Pembaca Medcom.id melaporkan informasi itu pada Jumat, 11 Desember 2020. Pada pesan yang beredar, informasi itu dikeluarkan oleh Satgas covid-19 Universitas Gadja Mada (UGM). Berikut penggalan isi pesan yang beredar:
"Bpk/Ibu, iki himbauan dari teman Satgas Covid-19.. UGM: Kalau ada saudara yg mau ke Jogja diingatkan utk ditunda dulu.
Untuk rekan2, bila tidak sangat penting dan mndesak, sementara ditunda dulu untuk ke jogja nggih. Saya sebagai tim satgas cov ugm saat ini sangat kuwalahan mengatur tempat untuk isolasi mandiri sivitas UGM. Kami sdh buka asrama mhs (3 lantai ) untuk isolasi yg positif tanpa gejala. Saat ini sdh penuh, ini kami hrs siapkan apartemen UGM untuk cadangan. Jogja merah merata, kecuali sebagian Gunung Kidul dan Kulon Progo."
Benarkah klaim bahwa Yogyakarta ditutup karena kasus covid-19 yang semakin parah? Berikut cek faktanya:
![[Cek Fakta] Pesan Berantai Sebut Yogyakarta Ditutup karena Kasus Covid-19 Semakin Parah Hoaks, Ini Faktanya](https://cdn.medcom.id/images/library/images/Screen%20Shot%202020-12-11%20at%2019_31_13.png)
Penelusuran:
Dari hasil penelusuran, klaim bahwa Yogyakarta ditutup karena kasus covid-19 yang semakin parah adalah salah. Faktanya, informasi itu dibantah pihak UGM.
Dilansir situs resmi Pemprov Yogyakarta melalui artikel berjudul "Klarifikasi Berita Hoaks yang Beredar" dimuat pada Jumat, 11 Desember 2020, Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM, Dr. Iva Ariani menegaskan, berita yang beredar melalui pesan berantai WhatsApp terkait Yogyakarta ditutup dan terkait asrama UGM di Baciro yang saat ini digunakan untuk shelter karantina pasien covid-19 telah penuh, sama sekali tidak benar.
"Itu kan sebenarnya berita sudah keluar minggu lalu, dan sudah kami klarifikasi kalau itu bukan pernyataan dari satgas UGM. Berkaitan dengan asrama UGM yang penuh, lalu UGM buka asrama lagi dan lain sebagainya itu, tidak benar,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
![[Cek Fakta] Pesan Berantai Sebut Yogyakarta Ditutup karena Kasus Covid-19 Semakin Parah Hoaks, Ini Faktanya](https://cdn.medcom.id/images/library/images/Screen%20Shot%202020-12-11%20at%2019_19_18.png)
Klarifikasi terkait informasi itu juga dimuat akun resmi Facebook Pemprov Yogyakarta.
"Mohon agar masyarakat tetap terus menerapkan protokol kesehatan 4 M dengan ketat. Menggunakan masker dimanapun anda berada, mencuci tangan sesering mungkin, menjaga jarak minimal, dan menghindari kerumunan. Tetap selalu waspada dan saling mengingatkan." tulis akun itu.
![[Cek Fakta] Pesan Berantai Sebut Yogyakarta Ditutup karena Kasus Covid-19 Semakin Parah Hoaks, Ini Faktanya](https://cdn.medcom.id/images/library/images/Screen%20Shot%202020-12-11%20at%2019_24_46.png)
Kesimpulan:
Klaim bahwa Yogyakarta ditutup karena kasus covid-19 yang semakin parah. Faktanya, informasi itu dibantah pihak UGM.
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
![[Cek Fakta] Pesan Berantai Sebut Yogyakarta Ditutup karena Kasus Covid-19 Semakin Parah Hoaks, Ini Faktanya](https://cdn.medcom.id/images/library/images/WhatsApp%20Image%202020-08-07%20at%2018_30_14-6(52).jpeg)
Referensi:
https://jogjaprov.go.id/berita/detail/9062-klarifikasi-berita-hoaks-yang-beredar
https://web.facebook.com/humaspemdadiy?_rdc=1&_rdr
*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News