Tangkapan layar informasi di pesan berantai WhatsApp
Tangkapan layar informasi di pesan berantai WhatsApp

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] Dokter Pengantar Bima Arya Wafat karena Korona? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
M Rodhi Aulia • 28 Maret 2020 10:51
Beredar narasi bahwa salah satu dokter yang juga pejabat di Dinas Kesehatan Kota Bogor meninggal dunia pada Jumat 27 Maret 2020 pukul 20.00 WIB. Dokter itu, sebelumnya dinyatakan positif terjangkit virus korona atau covid-19.
 
Disebutkan juga, dokter itu merupakan salah seorang yang turut menjemput Wali Kota Bogor Bima Arya dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Senin 16 Maret 2020. Ia juga ikut mengantarkan Bima ke rumah sakit (RS) untuk menjalani tes swab.
 
Berikut narasi lengkapnya:

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
"Innalillahi wa inna ilahi roojiun....????satu lagi korban convid19, beliau yg menjemput dan membawa Bima Aria ke RS...meninggal tadi pkl. 20.an malam ini...." Narasi ini beredar melalui pesan berantai WhatsApp dan diklaim hoaks.
 

[Cek Fakta] Dokter Pengantar Bima Arya Wafat karena Korona? Ini Faktanya
 

 
Penelusuran:
Dari penelusuran kami, klaim bahwa salah satu dokter yang juga pejabat di Dinas Kesehatan Kota Bogor wafat karena korona pada Jumat 27 Maret 2020 pukul 20.00 WIB, adalah benar.
 
Hal itu dibenarkan Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim. "Betul mas," kata Dedie kepada Medcom.id, Sabtu 28 Maret 2020.
 
Dedie menjelaskan almarhum ikut menjemput Bima Arya saat tiba dari kunjungan kerja ke Turki dan Azerbaijan di Bandara Soekarno-Hatta pada Senin 16 Maret 2020. Almarhum juga ikut mengantarkan Bima ke rumah sakit untuk menjalani tes swab.
 
"(Almarhum) menjemput di bandara tanggal 16 Maret. Ikut berkoordinasi dan mempersiapkan swab test pak Walikota pada tanggal setelahnya," ujar Dedie.
 
Sebelumnya Wali Kota Bogor Bima Arya dinyatakan positif korona. Dilansir Medcom.id, Kota Bogor menjadi salah satu dari delapan daerah di Jawa Barat yang ditetapkan sebagai zona merah korona.
 

[Cek Fakta] Dokter Pengantar Bima Arya Wafat karena Korona? Ini Faktanya
 

 
Berikut artikel selengkapnya:
 
8 Wilayah di Jabar Masuk Zona Merah Korona
 
Bandung: Sebanyak delapan daerah di Jawa Barat masuk zona merah atau daerah paling banyak terpapar virus korona (covid-19). Delapan daerah masuk zona merah lantaran telah terdapat warga yang positif terjangkit virus korona.
 
"Depok, Kota Bekasi, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Cirebon, Kota Bandung, dan Kabupaten Bandung," ujar Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, di Gedung Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata, Kota Bandung, sabtu, 21 Maret 2020.
 
Gubernur yang akrab disapa Emil ini menuturkan, definisi zona merah merupakan daerah dengan temuan kasus korona terluas. Selain itu, delapan daerah tersebut memiliki jumlah penduduk yang banyak serta demografi cukup luas.
 
"Definisi ini masih akan kita terjemahkan, nanti istilahnya bukan zona merah tapi zona yang terpapar positif karena wilayahnya sangat luas, jadi zona yang wilayahnya terpapar warganya secara domisili terpapar korona," tuturnya.
 
Pemprov Jabar akan memprioritaskan berbagai bantuan ke wilayah zona merah. Karena delapan daerah menjadi kunci pencegahan penyebaran korona.
 
"Sehingga bantuan logistik, kewaspadaan, komunikasi, pengetesan, proaktif akan banyak dilakukan di zona-zona yang terpapar positifnya banyak seperti ini," pungkasnya.

 

Kesimpulan:
Klaim bahwa salah satu dokter yang juga pejabat di Dinas Kesehatan Kota Bogor wafat karena korona pada Jumat 27 Maret 2020 pukul 20.00 WIB di RSUD Kota Bogor, adalah benar.
 

Referensi:
1.Wawancara dengan Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim
2.https://www.medcom.id/nasional/daerah/Dkq76EeN-8-wilayah-di-jabar-masuk-zona-merah-korona

 

(DHI)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif