Tangkapan layar informasi palsu di media sosial
Tangkapan layar informasi palsu di media sosial

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] Indonesia Kuasai 51 Persen Saham Freeport

Medcom Files Cek Fakta
M Rodhi Aulia • 12 Juni 2020 10:21
Beredar sebuah tautan artikel berjudul "Penguasaan 51 Persen Saham Freeport Oleh Pemerintah Bohong Besar". Adalah akun facebook Tonang Tonang yang membagikan tautan artikel tersebut dari situs forum komunitas maya terbesar Indonesia, KASKUS.
 
Terhadap tautan artikel itu, akun Tonang Tonang membuat komentar. Ia menyesalkan kebohongan tersebut.
 
"Dasar jokod*k tukang tipu... tapi gobl*k nya kenapa ebong tetap percaya," tulis akun Tonang Tonang, Rabu 10 Juni 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 

[Cek Fakta] Indonesia Kuasai 51 Persen Saham Freeport
Unggahan ini ramai direspons warganet. Terdiri dari 655 emotikon, 1.400 komentar dan 102 kali dibagikan.
 
Berikut sejumlah komentar yang muncul:
 
"It has been predicted before," tulis akun Binti Mukaromah, Kamis 11 Juni 2020.
 
"Raja prank ya iya lah," tulis akun Inyiak Kamba, Kamis 11 Juni 2020.
 
"Para cebong itukan yg paling doyan di kibuli, sehingga sampai skrg tetap saja memuji tukang bohong," tulis akun Zulkifli, Kamis 11 Juni 2020.
 

Penelusuran:
Dari penelusuran kami, klaim bahwa penguasaan Pemerintah Indonesia terhadap 51 persen saham PT Freeport Indonesia (PTFI) merupakan sebuah kebohongan besar, adalah salah. Faktanya, artikel berjudul "Penguasaan 51 Persen Saham Freeport Oleh Pemerintah Bohong Besar" merupakan terbitan lama.
 
Artikel ini diunggah di KASKUS pada Kamis 4 Oktober 2018 pukul 08.40 WIB. Adalah Kaskuser, sebutan pengguna KASKUS, naniharyono2018 yang mengunggah artikel opini tersebut.
 

[Cek Fakta] Indonesia Kuasai 51 Persen Saham Freeport
 

Adalah Peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng, yang menulis artikel tersebut. Artikel ini dimuat situs berita RMOL.CO pada Selasa 5 September 2017.
 
Kala itu, Salamuddin tidak yakin bahwa Pemerintah Indonesia akan memiliki 51 saham PTFI. Salamuddin merujuk pada empat poin kesepakatan yang dipublikasikan situs resmi perusahaan afiliasi PTFI, Freeport McMoRan, pada 29 Agustus 2017 dan keraguannya bisa terealisasi dalam jangka pendek.
 
"Artinya kesepakatan ini hanya akan terlaksana jika Jokowi menjadi presiden seumur hidup. Mengapa, karena di Indonesia setiap pergantian presiden maka akan ada pergantian kebijakan. Jadi semakin hoaxlah barang ini," tulis Salamuddin seperti dimuat RMOL.CO, Selasa 5 September 2017.
 

Artikel selengakapnya dapat dilihat di sini.
 

[Cek Fakta] Indonesia Kuasai 51 Persen Saham Freeport
 

473 hari kemudian sejak artikel Salamuddin terbit, Presiden Jokowi mengumumkan bahwa Pemerintah Indonesia telah sah memiliki 51 persen saham PTFI. Pengumuman itu disampaikan setelah Jokowi bertemu dengan PT Freeport di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat 21 Desember 2018.
 
"Saya baru saja menerima laporan dari seluruh menteri yang terkait, dari dirut PT Inalum dan dari CRO dan dari dirut PT Freeport. Disampaikan bahwa saham PT Freeport sudah 51,2 persen sudah beralih ke PT Inalum dan sudah lunas dibayar," kata Jokowi seperti dilansir Viva.co.id, Jumat 21 Desember 2018.
 

[Cek Fakta] Indonesia Kuasai 51 Persen Saham Freeport
 

Medcom.id, pernah mengulas lebih lengkap sepak terjang pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Jokowi merebut mayoritas saham PTFI. Ulasan itu terbit pada Senin 24 Desember 2018 dengan judul "Perjuangan Merebut Freeport".
 

[Cek Fakta] Indonesia Kuasai 51 Persen Saham Freeport
 

Kesimpulan:
Klaim bahwa penguasaan Pemerintah Indonesia terhadap 51 persen saham PT Freeport Indonesia (PTFI) merupakan sebuah kebohongan besar, adalah salah. Faktanya, artikel berjudul "Penguasaan 51 Persen Saham Freeport Oleh Pemerintah Bohong Besar" merupakan terbitan lama.
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
 
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
 

Referensi:
1. https://m.kaskus.co.id/thread/5bb56f8c14088db60b8b4572/penguasaan-51-persen-saham-freeport-oleh-pemerintah-bohong-besar/?
2. https://rmol.id/berita/305855-Penguasaan-51-Persen-Saham-Freeport-Oleh-Pemerintah-Bohong-Besar-
3. https://www.viva.co.id/berita/bisnis/1105467-jokowi-dibayar-lunas-51-saham-freeport-milik-indonesia
4.https://www.medcom.id/ekonomi/analisa-ekonomi/zNALXv3K-perjuangan-merebut-freeport
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id
 

 
(DHI)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif