Tangkapan layar pemberitaan palsu di media sosial. Foto: Facebook
Tangkapan layar pemberitaan palsu di media sosial. Foto: Facebook

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] 4 Orang Alami Kelumpuhan pada Wajah setelah Divaksin Covid-19? Ini Cek Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
Wanda Indana • 17 Desember 2020 19:45
Beredar sebuah foto yang diklaim memperlihatkan sejumlah orang mengalami kelumpuhan pada bagian wajah setelah divaksin virus korona tipe baru (covid-19). Foto itu beredar di berbagai platform media sosial.
 
Akun Facebook Sandiaga salahuddin Uno Lovers turut membagikan foto itu pada Jumat, 11 Desember 2020. Pada unggahan fotonya, akun itu menyertakan narasi bertuliskan sebagai berikut:

"4 Orang Alami Kelumpuhan Wajah Setelah Disuntik Vaksin Corona".

Foto itu berasal dari sampul artikel daring yang dimuat situs klikshare.info. Hingga saat ini, unggahan tersebut sudah mendapat lebih dari seribu respons warganet, 310 komentar, dan 758 kali dibagikan ulang.
 
Benarkah foto yang beredar tersebut memperlihatkan sejumlah orang mengalami kelumpuhan wajah setelah divaksin virus korona? Berikut cek faktanya:

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 

[Cek Fakta] 4 Orang Alami Kelumpuhan pada Wajah setelah Divaksin Covid-19? Ini Cek Faktanya
Penelusuran:
Dari hasil penelusuran, klaim bahwa foto yang beredar tersebut memperlihatkan sejumlah orang mengalami kelumpuhan wajah setelah divaksin virus korona adalah salah. Faktanya, foto tersebut adalah foto lama yang muncul sebelum adanya uji coba vaksin Pfizer pada manusia.
 
Melalui reverse image, ditemukan foto identik dalam video yang diunggahkanal Youtube TribunnewsWIKI Official berjudul "Penyakit Bell's Palsy - Suatu Kondisi Otot Wajah Melemah hingga Lumpuh" diunggah pada 23 Januari 2020. Pada video dijelaskan bahwa wajah sejumlah orang pada foto yang beredar disebabkan penyakitbernama Bell's Palsy. Berikut penjelasannya seperti pada kotak deskripsi video:
 
"Sebagian besar orang menganggap penyakit Bell's Palsy adalah stroke karena kemiripan pada gejalanya, yaitu kelumpuhan. Namun, kenyataannya tidak, kedua penyakit tersebut berbeda. Bell's palsy hanya terbatas pada otot wajah dan sebagian besar penderita dapat pulih dalam waktu enam bulan. Bell's palsy adalah suatu kondisi ketika otot-otot wajah menjadi lemah mengalami kelumpuhan. Kondisi ini biasanya menyebabkan perubahan bentuk wajah hanya pada salah satu sisinya dalam periode waktu tertentu. Penyakit ini terjadi ketika saraf yang mengontrol otot-otot wajah meradang, bengkak, atau tertekan. Bell's palsy disebabkan oleh trauma yang terjadi pada saraf kranial ke tujuh."
 

[Cek Fakta] 4 Orang Alami Kelumpuhan pada Wajah setelah Divaksin Covid-19? Ini Cek Faktanya
 

Pula, dilansirCek Fakta Reuters, berdasarkan dokumen dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) tertanggal 10 Desember 2020,Bell's palsydilaporkan memang terjadi pada empat peserta vaksin dan tidak ada dalam kelompok plasebo, dari total 44.000 peserta uji coba vaksin tahap akhir. Tetapi FDA menyatakan bahwa "frekuensi pengamatan dariBell's palsyyang dilaporkan dalam kelompok vaksin konsisten dengan tingkat latar belakang yang diharapkan pada populasi umum, dan tidak ada dasar yang jelas untuk menyimpulkan hubungan sebab akibat saat ini." tulis Reuters.
 

[Cek Fakta] 4 Orang Alami Kelumpuhan pada Wajah setelah Divaksin Covid-19? Ini Cek Faktanya
 

Kesimpulan:
Dari hasil penelusuran, klaim bahwa foto yang beredar tersebut memperlihatkan sejumlah orang mengalami kelumpuhan wajah setelah divaksin virus korona adalah salah. Faktanya, foto adalah foto lama yang muncul sebelum adanya uji coba vaksin Pfizer pada manusia.
 
Informasi ini jenis hoaks False context (konteks keliru). False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.
 

[Cek Fakta] 4 Orang Alami Kelumpuhan pada Wajah setelah Divaksin Covid-19? Ini Cek Faktanya
 

Referensi:
https://archive.md/gRyqU
https://www.youtube.com/watch?v=YIe9Xhe-294
https://www.reuters.com/article/uk-factcheck-bells-palsy-photo-idUSKBN28O2WD
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surelcekfakta@medcom.idatau WA/SMS ke nomor082113322016
 


 
(WAN)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif