Akun Facebook Muhamad Dzulfianto turut membagikan video itu pada Selasa, 17 Agustus 2021. Pada video yang diunggah, memperlihatkan seorang anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) TNI AD di Kendari, Sulawesi Tenggara, yang diklaim menemukan nasi dari sebuah warung makan menggunakan beras palsu. Video itu disertai narasi sebagai berikut:
"Seorang anggota Babinsa TNI AD di Kendari mencurigai adanya peredaran beras yang diduga palsu atau plastik diwilayahnya yang dijual oleh para pedagang kami lima.
Pada tayangan video yang mulai beredar luas tersebut, anggota TNI yang tidak diketahui namanya mencoba meyakinkan pedagang kaki lima jika beras yang dijualnya adalah palsu. Beras tersebut kemudian dikepal - kepal oleh anggota TNI lalu dibanting ke permukaan meja. Anehnya, beras tidak hancur atau rusak. Sebaliknya beras terlihat sedikit memantul ke atas layaknya plastik.
Anggota TNI yang merupakan salah satu dari anggota Kodim Kendari kemudian tidak menyalahkan pedagang nasi karena ketidak tahuannya jika beras yang digunakan adalah plastik"
Benarkah demikian? Berikut cek faktanya.
![[Cek Fakta] Video Penemuan Beras Palsu di Kendari Hoaks, Begini Faktanya](https://cdn.medcom.id/images/library/images/Screen%20Shot%202021-09-23%20at%2019_29_20(1).jpg)
Penelusuran:
Dari hasil penelusuran, klaim pada video yang beredar memperlihatkan penemuan beras palsu di Kendari adalah salah. Faktanya, informasi ini telah diklarifikasi.
Seorang oknum anggota TNI dalam video berdurasi 02.03 menit itu, bernama Kopda Harmin, telah mengakui kekeliruannya, Rabu 8 Januari 2020. Nasi yang dia temukan, memiliki kandungan khusus yang bisa membuat melenting saat dibanting.
Dilansir Liputan6.com, klarifikasi oknum anggota TNI itu, disampaikan di Kantor BPOM Kendari. Disaksikan Kepala Balai POM, Firdaus Umar dan Plt Kadis Ketahanan Pangan Kota Kendari, Made Guyasa.
Made Guyasa menyatakan, beras dalam video merupakan beras resmi yang beredar di pasaran. Dia menambahkan, beras itu aman dikonsumsi berdasarkan pernyataan ahli Balitbang Kementan RI di Jakarta, Djoko Said Darmajati.
"Beras dalam video mengandung zat Amilopektin dan Amilosa diatas 25 persen," kata Made Guyasa.
Dia menjelaskan, semakin tinggi kandungan amilopektin dalam beras, maka nasi akan mudah melenting saat dibanting. Beras jenis ini, bisa dengan mudah ditemui di pasaran.
"Sejauh ini beras yang ditemui tidak mengandung boraks, formalin atau bahan berbahaya lain, sehingga aman dikonsumsi," katanya.
Kesimpulan:
Klaim pada video yang beredar memperlihatkan penemuan beras palsu di Kendari adalah salah. Faktanya, informasi ini telah diklarifikasi.
Referensi:
https://www.liputan6.com/regional/read/4151478/akhir-video-viral-beras-palsu-oknum-tni
*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News