WNI keturunan Prancis, Enzo Zens Allie, menjadi taruna Akademi Militer. Foto: Tangkapan layar video Puspen TNI.
WNI keturunan Prancis, Enzo Zens Allie, menjadi taruna Akademi Militer. Foto: Tangkapan layar video Puspen TNI.

Buat Mereka yang Sayang Enzo

Medcom Files akademi militer ksad
M Rodhi Aulia • 14 Agustus 2019 13:32
ENZO Zenz Allie, bule muda, yang dipersoalkan status lolos masuk Akademi Militer (Akmil). Persoalan itu menyeruak saat foto masa lalunya tersingkap lebar.
 
Enzo tampak mengibarkan bendera yang dikesankan berhubungan dengan kelompok terlarang. Foto itu ramai diperbincangkan di media sosial.
 
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika meyakini sepenuhnya Enzo tidak seperti yang digosipkan orang-orang tertentu. Apalagi Enzo berhasil menjalani sejumlah rangkaian pengujian yang sangat ketat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
"Indeks moderasi bernegaranya cukup bagus," kata Andika dalam konferensi pers di Mabes TNI AD, Jakarta Pusat, Selasa 13 Agustus 2019. Indeks moderasi bernegara itu dilakukan pada akhir pekan lalu kepada sejumlah calon taruna Akmil. Termasuk terhadap Enzo. Uniknya Enzo mencatat nilai memuaskan. Enzo mendapatkan penilaian 5,9 dari skala maksimum 7. Kalau dikonversi menjadi persentase, nilai Enzo menjadi 84%.
 
Namun demikian, Andika tidak menjamin Enzo dapat menjadi perwira TNI aktif. Karena Enzo harus menjalani pendidikan selama empat tahun ke depan.
 
"Tidak semuanya berhasil," ujar dia.
 

Buat Mereka yang Sayang Enzo
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa (kedua kanan) memberikan keterangan terkait polemik taruna Akademi Militer (Akmil) Enzo Zenz Allie di Mabes TNI Angkatan Darat, Jakarta, Selasa (13/08/2019). (ANTARA/Akbar Nugroho Gumay).
 

Andika membeberkan dalam lima tahun terakhir sebanyak 15 orang yang gagal menjadi perwira TNI aktif. Pada 2014, ada tiga orang yang gagal menyelesaikan pendidikan Akmil. Kemudian 2015 (1 orang), 2016 (4 orang), 2017 (-), 2018 (5 orang) dan 2019 (2 orang).
 
Akmil harus mengeluarkan para taruna itu karena sejumlah alasan. Di antaranya persoalan kesehatan, jasmani, mental dan ideologi. Ada yang ketahuan di tahun pertama, kedua, dan selanjutnya.
 
Terkait kehebohan ini, Enzo diyakini tidak tahu-menahu. Pasalnya ia tengah menjalankan pelatihan dasar militer integratif dan tidak memiliki akses apapun berhubungan dengan pihak-pihak di luar Akmil.
 
Untuk itu, Andika menaruh harapan besar kepada keluarga dan orang terdekat masing-masing taruna. Pasalnya keluarga dan orang terdekat itu sangat berpengaruh kepada kesuksesan taruna selama menjalankan pendidikan di Akmil.
 
"Jadi kalau memang orang tua dan semua pihak yang menyayangi mereka, ingin melihat Enzo dan teman-temannya sukses karirnya di TNI, mereka harus bisa membantu, saat mereka pulang, dalam keadaan susah dan senang," harap Andika.
 

Berusaha objektif

Andika menjelaskan pihaknya sedari awal membuka diri terhadap informasi yang beredar di luar. Namun TNI AD tidak ingin gegabah menerima informasi, apalagi sifatnya liar.
 
Lembaga berusaha objektif menilai seseorang. Termasuk Enzo yang digosipkan terpapar paham radikal.
 
"Jadi saya tidak ingin masuk ke dalam kontroversi di luar. Yang jelas kami berusaha proporsional, dan menggunakan metode ilmiah, dan kami tidak ingin asal-asalan dengan perasaan," beber dia.
 
Andika menegaskan penilaian khusus dilakukan kepada calon taruna. Bukan kepada orang tua atau keluarga dekat calon taruna.
 
Memang benar keluarga ini memiliki pengaruh terhadap diri calon taruna. Namun, kata Andika, pihaknya tetap mengkonfirmasi langsung calon taruna.
 
"Yang kami ingin tahu adalah yang bersangkutan saja (calon taruna). Kami tidak ingin dipengaruhi siapa orang tuanya," ujar dia.
 

Bermartabat

Anggota Komisi I DPR Jazuli Juwaini sepakat dengan langkah KSAD yang tidak ingin bermain-main dengan perasaan dalam bersikap. Menurut Jazuli, langkah KSAD tersebut tepat dalam menepis informasi liar.
 
"Itu bentuk klarifikasi bermartabat atas fitnah kepada seorang anak bangsa yang ingin menjadi patriot bangsa dengan menjadi anggota TNI," kata Jazuli dalam keterangan tertulis, Selasa 13 Agustus 2019.
 

Buat Mereka yang Sayang Enzo
Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini (tengah) pada kegiatan diskusi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro).
 

Ketua Fraksi PKS ini sejak awal tidak percaya instansi TNI kecolongan. Apalagi seleksi menjadi calon taruna Akmil itu sangat ketat dan berjenjang hingga akhirnya dilantik sebagai perwira.
 
Menurut Jazuli, Enzo dan 363 calon taruna Akmil yang lolos, memiliki motivasi yang kuat dalam membela negara dan menunjukkan kecintaan serta kesetiaan yang kuat pada negara
 
"Ke depan, semua pihak jangan asal tuduh. Jangan buru-buru menyimpulkan informasi yang datang dari media sosial. Lakukan check dan recheck sebelum membuat pernyataan," pungkas Jazuli.

 

(WAN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif