Tangkapan layar pemberitaan palsu di media sosial. Foto: Facebook
Tangkapan layar pemberitaan palsu di media sosial. Foto: Facebook

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] Benarkah Covid-19 Singkatan dari "Certification of Vaccination Identification by Artificial Intelligence"?

Medcom Files Cek Fakta
Wanda Indana • 13 Agustus 2021 20:31
Beredar klaim yang menyebut Covid-19 akronim dari Certification of Vaccination Identification by Artificial Intelligence. Klaim ini beredar di media sosial.
 
Akun Facebook David E Cowin membagikan klaim itu pada Kamis, 27 Kamis 2021. Akun itu mengunggah foto tangkapan layar sebuah wawancara daring. Pada tangkapan layar terdapat narasi sebagai berikut:

"Covid-19 means the"Certification Of Vaccination Identification by Artificial Intelligence"
 
Terjemahan:

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
"Covid-19 berarti "Sertifikasi Identifikasi Vaksinasi dengan Kecerdasan Buatan"

[Cek Fakta] Benarkah Covid-19 Singkatan dari
 

Penelusuran:
Dari hasil penelusuran, klaim bahwa Covid-19 akronim dari Certification of Vaccination Identification by Artificial Intelligence adalah salah. Faktanya, Covid-19 merupakan singkatan dari nama virus korona baru yang ditemukan pada 2019.
 
Dilansir USA Today, merujuk Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), kata Covid-19 merupakan singkatan dari kata "CO" yang berarti "COrona", "VI" adalah "VIrus", dan "D" adalah “Disease alias penyakit”. Sementara angka “19” menunjukan tahun ditemukannya varian virus tersebut, yakni tahun 2019.
 
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, penyebutan nama khusus itu penting guna mencegah penggunaan nama lain yang dapat tidak akurat atau menstigmatisasi.
 

 
[Cek Fakta] Benarkah Covid-19 Singkatan dari
 

Kesimpulan:
Dari hasil penelusuran, klaim bahwa Covid-19 akronim dari Certification Of Vaccination Identification by Artificial Intelligence adalah salah. Faktanya, Covid-19 merupakan singkatan dari nama virus korona baru yang ditemukan pada 2019.
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
 
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
 

[Cek Fakta] Benarkah Covid-19 Singkatan dari
 

Referensi:
1. https://www.usatoday.com/story/news/factcheck/2020/09/11/fact-check-covid-19-doesnt-stand-certificate-vaccination/5706510002/?fbclid=IwAR3rZglJJfXCMRt1hUMvKANUwSQ0gBSqa1l9g2cANAgJdRelwRi7zBkQhfs
2. https://www.facebook.com/photo/?fbid=10218239446676850&set=a.10213042005984081
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016
 


 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(WAN)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan