Ketua Umum Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) Achmad Haeruman di Jakarta, Foto: Medcom.id/M Rodhi Aulia
Ketua Umum Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) Achmad Haeruman di Jakarta, Foto: Medcom.id/M Rodhi Aulia

Di Balik Serikat Garuda Pecah Dua

Medcom Files Garuda Terluka
M Rodhi Aulia • 13 Desember 2019 10:08
ACHMAD Haeruman bercerita pada kami. Obrolan kami berlangsung usai konferensi pers bersama koleganya yang tergabung dalam Sekretariat Bersama Serikat Karyawan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Kamis 12 Desember 2019.
 
Achmad menegaskan ia sebagai Ketua Umum Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) yang sah. Ia terpilih dalam Pemilu Musyawarah Anggota (Musang) IKAGI pada 10 September 2019.
 
Dalam Musang itu terdapat dua pasangan calon. Mereka adalah Achmad Haeruman-I Gede Ketut Mega Wijana dan Yunus Adikusuma-Nicholas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Dari total 1.446 suara, pasangan Achmad-I Gede Ketut unggul sekitar 100 suara ketimbang pasangan Yunus-Nicholas. "Jadi (kepengurusan) kami ini baru 3-4 bulan," kata Achmad. Achmad membantah IKAGI versi dirinya adalah serikat karyawan tandingan. Serikat yang dibentuk untuk menjadi tameng eks Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra (Ari Ashkara) yang terseret skandal penyelundupan motor gede Harley Davidson.
 
Justru Achmad menilai IKAGI versi Zaenal Muttaqin yang melenceng. Keyakinan melenceng itu dapat dilihat dari latar belakang pelaksanaan Musang pada awal September lalu.
 
Achmad menuturkan Zaenal merupakan Ketua Umum IKAGI yang masa jabatannya berakhir pada 2018 lalu. Kemudian digelar pemilihan ketua umum dan sekjen IKAGI.
 
Saat itu terdapat tiga pasangan calon. Mereka adalah Zainuddin Malik-Adel, Zaenal Muttaqin-Jacquelin Tuwanakotta dan Haryo-Ludi.
 
Dari ketiga pasangan itu, pasangan Zainuddin-Adel unggul. Akan tetapi, kata Achmad, pasangan Zaenal-Jacquelin yang dinyatakan terpilih.
 
"Saya tidak terlalu mengerti, kenapa terjadi hasil daripada Musang atau Pemilu itu, dimenangkan oleh Zaenal-Jacquelin," kata Achmad.
 
Meski pasangan Zaenal-Jacquelin yang terpilih, Achmad menganggap pasangan itu sejatinya bukan pimpinan IKAGI sebagaimana mestinya. Namun mereka adalah pimpinan perkumpulan awak kabin Garuda Indonesia. Sebab sekitar tiga tahun lalu IKAGI di bawah mereka badan hukumnya berganti sebagai Ormas.
 
"Harus clear kita sepakati itu," tegas Achmad.
 
Karena hasil Pemilu IKAGI pada 2018 yang diragukan keabsahannya, kemudian badan hukum IKAGI di bawah kepemimpinan Zaenal berubah, sejumlah anggota IKAGI mendesak pelaksanaan Musang pada 2019.
 
"Akhirnya teman-teman melaksanakan Musang dan akhirnya terpilihlah kami," beber dia.
 
IKAGI kubu Zaenal santai menanggapi klaim kubu Achmad. Kubu ini hanya menunjukkan kubu mana yang diterima Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir di kantornya beberapa waktu lalu.
 
"Masalah ini bisa dilihat sepak terjang IKAGI asli yang diterima di Kementerian BUMN kemarin, dan IKAGI yang dibiarkan di luar," kata salah satu pengurus IKAGI kubu Zaenal, Josephin kepada Medcom Files, Kamis 12 Desember 2019.
 
Perpecahan serikat karyawan Garuda ini mencuat pascakasus dugaan penyelundupan motor gede Harley Davidson membelit mantan Dirut Garuda Ari Ashkara. Belakangan, Ari dipecat.
 
IKAGI kubu Zaenal mendukung penuh pemecatan itu. Pasalnya selama Ari menjadi bos di Garuda terdapat banyak tindakan zalim terhadap awak kabin.
 
Kubu Zaenal menilai tindakan zalim Ari itu tidak mudah diprotes dari dalam karena Ari membentuk serikat karyawan tandingan. Ari menjadikan serikat tandingan itu sebagai tamengnya.
 
Hingga akhirnya pencopotan itu diumumkan Menteri BUMN, kubu Zaenal muncul di tengah publik. Mereka membeberkan sejumlah tindakan zalim terhadap awak kabin selama ini.
 
Sementara kubu Achmad, enggan mengomentari lebih detail terkait sejumlah tuduhan yang dialamatkan kepada jajaran direksi era Ari Ashkara. Mereka hanya mendorong seluruh karyawan tidak larut dalam perdebatan yang tidak perlu. Jika dirasa perlu, kubu Achmad menyerahkan semua proses kepada aparat penegak hukum dan pemerintah selaku pemegang saham.
 
Kubu Achmad menegaskan, pihaknya mendukung manajemen Garuda Indonesia yang sudah ditunjuk pemerintah, dan mereka berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada penumpang, berterima kasih kepada semua pihak dan berharap dia dari seluruh rakyat Indonesia untuk kebaikan Garuda Indonesia ke depan.
 

 

(WAN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif