Tangkapan layar pemberitaan palsu melalui media sosial. Foto: Facebookutorial verifikasi foto terindikasi hoaks melalui google image. Foto: Google
Tangkapan layar pemberitaan palsu melalui media sosial. Foto: Facebookutorial verifikasi foto terindikasi hoaks melalui google image. Foto: Google

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] Video Demo Masyarakat Bandung Tolak UU Ciptaker Berteriak "DPR Goblok" Hoaks, Begini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
Wanda Indana • 09 Oktober 2020 12:31
Belakangan beredar sebuah video yang diklaim memperlihatkan suasana kelompok massa sedang berdemonstrasi menolak UU Cipta Kerja di bawah jalan layang (fly over), Bandung, Jawa Barat. Pada video, terdengar massa berteriak "DPR goblok" berulang-ulang.
 
Adalah akun Facebook KAMI yang mengunggah video tersebut pada Selasa, 6 Oktober 2020. Akun itu juga menambahkan narasi pada unggahan videonya, bertuliskan sebagai berikut:

"BANDUNG Hari Ini
Masyarakat Bandung Bersorak DPR GOBLOK"


Hingga tangkapan layar dibuat, video berdurasi 35 detik itu sudah ditonton 19 ribu kali. Video itu juga ramai direspons warganet, terdiri dari 225 emotikon, dan 38 komentar.
 
Benarkah video tersebut memperlihatkan aksi demo masyarakat Bandung menolak UU Cipta Kerja? Simak penelusurannya:

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 

[Cek Fakta] Video Demo Masyarakat Bandung Tolak UU Ciptaker Berteriak
Penelusuran:
Dari hasil penelusuran, klaim bahwa video yang beredar memperlihatkan masyarakat Bandung menolak UU Cipta Kerja sembari bersorak "DPR Goblok" adalah salah. Faktanya, video tersebut adalah video lama dan tidak ada kaitannya dengan aksi penolakan UU Cipta Kerja.
 
Melalui reverse image, video serupa ditemukan pada kanal Youtube Gaga Teeel melalui video berjudul "Mahasiswa yang orasi STM yg EKSEKUSI!". Video itu dimuat pada pada 25 September 2019. Tidak ada berkaitan dengan penolakan UU Cipta Kerja.
 

[Cek Fakta] Video Demo Masyarakat Bandung Tolak UU Ciptaker Berteriak
 

Pula, video tersebut sudah diklarifikasi Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus. Dilansir Detik.com melalui artikel berjudul "Video Lama Demo Ricuh Viral Lagi, Polisi: Jangan Terprovokasi!", Yusri mengimbau masyarakat tidak terprovokasi oleh viralnya video lama tersebut.
 
"Banyak beredar video-video hoaks, salah satunya video yang beredar padahal itu beberapa tahun lalu demo di depan gedung DPR," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus ketika dihubungi wartawan, Selasa, 6 Oktoner 2020.
 
Yusri mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh jajaran kepolisian di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Dia menyebutkan situasi di wilayah hukum Polda Metro Jaya kondusif.
 
"Tadi saya cek di Bekasi Barat, Kabupaten Bekasi, sudah kita imbau buruh agar tidak demo. Artinya kondusif sampai hari ini," sebut Yusri.
 
Video yang beredar tersebut adalah video yang memperlihatkan aksi demo massa di DPR, Jakarta, yang menolak RUU KPK pada September 2019. Video dari tayangan berita televisi swasta tersebut kembali beredar dengan keterangan berlangsung hari ini. Padahal, itu video lama.
 

[Cek Fakta] Video Demo Masyarakat Bandung Tolak UU Ciptaker Berteriak
 

Kesimpulan:
Klaim bahwa video yang beredar memperlihatkan masyarakat Bandung menolak UU Cipta Kerja adalah salah. Faktanya, video tersebut adalah video lama dan tidak terkait dengan UU Cipta Kerja.
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
 
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
 

[Cek Fakta] Video Demo Masyarakat Bandung Tolak UU Ciptaker Berteriak
 

Referensi:
https://www.youtube.com/watch?v=CJebqrEAmQc&ab_channel=GagaTeeel
https://news.detik.com/berita/d-5202619/video-lama-demo-ricuh-viral-lagi-polisi-jangan-terprovokasi
https://archive.md/k70Bx
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016
 

 
(WAN)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif