Sebelum membela timnas, Beto mengaku ada beberapa kelemahan yang dimiliki skuat Garuda. Salah satu yang dicermati Beto ialah permainan yang terburu-buru.
"Saya kemarin dua kali liat mereka (timnas) main. Mereka punya motivasi tinggi dan kecepatan. Tapi kadang-kadang saya lihat mereka bermain terburu-buru. Harusnya lebih bersabar," kata Beto di Malang, Sabtu 26 Mei 2018.
"Apalagi kalo kita bermain di kandang, para pemain selalu berpikir untuk cetak gol dan cetak gol. Itu yang mungkin buat mereka kadang-kadang frustrasi ya. Jadi kita harus main lebih sabar," ujar pemain Sriwijaya FC ini.
Beto menilai, apabila bermain terburu-buru, justru akan membuat pemain terbebani. Padahal, kata Beto, untuk mencetak gol dibutuhkan ketenangan dalam bermain pada setiap lini.
"Main bola itu kita punya kemampuan, jadi kita harus tenang saja. Gol itu akan terjadi natural. Jadi tidak usah buru-buru. Saya pikir itu. Mereka terburu buru karena pressure. Sabar," kata pemain 37 tahun ini.
Sebagai informasi, Beto yang berstatus pemain naturalisasi ini menarik perhatian Milla di tengah minimnya amunisi striker murni di timnas. Padahal, timnas Indonesia membutuhkan striker haus gol.
"Saya ini ya tipikal memang cetak gol terus. Jadi itu mungkin kepercayaan dari Coach Milla untuk saya karena saya target man untuk cetak gol," tegas Beto.
Kendati demikian, Beto tak ingin menjadi striker yang hanya ingin mencetak gol saja. Sebab, kerja sama tim sangat diperlukan untuk meraih kemenangan.
"Jujur saya selalu berpikir tim. Saya di sana untuk membantu timnas. Kalau saya bisa cetak gol, saya senang. Tapi kalau cuma bisa assist tidak apa-apa yang penting tim menang," tutur Beto.
Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga
Video: Preview Final Liga Champions: Cetak Gol Lebih Dulu, Liverpool Berpeluang Juara
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(ASM)
