Tangkapan layar pemberitaan palsu di media sosial. Foto: Facebook
Tangkapan layar pemberitaan palsu di media sosial. Foto: Facebook

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] Benarkah Barcode pada Vaksin Covid-19 Mengontrol Manusia sampai Mati? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
Wanda Indana • 26 Juli 2021 16:17
Beredar kabar di media sosial yang menyatakan barcode pada vaksin Covid-19 untuk mengontrol manusia sampai mati. Akun Facebook bernamaRiscy turut menyebarkan informasi itu pada Senin, 19 Juli 2021.
 
Akun itu mengunggah video yang memperlihatkan wawancara Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir pada sebuah gelar wicara (talk show) yang dipandu Najwa Shihab. Pada video berdurasi 1 menit 4 detik itu terdapat narasi "SELAMAT BAGI ANDA YANG SUDAH VAKSIN COVID 19. ANDA DIKONTROL SAMPAI MATI”.
 
Adapun percakapan yang terdapat pada video yang beredar sebagai berikut:

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Najwa Shihab: Sudah merancang agar bisa melacak vaksin-vaksin ini Mas Erick? Erick Thohir: Jadi begini kan kembali kita bicara pada sebuah sistem meminimal risiko apalagi ini menyangkut seluruh Indonesia. Nah karena itu sejak awal Bofarma melakukan barcode di sini bisa terlihat, jadi misalnya tadi Rafi abis disuntik bisa terlihat, di sini (kotak) juga ada barcodenya ini nanti masuk di coldchain yang dikirim ke daerah kita bisa dilihat sampai di mana, nomor mobilnya apa, ada kejadian apa kita bisa melakukan itu"

"cilaka 12 ,13 ,14????????" tulis akun Riscy pada unggahan videonya.


 
[Cek Fakta] Benarkah Barcode pada Vaksin Covid-19 Mengontrol Manusia sampai Mati? Ini Faktanya
 

Penelusuran:
Dari hasil penelusuran, klaim bahwa barcode pada vaksin Covid-19 dapat mengontrol manusia sampai mati adalah salah. Faktanya, barcode pada kemasan vaksin covid-19 bertujuan untuk mempermuda pelacakan distribusi vaksin.
 
Dilansir Medcom.id, Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Amin Soebandrio menjelaskan pada setiap kemasan obat atau vaksin, terdapat label yang berisi nomor seri, barcode dan QR code untuk menjamin setiap produk tersebut terdaftar di perusahaan yang memproduksinya dan terlacak keberadaannya.
 
Dengan memindai (scan) barcode pada vaksin atau obat termasuk pada vaksin covid-19, maka proses distribusi akan mudah dilacak, sehingga bisa memastikan lokasi pengantaran vaksin hingga tercatat sampai ke penerima vaksin.
 
"Memang penting setiap kemasan itu harus ada barcodenya, ada codenya ada nomornya sehingga bisa dilacak seseorang itu menerima vaksin dari batch yang mana," ujarnya.
 
Setiap orang yang diberi vaksin akan dicatat menggunakan vaksin dengan batch tertentu. Dengan begitu, jika terjadi sesuatu seperti Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), maka bisa dilacak penyebabnya dan mengetahui batch vaksin yang digunakan.
 

[Cek Fakta] Benarkah Barcode pada Vaksin Covid-19 Mengontrol Manusia sampai Mati? Ini Faktanya
 

Kesimpulan:
Klaim bahwa barcode pada vaksin Covid-19 dapat mengontrol manusia sampai mati adalah salah. Faktanya, barcode pada kemasan vaksin covid-19 bertujuan untuk mempermuda pelacakan distribusi vaksin.
 
Informasi ini jenis hoaksmisleading content(konten menyesatkan).Misleadingterjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
 
Misleading contentdibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
 

 
[Cek Fakta] Benarkah Barcode pada Vaksin Covid-19 Mengontrol Manusia sampai Mati? Ini Faktanya
 
Referensi:
1.https://www.medcom.id/pendidikan/riset-penelitian/4KZ2RR0K-tak-ada-chip-ini-kandungan-vaksin-covid-19
2.https://archive.md/YULfS
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surelcekfakta@medcom.idatau WA/SMS ke nomor082113322016
 


 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(WAN)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan