CEO Persija Ferry Paulus (kanan)-Medcom.id/Muhammad Al Hasan
CEO Persija Ferry Paulus (kanan)-Medcom.id/Muhammad Al Hasan

Jelang Leg 2 Final Piala Indonesia 2019

Persija Beberkan Pelanggaran Panpel Final Piala Indonesia

Bola sepak bola persija psm makassar Piala Indonesia
Muhammad Al Hasan • 30 Juli 2019 21:19
Jakarta: Laga leg kedua final Piala Indonesia 2019 yang mempertemukan Persija Jakarta kontra PSM Makassar di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Sulawesi Selatan, mesti ditunda akibat kondisi keamanan yang tidak kondusif.
 
Hal itu disampaikanCEO Persija Ferry Paulus yang mengatakan, ketidakcakapan panitia pelaksana (Panpel) dalam merencanakan dan mengantisipasi keadaan menjadi biang keladinya laga mesti ditunda.
 
"Persija menganggap satu poin yang sangat penting dari batalnya pertandingan tersebut. Menurut kami, karena ketidakcakapan Panpel pada saat menjamu kami," kata Ferry saat jumpa pers di Kantor Persija Jakarta, Rasuna Office Park, Jakarta Selatan, Selasa 30 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


  Ferry menuturkan ada beberapa kelemahan yang ditunjukkan Panpel sehingga memengaruhi keamanan dan kenyamanan Persija selama di Makassar. Dua yang paling memengaruhi. Yakni, pertama mereka tidak meminta penambahan pengamanan, padahal tensi laga memanas. Ditambah animo masyarakat Makassar sangat tinggi terhadap pertandingan sepak bola.
 
Baca juga: Arema Hancurkan Persib Bandung
 
"Dari pihak Polda menyampaikan, bahwa pihak Panpel tidak minta dipertebal pengamanannya, khususnya untuk ofisial training," beber Ferry.
 
"Panpel melihat tensi atau animo yang sedemikian besar dari masyarakat Sulsel atas final ini, seharusnya Panpel mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan," imbuhnya.
 
Hal kedua, Panpel diduga melakukan tindakan yang melanggar prosedural. Pelanggaran itu berupa penjualan tiket ilegal ketika Persija melakukan ofisial training sehingga terjadi penumpukkan penonton.
 
"Didapat informasi bahwa di hari yang sama (ofisial training) pihak penyelenggara menambah jumlah tiket yang dijual secara langsung di sekitar stadion. Padahal itu jelas-jelas menyalahi aturan karena seater yang disiapkan persis di belakang bench kedua belah pihak," ungkap dia.
 
Baca juga: Persija Minta Pengamanan Ekstra dengan Rantis di Makassar
 
"Bahwa regulasinya jelas ada. Tim tamu yang berada di bench harus merasa nyaman, itu didapat dari space jarak dengan penonton," tegas dia.
 
Belum lagi kejanggalan lain, yang tim harus rasakan akibat lemahnya antisipasi Panpel, seperti bentuk intimidasi yang dilakukan oknum secara verbal maupun nonverbal kepada Persija. Namun, tekanan yang dirasakan selama ofisial training lah yang membuat Persija berpikir tujuh kali untuk mempertimbangkan keputusan PSSI.
 
"Pressure mereka tunjukan secara visual melalui spanduk. Pressure juga melalui petasan di jam kosong, yang intinya adalah mem-pressure keberadaan kami di hotel," ungkap dia.
 
"Sampe titik itu sebetulnya Persija tidak memusingkan. Pemain kami rileks. Namun, pada waktu ofisial training di sore hari yang menyebabkan ada kekhawatiran di tim, yang pada akhirnya membuat kita membatalkan tidak ingin bertanding," ungkap dia.
 
Baca juga: BOPI Panggil LIB untuk Mengevaluasi Kompetisi Liga 1
 
Meskipun begitu, Persija tetap memenuhi permintaan PSM Makassar untuk kembali menggulirkan laga final di kandangnya. Namun, dengan syarat Panpel harus lebih antisipatif, responsif dan aktif, selain juga ditambah pengetatan pengamanan oleh pihak berwajib.
 
"Jadi apa yang kami sampaikan, agar mau bertanding kembali supaya diperhatikan dengan baik. Tidak ada yang kami inginkan lebih dari standar yang ada," ungkap dia.
 
"Tapi, khususnya pengamanan karena kejadian kemarin ada kekhawatiran harus diantisipasi supaya final Piala Indonesia ini mendapatkan suatu tontonan dan suguhan yang menarik utk Masyarakat Makassar dan Masyarakat se Indonesia," pungkas dia.
 
Video: Langkah Transfer Lukaku Ke Inter Milan

 

(RIZ)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif