Adalah akun twitter @ully_alattas yang turut mengunggah kolase foto dengan narasi tersebut, 25 Juli 2021. Berikut narasi selengkapnya:
Benarkah pembunuhan itu ada kaitannya dengan status keanggotaan FPI?
"Inna lillahi wa Inna ilaihi roniun.... Asstaghfirullahal 'Adziiem...Di Bangka..Ustadz anggota FPI di bacok siang tadi...
Sungguh biadab ."
Penelusuran:
Dari penelusuran kami, klaim bahwa seorang ustaz korban pembunuhan itu merupakan anggota FPI, tidak berdasar. Faktanya, hingga berita ini dimuat, tidak ada informasi resmi dan valid mengenai hal itu.
Dilansir iNews.id, korban bernama Jauhari (41). Korban dikenal sebagai guru ngaji di Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Belitung.
"Salah seorang warga Kelurahan Simpang Perlang, Kecamatan Koba, bernama Ilham mengatakan, korban ditemukan tewas dengan berlumuran darah pada Minggu (25/7/2021) sekitar pukul 14.00 WIB," tulis iNews.id dalam laporannya, Minggu 25 Juli 2021.
![[Cek Fakta] Ustaz Anggota FPI Ini Dibacok hingga Tewas? Ini Faktanya](https://cdn.medcom.id/images/library/images/t6.png)
Belakangan seorang pria bernama Muhammad Floriansyah (34) diperiksa Polres Bangka Tengah. Pria itu diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan.
Menurut salah satu murid korban, Ismail, terduga pelaku juga murid korban. Ismail menduga motif pembunuhan lantaran kerap terjadi perbedaan pendapat antara terduga dan korban.
"Sering beda pendapat sehingga ini memicu kebencian awal dan mungkin pelaku mendapat bisikan sehingga tega melalukan itu," kata Ismail seperti dimuat Kumparan.com, 26 Juli 2021.
![[Cek Fakta] Ustaz Anggota FPI Ini Dibacok hingga Tewas? Ini Faktanya](https://cdn.medcom.id/images/library/images/t7.png)
Di sisi lain, organisasi masyarakat FPI telah resmi dibubarkan. Artinya, tidak ada lagi orang yang bisa disebut sebagai anggota FPI.
Kesimpulan:
Klaim bahwa seorang ustaz korban pembunuhan itu merupakan anggota FPI, tidak berdasar. Faktanya, hingga berita ini dimuat, tidak ada informasi resmi dan valid mengenai hal itu.
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
![[Cek Fakta] Ustaz Anggota FPI Ini Dibacok hingga Tewas? Ini Faktanya](https://cdn.medcom.id/images/library/images/Hoaks%20Misleading%20Content(37).jpeg)
Referensi:
https://babel.inews.id/berita/korban-yang-dibacok-hingga-tewas-di-bangka-tengah-ternyata-guru-ngaji
https://kumparan.com/babelhits/pelaku-pembunuhan-di-bangka-tengah-dimualafkan-ustaz-jauhari-1wD0dHJLzCe/full
https://archive.md/zyBiw
*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News