Pihak kepolisian Yunani untuk sementara waktu menduga penyebab kematiannya adalah bunuh diri. Saudara laki-laki korban yang pertama kali menemukan jasad Eden di kamar hotelnya menyampaikan bahwa saudara perempuannya tengah mengonsumsi obat-obatan untuk kondisi medis tertentu yang pernah membawanya ke rumah sakit di masa lalu.
Meskipun demikian, prosedur otopsi tetap dilakukan secara otomatis sebagai bagian dari investigasi resmi yang diluncurkan oleh aparat setempat.
Dalam beberapa jam setelah penemuan jenazah, polisi Yunani bergerak cepat dengan memeriksa sejumlah saksi, termasuk staf hotel, serta memerintahkan penyerahan rekaman kamera pengawas. Juru bicara kepolisian, Constantina Dimoglidou, menyatakan bahwa sejauh ini tidak ditemukan indikasi adanya tindak kriminal dalam peristiwa tersebut.
Kabar duka ini memicu berbagai spekulasi, terutama di media Israel, yang sempat mengaitkan kematian Eden dengan kemungkinan keterlibatan pihak asing seperti Iran. Menanggapi isu tersebut, perusahaan produksi internasional Donna and Shula Productions yang didirikan oleh Eden, mengeluarkan pernyataan tegas. Mereka membantah keras rumor mengenai kematian terkait kriminal atau nasionalistik dan menyebut informasi yang beredar sebagai tidak benar dan tidak berdasar.
Dana Eden adalah sosok penting di balik suksesnya serial Tehran yang tayang di Apple TV. Serial tersebut berkisah tentang agen Mossad keturunan Iran yang menyusup untuk menggagalkan program nuklir. Berkat karyanya ini, Eden meraih penghargaan Emmy.
Baca Juga :
Status Poligaminya Diusik, Pesulap Merah Siap Putus Hubungan dengan Keluarga Istri Pertama
Athena telah menjadi lokasi syuting Tehran sejak awal karena kemiripan arsitekturnya dengan Teheran, ibu kota Iran. Jalan-jalan sempit, gang pemukiman, serta alun-alun luas yang dikelilingi pegunungan membuat kota Yunani itu menjadi latar yang sempurna. Popularitas serial ini pun mendorong Apple TV untuk mendanai musim keempatnya pada Desember tahun lalu.
(Maulia Chasanah)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News