Tangkapan layar berita palsu Foto:Facebook
Tangkapan layar berita palsu Foto:Facebook

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] Video Rumah Puan Maharani Dibakar Pedemo? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
Whisnu Mardiansyah • 09 Oktober 2020 06:31
Beredar sebuah video kericuhan aksi anarkis pedemo mahasiswa yang menolak pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja. Dalam video yang beredar pedemo membakar rumah yang disbeut milik Ketua DPR RI Puan Maharani.
 
Akun Facebook atas nama Sopian Lbgambir membagikan video ini pada 9 Oktober 2020. Dalam unggahannya ia memberikan narasi sebagai berikut.

"Rumah puan Maharani ketua umun DPR RI Dibakar para Demo"


Unggahan ini mendapatkan respon dari 15 warganet, Serta lima komentar dan 12 kali dibagikan ulang.
 

[Cek Fakta] Video Rumah Puan Maharani Dibakar Pedemo? Ini Faktanya

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Penelusuran:
Dari hasil penelusuran tim cek fakta medcom.id, klaim rumah Katua DPR RI Puan Maharani dibakar pedemo adalah salah. Faktanya, video tersebut adalah kericuhan di depan kantor DPRD Kota Malang saat aksi menolak pengesahan UU Ciptaker. Potongan video kericuhan tersebut dimuat di situs Medcom.id. Dalam artikel video berjudul "Ricuh, Massa Demo Rusak Gedung DPRD Malang Kota".
 
Aksi demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja (Ciptaker) di depan Gedung DPRD Kota Malang, Jawa Timur, Kamis 8 Oktober 2020, berujung ricuh. Sejumlah massa aksi melempar botol, batu hingga petasan ke arah gedung dewan.
 
Kondisi tersebut menyebabkan kaca di sejumlah sudut gedung DPRD Kota Malang pecah. Bahkan, kawat duri yang dipasang polisi pun juga ikut dirusak, hingga membuat massa aksi merangsek ke halaman gedung dewan.
 
Massa aksi sendiri merupakan perwakilan dari mahasiswa dan buruh se-Malang Raya yang tergabung dalam Aliansi Malang Melawan. Mereka memulai aksi dengan berorasi di kawasan perempatan Rajabali Kota Malang sekitar pukul 09.00 WIB.
 
Massa aksi tiba di depan gedung dewan sekitar pukul 10.00 WIB. Kedatangan mereka pun telah disambut oleh ratusan polisi yang siaga berjaga. Namun, aksi tiba-tiba berujung ricuh sekitar pukul 11.00 WIB.
 
Polisi pun sempat menembakkan water canon hingga mengerahkan personil dengan pengaman lengkap untuk menghalau pergerakan massa aksi. Kericuhan pun dapat diredakan sekitar pukul 12.00 WIB.
 

[Cek Fakta] Video Rumah Puan Maharani Dibakar Pedemo? Ini Faktanya
 
Dilansir dari Medcom.id, Polresta Malang Kota menangkap sebanyak 80 orang. Kapolresta Malang Kota, Kombes Leonardus Simarmata menjelaskan saat demo berlangsung sempat terjadi benturan antara petugas keamanan dan massa aksi. Hingga saat ini polisi masih mendalami awal mula kericuhan yang terjadi dalam demo.
 
Menurutnya massa aksi sempat melempar batu dan melakukan perusakan hingga membakar fasilitas umum di kawasan Tugu Kota Malang. Beruntung aksi demo berhasil dibubarkan dan selesai sekitar pukul 17.15 WIB.
 
"Memang ada beberapa yang luka, dari massa, dan dari aparat, dari kita. Kemudian ada kendaraan yang dirusak, ada yang dibakar. Sampai sore ini semua kegiatan selesai, aman, tidak ada aksi lanjutan. Kita bisa lakukan negosiasi dengan baik, kita imbau untuk sore ini mereka membubarkan diri," jelasnya.
 
[Cek Fakta] Video Rumah Puan Maharani Dibakar Pedemo? Ini Faktanya
 
Kesimpulan:
Klaim rumah Katua DPR RI Puan Maharani dibakar pedemo adalah salah. Faktanya, video tersebut adalah kericuhan di depan kantor DPRD Kota Malang saat aksi menolak pengesahan UU Ciptaker.
 
Informasi ini jenis hoaks False context (konteks keliru). False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.
 
[Cek Fakta] Video Rumah Puan Maharani Dibakar Pedemo? Ini Faktanya
 
Referensi:
1.https://archive.md/p4gQh
2.https://video.medcom.id/medcom-nasional/eN4ZlJyk-ricuh-massa-demo-rusak-gedung-dprd-malang-kota
3.https://www.medcom.id/nasional/daerah/ybDV70pK-80-orang-di-malang-ditangkap-usai-demo-ricuh
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016 follow instagram @cekfaktamedcom
 

 
(WHS)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif