Akun ini diketahui aktif menawarkan jabatan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pagar Alam melalui inbox Facebook. Penawaran jabatan dengan syarat menyetorkan uang ke rekening salah satu bank.
Benarkah demikian? Berikut cek faktanya.
![[Cek Fakta] Akun Facebook Catut Sekda Kota Pagar Alam Jual-Beli Jabatan](https://cdn.medcom.id/images/library/images/Screen%20Shot%202021-09-17%20at%2017_27_55%20copy(1).png)
Penelusuran:
Dari hasil penelusuran, akun Facebook yang menggunakan foto Sekretaris Daerah Kota Pagar Alam, Samsul Bahri Burlian menjual-beli jabatan adalah salah. Faktanya, akun tersebut adalah palsu.
Syamsul menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan kegiatan jual beli jabatan struktural maupun fungsional selama menjadi Sekda.
"Pernyataan ini saya tegaskan karena adanya pihak yang mengaku dihubungi oleh oknum yang mengaku dirinya dan menawarkan sejumlah jabatan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam dengan syarat menyetorkan uang pelicin ke rekening salah satu bank," ujarnya seperti dilansir Tribunnews.
Hal itu diketahui, setelah dia merima informasi dari sejumlah rekan yang merasa janggal dengan adanya permintaan konfirmasi pertemanan melalui akun Facebook yang mengatasnamakan dan dilengkapi foto dirinya.
"Saya sampaikan bahwa itu adalah penipuan," tegasnya.
Tak hanya itu, juga ada nomor dari aplikasi WhatApps dengan modus yang sama, yakni menawarkan jabatan dan meminta sejumlah uang dengan menggunakan foto dirinya.
"Jabatan yang ditawarkan oleh penipu tersebut mulai dari jabatan Kasi hingga Kepala Sekolah, dengan tarif 10 juta rupiah per jabatan yang wajib disetor ke BCA atas nama Firman," katanya
![[Cek Fakta] Akun Facebook Catut Sekda Kota Pagar Alam Jual-Beli Jabatan](https://cdn.medcom.id/images/library/images/WhatsApp%20Image%202020-08-07%20at%2018_30_14(81).jpeg)
Kesimpulan:
Akun Facebook yang menggunakan foto Sekretaris Daerah Kota Pagar Alam, Samsul Bahri Burlian menjual-beli jabatan adalah salah. Faktanya, akun tersebut adalah palsu.
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis fabricated content (konten palsu). Fabricated content terbilang menjadi jenis konten palsu yang paling berbahaya. Konten ini dibentuk dengan kandungan 100% tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara fakta. Biasanya, fabricated content berupa informasi lowongan kerja palsu dan lain-lain.
*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News