medcom.id: Luis Suarez bisa jadi sangat bahagia jika melihat hukuman empat bulan larangan bertanding dirinya kala menggigit Giorgio Chiellini pada Piala Dunia 2014 lalu. Nyatanya, kini Suarez telah kembali merumput bersama klub barunya, Barcelona.
Lain cerita di Swiss, kejadian unik terjadi kala pemain klub amatir Portugal Fotebol Clube, Ricardo Fereirra diganjar kartu merah dan larangan bermain selama 50 tahun.
Awal kisah, Fereirra (28) tidak dimainkan pada lanjutan liga kasta ke-empat Swiss saat timnya Portugal Futebol Clube bertemu SC Worb. Dalam pertandingan tersebut, SC Worb keluar sebagai pemenang dengan mengalahkan Portugal Futebol Club 1-0.
Namun, entah mengapa Fereirra begitu geram. Usai pertandingan tersebut dirinya menghampiri wasit dan menendang bola dengan sangat keras ke wajah wasit. Tak berhenti disitu, dirinya pun menyemprotkan air ke tubuh wasit.
Tanpa pikir panjang sang wasit langsung mencabut kartu merah dan disusul larangan bertanding untuk Fereirra selama 50 tahun. Mengapa hukuman Fereirra begitu berat?
Roberto Breiter, Pengacara Asosiasi Sepakbola Swiss memberikan keterangan kepada suratkabar Blick, "kami tidak ingin pemain seperti dia ada dalam kompetisi kami. Sayangnya, kecelakaan seperti ini selalu terulang dalam setahun."
Bukan kali pertama Fereirra berulah, pada 2009 silam dirinya mencabut peluit dari mulut seorang wasit. Atas ulahnya itu, Fereirra diganjar larangan bertanding selama 12 bulan.
Sayang, surat pemberitahuan atas hukuman panjang tersebut tak pernah sampai ke tangan Fereirra. Hingga waktu untuk mengajukan banding dirinya pun telah berakhir.
Setelah mengetahui hukumannya, Fereirra pun sangat sedih. "Saya kira hukumannya hanya satu atau dua tahun. Tapi 50 tahun? Sepakbola adalah hidup saya," tutur Fereirra. Itu artinya, Fereirra akan bebas menjalani hukuman dan kembali bermain saat usianya menginjak 78 tahun pada Juni 2064. (brick/433nl)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(REN)
