Berikut penggalan ceramahnya:
"Artinya apa, korona datang, musibah datang, tiada lain dan tiada bukan saudara, pasti kesalahan ini ada kaitannya ,apa kaitannya? Karena Habib Rizieq tidak boleh kembali ke tanah air. Allah ta'ala murka dan Allah kirimkan korona ke Indonesia saudara. Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raaji'un. Habib Rizieq tidak boleh kembali saudara. Habib Rizieq tidak boleh balik ke negaranya. Allah ta'ala murka dikirimin korona. begitu zolimnya penguasa kepada beliau........," kata penceramah itu.
Adalah akun facebook Mirra JoJo yang mengunggah video ceramah berdurasi 2 menit 34 detik itu pada Senin 20 April 2020. Terhadap video itu, akun Mirra Jojo mengklaim bahwa virus korona atau covid-19 merupakan ciptaan FPI bersaudara. "Ke ke ke...
Jdi batuk Soodaraa.. Dgr Ceramah
Wakil Corona yg Ternyata Ciptaan FPI Bersaudara. ....," tulis akun Mirra Jojo.
![[Cek Fakta] Virus Korona atau Covid-19 Ciptaan FPI Bersaudara? Ini Faktanya](https://cdn.medcom.id/images/library/images/koronaFPI.jpg)
Penelusuran:
Dari penelusuran kami, klaim bahwa virus korona atau covid-19 merupakan ciptaan FPI adalah salah. Para peneliti dari Tulane University, Amerika Serikat menyebut covid-19 bukan ciptaan manusia.
"Tidak ada bukti bahwa SARS-CoV-2 yang merupakan virus penyebab covid-19 muncul dari laboratorium. Pada kenyataannya, ini adalah semacam peristiwa munculnya penyakit alami yang telah diperingatkan oleh para peneliti di bidang seperti saya selama bertahun-tahun," kata ahli virologi evolusioner yang terlibat dalam penelitian, Profesor Edward Holmes seperti dilansir mediaindonesia.com, Senin 30 Maret 2020.
![[Cek Fakta] Virus Korona atau Covid-19 Ciptaan FPI Bersaudara? Ini Faktanya](https://cdn.medcom.id/images/library/images/koronaFPI1.jpg)
Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Nature Medicine ini, para peneliti menyimpulkan bahwa covid-19 bukanlah ciptaan manusia karena bukan bagian backbone (rangkaian DNA) virus yang telah digunakan sebelumnya dalam rekayasa.
Kemungkinan covid-19 muncul, kata peneliti, dari penyatuan kembali elemen (rekombinasi) virus yang ditemukan pada kelelawar dan virus lain yang kemungkinan berasal dari trenggiling.
Artinya, para peneliti meyakini covid-19 bukanlah virus laboratorium atau virus yang dimanipulasi secara sengaja. Pasalnya para peneliti percaya bahwa tidak ada jenis skenario berbasis laboratorium yang masuk akal atas munculnya covid-19.
![[Cek Fakta] Virus Korona atau Covid-19 Ciptaan FPI Bersaudara? Ini Faktanya](https://cdn.medcom.id/images/library/images/koronaFPI2.jpg)
Sementara itu, klaim bahwa covid-19 masuk ke Indonesia dikaitkan dengan pelarangan Habib Rizieq pulang ke Indonesia juga tidak berdasar. Sebab berdasarkan catatan Johns Hopkins hingga Rabu 29 April 2020 pukul 12.32 waktu setempat, sebanyak 185 negara atau wilayah yang terkena covid-19.
Total di seluruh dunia sebanyak 3.117.204 kasus positif covid-19. Di antaranya Arab Saudi tercatat sebanyak 20.077 kasus covid-19 dan Indonesia sebanyak 9.511 kasus.
![[Cek Fakta] Virus Korona atau Covid-19 Ciptaan FPI Bersaudara? Ini Faktanya](https://cdn.medcom.id/images/library/images/koronaFPI3.jpg)
Kesimpulan:
Klaim bahwa virus korona merupakan ciptaan FPI adalah salah. Para peneliti dari Tulane University, Amerika Serikat menyebut virus korona atau covid-19 bukan ciptaan manusia.
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis satire atau parodi. Konten jenis ini biasanya tidak memiliki potensi atau kandungan niat jahat, namun bisa mengecoh.
Satire merupakan konten yang dibuat untuk menyindir pada pihak tertentu. Kemasan konten berunsur parodi, ironi, bahkan sarkasme. Secara keumuman, satire dibuat sebagai bentuk kritik terhadap personal maupun kelompok dalam menanggapi isu yang tengah terjadi.
Sebenarnya, satire tidak termasuk konten yang membahayakan. Akan tetapi, sebagian masyarakat masih banyak yang menanggapi informasi dalam konten tersebut sebagai sesuatu yang serius dan menganggapnya sebagai kebenaran.
Referensi:
1.https://mediaindonesia.com/read/detail/299891-isu-covid-19-hasil-konspirasi-penelitian-ini-beri-jawabannya
2.https://coronavirus.jhu.edu/map.html
*Jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks dan memilik sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta dapat melaporkan kepada kami melalui surel cekfakta@medcom.id.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News