Adalah akun facebook Abudzar Gusriy yang turut mengunggah video itu, 8 Juni 2021. Ia mengunggah narasi terkait video itu.
"Iko bau mantap walikota nyo," tulis akun tersebut.
Unggahan itu ramai direspons warganet. Terdiri dari 4.800 emotikon, 986 komentar dan 15 ribu kali dibagikan.
Penelusuran:
Dari penelusuran kami, klaim bahwa Prabumulih merupakan kota tanpa Covid-19, adalah salah. Faktanya, ini video lama yang kembali beredar di tengah masyarakat. Kami pernah mengulas video ini pada 11 Januari 2021. Faktanya pada saat itu terdapat ratusan warga di kota itu yang terkonfirmasi positif Covid-19.
"Disitat dari laman resmi Pemerintah Kota Prabumulih, melalui pengumuman berjudul "SITUASI TERKINI PERKEMBANGAN CORONA VIRUS DISEASE-19 (COVID-19) Kota Prabumulih Tanggal 19 Oktober 2020 Pukul 19.00 WIB" 261 kasus covid-19 yang terkonfirmasi di Prabumulih. Rinciannya, dari 261 kasus terdiri dari 128 kasus asimptomatik (tidak bergejala) dan 133 kasus simptomatik (bergejala)," demikian laporan kami pada saat itu.
![[Cek Fakta] Benarkah Prabumulih Kota Tanpa Korona? Ini Faktanya](https://cdn.medcom.id/images/library/images/Screen%20Shot%202021-06-14%20at%2008_43_56.png)
Pada akhir Meii 2021 lalu, Prabumulih menjadi salah satu zona merah Covid-19 di Indonesia. Sebelumnya pada Januari 2021 lalu, Prabumulih juga tercatat sebagai salah satu zona merah penyebaran Covid-19.
![[Cek Fakta] Benarkah Prabumulih Kota Tanpa Korona? Ini Faktanya](https://cdn.medcom.id/images/library/images/Screen%20Shot%202021-06-14%20at%2008_44_05.png)
Namun per 11 Juni 2021, Prabumulih sudah keluar dari zona merah. Hanya Palembang yang masih zona merah di Sumatera Selatan.
![[Cek Fakta] Benarkah Prabumulih Kota Tanpa Korona? Ini Faktanya](https://cdn.medcom.id/images/library/images/Screen%20Shot%202021-06-14%20at%2008_44_24.png)
Kesimpulan:
Klaim bahwa Prabumulih merupakan kota tanpa Covid-19, adalah salah. Faktanya, ini video lama yang kembali beredar di tengah masyarakat.
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis Informasi ini masuk kategori hoaks jenis false context (konteks keliru). False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.
![[Cek Fakta] Benarkah Prabumulih Kota Tanpa Korona? Ini Faktanya](https://cdn.medcom.id/images/library/images/false(71).png)
Referensi:
https://www.kompas.com/tren/berita/193000265-melonjak-berikut-update-daftar-17-zona-merah-covid-19-di-indonesia?page=all
https://www.kompas.com/tren/berita/195000265-bertambah-lagi-ini-daftar-13-daerah-berstatus-zona-merah-covid-19?page=all
https://mediaindonesia.com/nusantara/380794/dua-daerah-di-sumsel-masih-zona-merah-covid-19
https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/4KZzMn0K-cek-fakta-benarkah-prabumulih-kota-tanpa-covid-19-ini-faktanya
https://www.facebook.com/gusri.yus/posts/4364516373581824
Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News