\ Liverpool Kembali Buka Suara Soal Kasus Orang Salat di Anfield
Foto:IST
Foto:IST

Liverpool Kembali Buka Suara Soal Kasus Orang Salat di Anfield

Bola liverpool
16 April 2015 15:07
medcom.id, Liverpool: Foto dua orang salat di Stadion Anfield yang diunggah di Twitter sempat memunculkan reaksi keras. Setelah satu bulan terjadi, Liverpool kembali bereaksi atas peristiwa itu.
 
Seorang pengguna Twitter yang belakangan diketahui bernama Stephen Dodd, memasang foto tersebut di Twitternya dan menulis "Muslim salat di masa turun minum pertandingan kemarin. Dia pun menyematkan tagar #Disgrace (memalukan).Kecaman dari mana-mana pun segera tumpah ke akun Twitternya.
 
Liverpool tadi malam waktu setempat mengeluarkan pernyataan baru terkait peristiwa ini. The Reds berjanji akan bersikap atas perbuatan Dodd.
  Sebenarnya, Dodd sudah dilaporkan ke polisi terkait cuitannya itu, namun pihak polisi menyatakan tidak ada pelanggaran sehingga mereka menyerahkan urusan ini kepada klub.
 
Dua orang yang ada di foto itu adalah Asif Bodi dan Abubakar Bhula. Kepada media, Bodi menjelaskan alasannya salat di sela pertandingan saat Liverpool melawan Blackburn Rovers di ajang perempat final FA Cup bulan lalu itu.
 
Menurut Bodi, mereka terpaksa mencari tempat salat karena bila menunggu laga usai, maka waktu salat ashar sudah habis. Ketika itu pertandingan dimulai pukul empat sore.
 
"Kebanyakan orang oke-oke saja, begitu juga penjaga di Anfield, tetapi hanya satu-dua orang yang bereaksi dengan cara yang salah, dan kita mengalami situasi yang tak menyenangkan," ujar Bodi.
 
Bodi mengaku anaknya, yang juga ada dalam gambar, sempat mengatakan bahwa seseorang mengambil gambar mereka, namun Bodi menganggap itu hanya orang yang belum pernah melihat orang salat. "Dia tidak melakukan apapun selain itu kepada kami," katanya.
 
Bodi pun berusaha bijak. Ia tidak ingin menuntut apa-apa, termasuk larangan masuk ke stadion. "Saya jadi suporter Liverpool selama 40 tahun dan saya sering memiliki tiket musiman. Saya kira dia tidak terlalu jauh, dan mungkin hanya fan yang kekanak-kanakan, jadi saya tidak ingin ia diusir dari stadion atau apapun," bebernya.
 
Rekannya, Bhula juga tidak terlalu mau ambil pusing dengan ulah Dodd. Dia bahkan ingin bertemu dan berjanji akan dengan sukarela memberitahu Dodd, tentang mengapa ia harus salat di sela pertandingan. "Edukasi adalah kunci agar hal seperti ini tidak perlu terjadi lagi," katanya.
 
Liverpool dalam pernyataannya menilai diskriminasi tidak bisa ditoleransi di klub, dan mereka akan membuat sikap yang tepat untuk menyikapi pelaku.
 
Kasus serupa sebenarnya pernah terjadi pada 2013. Ketika itu ada segerombolan orang salat di belakang Stadion Upton Park, West Ham. Aktifitas sembahyang itu sempat direkam video sejumlah suporter lain yang menganggap ritual itu aneh. (Daily Mail)
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(FIT)
LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif