Tangkapan layar berita palsu Foto:Facebook
Tangkapan layar berita palsu Foto:Facebook

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] Gibran Dihukum Mati Jokowi Hoaks, Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
Whisnu Mardiansyah • 06 Januari 2021 12:13
Beredar sebuah foto dengan narasi Presiden Joko Widodo menghukum mati putra sulungnya Gibran Rakabuming Raka karena terlibat kasus korupsi dana bantuan sosial. Foto ini beredar di media sosial facebok.
 
Akun facebook atas nama Takdir Indah membagikan foto ini pada 23 Desember 2020. Dalam foto tersebut terdapat narasi "Menagih Janji Hukuman Mati Jokowi".
 
Dalam unggahan tersebut terdapat foto Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, Ketua KPK Firli Bahuri dan tersangka korupsi dana bansos mantan Menteri Sosial Juliari P Batubara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Unggahan ini mendapatkan respon dari 19 warganet. Serta delapan komentar dan 53 kali dibagikan ulang. [Cek Fakta] Gibran Dihukum Mati Jokowi Hoaks, Ini Faktanya
 
Penelusuran:
Dari hasil penelusuran tim cek fakta medcom, klaim Presiden Joko Widodo menghukum mati putra sulungnya Gibran Rakabuming Raka adalah salah. Faktanya, tidak ada informasi valid dari media arus utama terkait hal itu.
 
Dilansir dari medcom.id, Gibran sendiri merasa dirugikan dengan isu beredar tentang dirinya terkait dengan kasus korupsi bantuan sosial (bansos) yang dikelola Kementerian Sosial. Putra sulung Presiden Jokowi ini menegaskan tidak pernah ikut campur dalam urusan bansos.
 
"Saya tidak pernah ikut campur dalam urusan bansos. Silakan cek ke PT Sritex dan KPK. Itu berita tidak benar. Bohong," ujarnya, di Solo, Senin, 21 Desember 2020.
 
Dia juga mempersilakan siapa saja mengusut dana kampanye yang dia gunakan dalam kontestasi Pilwakot Solo 2020. Meski dirinya mengaku mengenal sosok Menteri Sosial nonaktif Juliari Peter Batubara. Namun, dia memastikan tidak pernah bertemu sekalipun dengannya.
 
Gibran juga tidak akan melibatkan ayahnya Presiden Jokowi terkait kasus tersebut. Urusan itu akan ia selesaikan sendiri.
 
"Nanti malam saya berkomunikasi dengan Bapak. Tapi, urusan-urusan seperti ini saya selesaikan sendiri saja. Kalau mau korupsi, kenapa tidak dulu-dulu dan proyek yang lebih gede seperti jalan tol, Pertamina, dan lainnya," bebernya.
 
[Cek Fakta] Gibran Dihukum Mati Jokowi Hoaks, Ini Faktanya
 
Dilansir detik.com, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menyebut informasi keterlibatan putra presiden dalam korupsi bansos merupakan rumor yang sudah diklarifikasi oleh Gibran.
 
"Kan sudah diklarifikasi oleh yang bersangkutan sendiri, oleh Mas Gibran kan gitu," kata Alexander Marwata dilansir detik.com.
 
Ia mengatakan semua informasi terkait kasus korupsi bakal menjadi perhatian penyidik. Namun, pihaknya memastikan informasi tanpa disertai alat bukti tidak akan ditindaklanjuti.
 
"Sekarang masih dalam proses penyidikan, nanti informasi apa yang berkembang di masyarakat, itu pasti akan menjadi perhatian dari penyidik. Ya tentu nggak semua informasi, kalau misalnya hanya sebatas isu, desas-desus ngapain juga kita klarifikasi," jelas dia.
 
[Cek Fakta] Gibran Dihukum Mati Jokowi Hoaks, Ini Faktanya
 
Kesimpulan:
Klaim Presiden Joko Widodo menghukum mati putra sulungnya Gibran Rakabuming Raka adalah salah. Faktanya, tidak ada informasi valid dari media arus utama terkait hal itu.
 
nformasi ini jenis hoaks fabricated content (konten palsu). Fabricated content terbilang menjadi jenis konten palsu yang paling berbahaya. Konten ini dibentuk dengan kandungan 100% tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara fakta. Biasanya, fabricated content berupa informasi lowongan kerja palsu dan lain-lain.
[Cek Fakta] Gibran Dihukum Mati Jokowi Hoaks, Ini Faktanya
Referensi:
1.https://www.medcom.id/nasional/daerah/zNPZODOk-disebut-terseret-korupsi-bansos-gibran-melawan-saya-tidak-takut
2.https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-5307279/gibran-dikaitkan-korupsi-bansos-pimpinan-kpk-itu-baru-rumor
3.https://archive.fo/7xxLW
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016
 

 
(WHS)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif