NEWSTICKER
Tangkapan layar pemberitaan palsu melalui pesan berantai WhatsApp. Foto: WhatsApp
Tangkapan layar pemberitaan palsu melalui pesan berantai WhatsApp. Foto: WhatsApp

[Cek Fakta]

[Cek Fakta] Rekrutmen Volunter Penanganan Pasien Covid-19 Melalui Dokter Irna dari Kemenkes? Hoaks

Medcom Files Cek Fakta
Wanda Indana • 24 Maret 2020 11:32
Beredar pesan berantai WhatsApp memuat informasi yang diklaim dari Kementerian Kesehatan yang sedang membuka pendaftaran sukarelawan (volunteer) untuk menjadi tenaga kesehatan. Volunteer akan ditugaskan untuk membantu penanganan pasien covid-19.
 
Pada pesan itu, tertera nomor ponsel seorang dokter bernama Irna yang seolah bertugas mencari volunteer. Masih pada pesan itu, disebutkan masih dibutuhkan 800 orang relawan lagi. Berikut narasi lengkapnya:
 
"Teman2 mhn bantuannya share ini ya.. saat ini yg mendaftar masih 140an org. Sementara kebutuhannya 800 org. Terima kasih.
Yth Bapak/Ibu,
Mohon ijin...
Bisakah mencarikan volunteer tenaga kesehatan untuk merawat pasien covid 19 di wisma atlit jakarta yg akan dibuka senin ini?
Apabila ada bisa hubungi saya... terimakasih...

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Dr. Irna
+6281212729543
Kemenkes (Batas usia 40 thn maksimal)".

 

[Cek Fakta] Rekrutmen Volunter Penanganan Pasien Covid-19 Melalui Dokter Irna dari Kemenkes? Hoaks
 

Penelusuran:
Setelah ditelusuri tim Cek Fakta Medcom.id, informasi yang mencatut Kemenkes dan nomor ponsel Dr Irna adalah palsu. Pihak Kemenkes telah menyatakan informasi tersebut tidak benar.
 
Dilansir Kemkes.go.id, untuk menghadapi pandemi Covid-19 di Indonesia khususnya di Jakarta, Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan membuka tiga jalur resmi rekrutmen menjadi tenaga kesehatan untuk penanganan covid-19. Dari tiga pola rekrutmen, pendaftaran melalui WhatsApp seperti informasi yang beredar, tidak termasuk jalur pendaftaran resmi Kemenkes.
 

[Cek Fakta] Rekrutmen Volunter Penanganan Pasien Covid-19 Melalui Dokter Irna dari Kemenkes? Hoaks
 

Kami juga menerima kalrifikasi dari pihak Kemenkes melelaui infografik pada Senin, 23 Maret 2020. Informasi dalam grafik itu menyatakan bahwa Kemenkes melakukan kegiatan rekrutmen tenaga kesehatan dalam penanganan covid-19 sebagai berikut; melalui Organisasi Profesi seperti IDI, PPNI, IBI, IAI, PAFI, HAKLI, PATELKI, PERSAGI, PARI dan lain-lain.
 
Kemudian, melalui Poltekkes Kemenkes seperti Poltekkes Kemenkes Jakarta I,II,III; Poltekkes Kemenkes Bandung, Poltekkes Kemenkes Banten. Terakhir, melalui Calon Peserta Nusantara Sehat Individual. Pendaftaran melalui jalur ini bisa diakses pada situs www.nusantarasehat.kemkes.go.id.
 

[Cek Fakta] Rekrutmen Volunter Penanganan Pasien Covid-19 Melalui Dokter Irna dari Kemenkes? Hoaks
 

Pada beberapa unggahan di media sosial, Dokter Irna-- yang dicatut namanya--telah memberikan klarifikasi bahwa informasi tersebut adalah salah. Jika menerima pesan tersebut, Dokter Irna meminta masyarakat untuk mengabaikannya. Berikut klarifikasinya:
 
"Selamat malam saya dr Irna...ingin mengklarifikasi aras wa yg tersebar dengan menyebutkan nama saya sebagai kontak person untuk penerimaan volunteer covid 19, wa tersebut mohon untuk diabaikan, karena wa tersebut bukan official dari Kem Kesehatan. Tolong disampaikan kepada yang membroadcast untuk take down broadcast yang tidak benar tersebut. Terimaksih"
 

[Cek Fakta] Rekrutmen Volunter Penanganan Pasien Covid-19 Melalui Dokter Irna dari Kemenkes? Hoaks
 

Kesimpulan:
Klaim bahwa Kemenkes membuka pendaftaran tenaga kesehatan melalui pesan berantai WhatsApp adalah salah. Ada tiga jalur resmi untuk bisa mendaftar menjadin volunteer tenaga kesehatan penanganan covid-19.
 
Informasi tersebut masuk dalam kategori fabricated content (konten palsu). Fabricated content terbilang menjadi jenis konten palsu yang paling berbahaya. Konten ini dibentuk dengan kandungan 100% tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara fakta.
 

Referensi:
https://bppsdmk.kemkes.go.id/web/berita/2647-2514/hadapi-covid-19-badan-ppsdm-kesehatan-kerahkan-tenaga-kesehatan-dari-poltekkes-kemenkes
Infografik Kemenkes
 

 

(WAN)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif