Karius vs Navas. (Foto: defensacentral)
Karius vs Navas. (Foto: defensacentral)

Kiper Jadi Titik Lemah Duel Madrid vs Liverpool

Bola liga champions 2017--2018
Gregah Nurikhsani Estuning • 23 Mei 2018 12:04
Kiev: Liverpool dan Real Madrid akan saling jumpa pada final Liga Champions 2017--2018 di Kiev, Ukraina, Minggu 27 Mei 2018 dini hari WIB. Selain adu tajam lini serang, kedua klub dinilai memiliki kelemahan di posisi penjaga gawang.
 
Loris Karius diprediksi kuat bekerja ekstra keras menahan gempuran Cristiano Ronaldo cs sepanjang pertandingan. Sebaliknya, ketajaman Mohamed Salah akan membuat Keylor Navas pontang-panting menjaga gawangnya.
 
Liverpool memang masih sulit menemukan pengganti kiper yang meyakinkan pasca ditinggal Pepe Reina ke Napoli. Simon Mignolet yang diplot menjadi penjaga gawang nomor satu dianggap masih angin-anginan di bawah mistar gawang.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Klik: Terlihat Kelelahan, Indra Sjafri Sebut Egy Luar Biasa
 
Juergen Klopp lalu memboyong bekas anak asuhnya, Loris Karius ke Anfield dengan harapan bisa menjadi solusi rapuhnya gawang The Reds. Sayang, cedera lengan yang didapatnya membuat performanya terganggu, bahkan ia baru menjadi pilihan utama lagi per Januari kemarin.
 
Masalah ini paling cepat baru bisa benahi pada bursa transfer musim panas sebentar lagi. Saat ini, Klopp harus melahap komentar pedas dari para mantan pemain Liverpool bahwa Karius adalah titik terlemah The Reds.
 
"Apakah menurut saya dia harus diganti? Jawabannya mungkin," kata asisten manajer Phil Thompson ketika ditanya masa depan Karius.
 
Klik: Klopp Kesulitan Menemukan Kelemahan Real Madrid
 
"Real Madrid akan menjadikan Karius sebagai titik lemah, saya rasa juga begitu di final nanti," sambung mantan pemain Liverpool lainnya, Mark Lawrenson dikutip dari AFP.
 
Karius memainkan 12 pertandingan Liga Champions musim ini. Catatannya lumayan impresif, yakni enam cleansheets, sama seperti Barcelona.
 
Raihan tersebut menjadi modal pembelaan Klopp terhadap pemain yang dibawanya itu dari Main 2016 silam. Manajer asal Jerman itu bahkan secara tegas menyebut Karius sebagai kiper dengan skill istimewa.
 
Klik: Zidane tak Anggap Salah Istimewa
 
"Kalau dia bukan kiper yang bagus, maka saya adalah idiot sepak bola karena menempatkannya di susunan pemain. Mungkin bagi sebagian orang saya idiot, tapi buat saya Karius adalah kiper luar biasa," timpal Klopp.
 
Sama seperti Liverpool, Madrid pun punya persoalan serupa. Rapuhnya penjaga gawang selepas Iker Casillas didepak dari Santiago Bernabeu belum teratasi.
 
Diego Lopez sempat menjadi idola baru berkat penampilan kalemnya di tengah tekanan yang kuat. Akan tetapi, sinar Keylor Navas yang terang bersama timnas Puerto Rico membuat Madrid kepincut dan tak kuasa menahan hasrat untuk memboyongnya.
 
Pada 2014, karena alasan usia, Lopez dilego ke AC Milan, dan Navas didatangkan. Sukses berhasil ia torehkan bersama Los Galacticos, tapi hal tersebut tak bisa menghentikan rumor kepergiannya tiap tahun.
 
Klik: 2007: AC Milan Genggam Trofi Ketujuh Liga Champions
 
Januari kemarin, manajemen Madrid dan Zidane sempat terlibat friksi. Manajemen yang tinggal meresmikan Kepa Arrizabalaga dari Athletic Bilbao harus kecewa berat karena Zidane sendiri yang mencegah transfer tersebut terlaksana.
 
Zidane percaya kepada Navas? Tidak juga. Sebab menurut Marca Zidane masih menyimpan hasrat untuk menjadikan David De Gea atau Thibaut Courtois sebagai penjaga gawang utama El Real.
 
Menariknya, Navas dipuji pelatih kepala Bayern Muenchen, Jupp Heynckes pasca semifinal Liga Champions. Heynckes menyebut Madrid beruntung memiliki Navas.
 
"Mereka (Madrid) harus berterima kasih kepada Keylor Navas karena performa cemerlangnya di garis gawang, dia sungguh spektakuler," ujar Heynckes.
 
Video: Rostov Arena akan Sajikan Laga Brasil vs Swiss

 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi