Adalah akun twitter FR News Now @frnews_ng yang turut mengunggah video tersebut, 27 Februari 2022. Berikut narasinya:
"Kembalilah ke negaramu": gadis kecil pemberani menghadapi invasi Tentara Putin #DefendUkraine #UkraineRussiaWar #Ukriane ," tulis akun tersebut sebagaimana telah dialihbahasakan.
Benarkah demikian?
Penelusuran:
Dari penelusuran kami, klaim bahwa video itu memperlihatkan gadis kecil mengusir tentara Rusia, adalah salah. Faktanya, video identik sudah beredar sebelum perang Rusia versus Ukraina.
Setidaknya video identik sudah beredar pada 2012 lalu. Di antaranya seperti yang diunggah kanal YouTube Nokta Grup dengan judul "Gadis Palestina pemberani Ahed Tamimi vs Prajurit : Dimana saudaraku ??????".
Berikut penampakannya:
![[Cek Fakta] Video Gadis Kecil Mengusir Tentara Rusia? Ini Faktanya](https://cdn.medcom.id/images/library/images/Screen%20Shot%202022-03-03%20at%2009_23_17.png)
Pada perang Rusia versus Ukraina terdapat sejumlah misinformasi dan disinformasi yang beredar di tengah warganet. Beberapa situs media terus ikut membantu meluruskan informasi tersebut sesuai konteksya.
Kesimpulan:
Klaim bahwa video itu memperlihatkan gadis kecil mengusir tentara Rusia, adalah salah. Faktanya, video identik sudah beredar sebelum perang Rusia versus Ukraina.
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis false context (konteks keliru). False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.
![[Cek Fakta] Video Gadis Kecil Mengusir Tentara Rusia? Ini Faktanya](https://cdn.medcom.id/images/library/images/Hoaks%20False%20Context(2).png)
Referensi:
https://www.youtube.com/watch?v=E4FM9WGRWdQ
https://twitter.com/frnews_ng/status/1497840712821329923?
https://twitter.com/CCDK1979/status/1497918622827794442
*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News