Ketua Umum IKAGI Zaenal Muttaqin. Foto: Medcom/M Rodhi Aulia
Ketua Umum IKAGI Zaenal Muttaqin. Foto: Medcom/M Rodhi Aulia

Kezaliman Ari Askhara Versi Pegawai

Medcom Files Garuda Terluka
M Rodhi Aulia • 06 Desember 2019 17:06
ZAENAL Muttaqin sedang menyetir mobilnya, Kamis 5 Desember 2019 malam. Ia dalam perjalanan dari dan ke suatu tempat.
 
Dalam perjalanan itu, ia sempat membuka WhatsApp. Di sana ia menemukan kabar bahwa I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra (Ari Askhara) dicopot dari jabatan Direktur Utama Garuda Indonesia oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.
 
Zaenal mendapat informasi dari koleganya. Sejumlah link pemberitaan pencopotan Ari masuk ke ponsel pribadinya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Pucuk dicinta ulam tiba. Ketua Umum Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) ini kegirangan. Usaha menggulingkan Ari sejak lama dijawab dengan keputusan Menteri BUMN. IKAGI, kata Zaenal, sudah resah dengan gaya kepemimpinan Ari Askhara dalam beberapa tahun terakhir. Ia sontak berkomunikasi dengan koleganya untuk memperkuat pencopotan Ari melalui jumpa pers.
 
"Saya sujud syukur," kata Zaenal kepada Medcom Files di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat 6 Desember 2019.
 

Kezaliman Ari Askhara Versi Pegawai
 

Sebelum kasus dugaan penyelundupan motor gede Harley Davidson yang membelit nama besar Ari terkuak, IKAGI tengah berada dalam fase ikhtiar. Pasalnya serangkaian usaha memprotes model kepemimpinan Ari, kerap mandul.
 
Sejak 2018, Zaenal dan rekan-rekannya sudah berkonflik dengan Ari. Ia membeberkan sejumlah kesalahan Ari yang sejatinya baru beberapa bulan menjabat sebagai orang nomor satu di Garuda.
 
Antara lain, Ari dituding mempersulit terjadinya Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Menurut Ari, pihaknya tidak pernah dilibatkan dalam PKB tertentu. Padahal IKAGI, merupakan pihak terkait.
 
Adalah betul IKAGI diundang saat PKB tersebut. Akan tetapi, IKAGI hanya diminta duduk manis dan dilarang berbicara sama sekali.
 
Belakangan, kasus ini sudah sampai di Pengadilan Hubungan Industrial. Juga Ari diperkarakan karena dituduh melakukan perbuatan melawan hukum sebagai personal.
 
Lebih lanjut, Zaenal menuding kebijakan penjadwalan kerja awak kabin era Ari, berantakan. Ari melanggar fatigue rest management system. Alhasil dampak penjadwalan yang buruk itu membuat awak kabin mengalami kelelahan dan di-opname di rumah sakit.
 
"Bisa dibayangkan berjam-jam kita di pesawat terbang, sampai di tujuan sekitar satu atau dua jam sembari menunggu keluar-masuk penumpang, kemudian berangkat lagi. Itu malam hari. Sampai Jakarta pagi dan berangkat lagi," ungkap Zaenal.
 
Kemampuan fisik awak kabin di era Ari kerap diabaikan. Awak kabin hanya dipandang sebagai alat produksi semata. Padahal awak kabin harusnya dianggap sebagai aset perusahaan yang perlu dijaga baik-baik.
 
Zaenal menegaskan awak kabin tak sekadar membutuhkan uang dan uang. Semakin banyak jam terbang tentu berbading lurus dengan uang yang dibawa pulang. Akan tetapi waktu istirahat juga sangat dibutuhkan.
 
Sudah bolak-balik Zaenal menggedor ruang kerja Ari dan jajaran direksi lainnya. Mereka meminta direksi untuk menjadi manusia dalam melihat jam kerja. Sayangnya upaya itu lagi-lagi gagal dan diabaikan begitu saja.
 

Kezaliman Ari Askhara Versi Pegawai
Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu
 

Apalagi, kata Zaenal, Ari membentuk serikat pekerja tandingan yang senantiasa menjadi pendukung utama kebijakan Ari. Padahal kebijakan Ari, dinilai banyak merugikan awak kabin dan pekerja di Garuda secara keseluruhan.
 
"Pegawai lain tidak mau bicara. Mereka diam. Mereka tidak berani. Kenapa? Karena mereka berpikir bagaimana anak dan istri kami bila di-grounded dan dicekal," terang dia.
 
Sementara bagi mereka yang berusaha meluruskan kebijakan Ari, konsekuensinya jelas. Para pengurus IKAGI dilarang terbang dan sejumlah awak kabin dipecat secara sepihak. Sanksi untuk mereka dibayar kontan.
 
Pengurus IKAGI lainnya, Josephine, menambahkan sepanjang 2019 ini, sekitar 8 orang dipecat sepihak. Pemecatan itu, kata dia, seharusnya dilakukan melalui mekanisme yang berlaku.
 
Kolaborasi Dirjen Bea dan Cukai, Menteri Keuangan dan Menteri BUMN dalam mengungkap kasus dugaan penyelundupan Harley ini, akhirnya memberi harapan besar bagi IKAGI. Setelah sebelumnya pesimis terhadap pemerintah dan negara yang alfa dalam mengatasi keluhan pegawai Garuda.
 

Disclamer:
Kami telah mencoba menghubungi Ari melalui nomor pribadinya sejak kemarin. Namun Ari tidak merespons pesan singkat.

 

 

(WAN)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif