjot jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Pulau Dewata meskipun jumlah rata-rata saat ini mencapai 9.000 orang per hari.
 
Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Provinsi Bali Tjok Bagus Pemayun menyampaikan pihaknya pun mengusulkan adanya penambahan negara yang mendapat fasilitas visa on arrival (VoA) dan membebaskan beberapa negara dari biaya (fee) visa kunjungan wisata tersebut.
 
baca juga: Tak hanya Pariwisata, Desa Adat Penglipuran Bali Bisa Gali Potensi Ekonomi Lain

“Sampai sekarang ada ditambah 72 negara (yang mendapat fasilitas visa on arrival), dan kami mengusulkan untuk memberi fee bebas kunjungan untuk sembilan negara di Asia. Mudah-mudahan ini membantu percepatan wisatawan datang ke Bali,” kata Kadispar Bali saat membacakan sambutan Gubernur Bali I Wayan Koster dikutip dari Antara, Senin, 22 Agustus 2022.
 
Di luar ruang seminar, dia menyampaikan jumlah 9.000 kunjungan wisman per hari sebenarnya telah memenuhi target yang dicanangkan sampai akhir 2022, tetapi angka itu masih belum mencapai jumlah kunjungan saat masa sebelum pandemi covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali sekarang ini rata-rata mencapai 9.000 per hari dengan jumlah 23 maskapai penerbangan. Jadi, belum (cukup), baru (mencapai hampir) setengahnya karena sebelum pandemi rata-rata 20 ribu sampai dengan 25 ribu per hari,” kata Tjok Bagus.
 
Di luar kunjungan wisatawan asing, kunjungan wisatawan domestik di Bali rata-rata mencapai 15 ribu per hari. Kadispar Bali menyebut puncak kunjungan terjadi saat libur Lebaran, mengingat saat itu jumlah wisatawan domestik mencapai 18 ribu sampai dengan 20 ribu orang.
 
Dalam sesi seminar, Anggota Tim Monev Percepatan Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Aat Surya Safaat mengusulkan beberapa langkah strategis untuk membangkitkan pariwisata di Bali.
 
“Genjot pariwisata di Bali dengan program-program promosi yang menarik, yang tidak hanya melibatkan pelaku industri, tetapi juga masyarakat Bali secara luas,” kata Aat saat sesi seminar.
 
Ia juga mengusulkan agar produk pariwisata yang ditampilkan berorientasi pada pariwisata berkelanjutan.
 
“Kemajuan pembangunan pariwisata tidak boleh merusak keindahan alam dan keaslian budaya di Bali,” kata dia.
 
Sementara itu, untuk pemerintah, Aat meminta instansi terkait agar memastikan akses ke destinasi wisata terjangkau untuk masyarakat.
 
“Pastikan tiket pesawat tidak mahal ke Bali, dorong pandemi segera menjadi endemi, dan beri pelaku wisata insentif,” kata Aat.
 
(SAW)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif