Tangkapan layar kabar hoaks di media sosial
Tangkapan layar kabar hoaks di media sosial

[Cek Fakta] Eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan yang Kena OTT KPK Cucu Gembong PKI? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
M Rodhi Aulia • 13 Januari 2020 16:55
Beredar sebuah narasi bahwa mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan merupakan cucu dari Ketua Umum Pertama Partai Komunis Indonesia (PKI) Semaun. Wahyu disebut anak dari Slamet Samaun, anak dari Semaun.
 
Hal itu diungkapkan akun facebook Parlabean Naburju pada Minggu 12 Januari 2020. Akun Parlabean menyertakan tiga foto dalam unggahannya. Ia menyebutkan tiga foto itu terdiri dari Semaun, Slamet Samaun dan Wahyu Setiawan.
 
Berikut narasi atas tiga foto tersebut:

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
"Oh ternyata komisioner yg kena OTT dan yg menangin Jokoun itu anak p Slamet dan p Slamet anak si Semaun gembong PKI asli Jombang. Setali tiga uang dong
Neo Comunist !!!! Embahnya si Wahyu Setiawan."
Sejumlah warganet memercayai narasi yang disebarkan akun Parlabean Naburju tersebut. "Rekarnasii leluhur," kata akun Adi Sugeng Purnomo.
 

[Cek Fakta] Eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan yang Kena OTT KPK Cucu Gembong PKI? Ini Faktanya

 

Penelusuran:
Dari penelusuran tim Cek Fakta Medcom.id, klaim bahwa Wahyu Setiawan adalah cucu dari Semaun, gembong PKI, adalah salah. Dalam unggahan itu disebutkan ayah dari Wahyu Setiawan adalah Slamet Samaun.
 
Kami mencoba melakukan teknik reverse image terkait tiga foto di atas. Terutama foto Slamet Samaun, yang disebut-sebut anak dari Semaun, Ketua Umum Pertama PKI, atau ayah dari Wahyu Setiawan. Namun hasilnya nihil.
 
[Cek Fakta] Eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan yang Kena OTT KPK Cucu Gembong PKI? Ini Faktanya
 
Sementara jika merujuk Historia.id dalam artikel berjudul "Semaun dan Sneevliet, Kisah Persahabatan Dua Orang Revolusioner", Semaun menikah dengan perempuan Rusia. Dari pernikahan pada awal 1945, pasangan itu melahirkan seorang anak bernama Rono Semaun.
 
"Belakangan (Rono) dikenal sebagai penerjemah karya-karya sastra Indonesia ke bahasa Rusia," tulis Historia.id.
 
Adapun di Wikipedia, Semaun terpantau memiliki dua anak. Yaitu Rono Semaun dan Rini Semaun.
 
Merujuk dari berbagai sumber, Semaun tidak memiliki anak bernama Slamet Samaun yang disebut sebagai ayah dari Wahyu Setiawan. Artinya, tak ada catatan sejarah ataupun jejak digital terkait pria bernama Slamet Samaun.
 
Belakangan ini, nama Wahyu mencuat karena terjaring operasi tangkap tangan (OTT) ala Komisi Pemberantasan Korupsi. Wahyu ditetapkan sebagai tersangka kasus suap pengurusan penggantian antarwaktu (PAW) calon anggota legislastif DPR RI dari PDI Perjuangan.
 
Seperti dilansir Merdeka.com dalam artikel berjudul "Kisah 3 murid Tjokroaminoto: Soekarno, Semaoen, Kartosoewirjo" Semaun merupakan teman satu kos dengan Presiden Pertama RI Soekarno dan Kartosoewirjo. Mereka indekos di rumah pemimpin Sarekat Islam Hadji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto. Tepatnya di Gang Paneleh VII, di tepi Sungai Kalimas, Surabaya, Jawa Timur.
 
Semaoen adalah Ketua Partai Komunis Indonesia (PKI) pertama. Kemunculannya di panggung politik pergerakan dimulai di usia belia, 14 tahun. Saat itu, tahun 1914, ia bergabung dengan Sarekat Islam (SI) wilayah Surabaya.
 
Pertemuannya dengan Henk Sneevliet tokoh komunis asal Belanda pada 1915, membuat Semaoen bergabung dengan Indische Sociaal-Democratische Vereeniging, organisasi sosial demokrat Hindia Belanda (ISDV) cabang Surabaya.
 
Aktivitasnya yang tinggi dalam dunia pergerakan membuatnya berhenti bekerja perusahaan kereta Belanda. Saat pindah ke Semarang, dia menjadi redaktur surat kabar VSTP berbahasa Melayu, dan Sinar Djawa-Sinar Hindia, koran Sarekat Islam Semarang.
 
Pada tahun 1918 dia juga menjadi anggota dewan pimpinan di Sarekat Islam (SI). Sebagai Ketua SI Semarang, Semaoen banyak terlibat dengan pemogokan buruh. Bersama-sama dengan Alimin dan Darsono, Semaoen mewujudkan cita-cita Sneevliet untuk memperbesar dan memperkuat gerakan komunis di Hindia Belanda.
 
Sikap dan prinsip komunisme yang dianut Semaoen membuat renggang hubungannya dengan anggota SI lainnya. Pada 23 Mei 1920, Semaoen mengganti ISDV menjadi Partai Komunis Hindia. Tujuh bulan kemudian, namanya diubah menjadi Partai Komunis Indonesia dan Semaoen sebagai ketuanya.
 
PKI pada awalnya adalah bagian dari Sarekat Islam, tapi akibat perbedaan paham akhirnya membuat kedua kekuatan besar di SI ini berpisah pada bulan Oktober 1921.
 
Pada akhir tahun itu juga dia meninggalkan Indonesia untuk pergi ke Moskow, dan Tan Malaka menggantikannya sebagai Ketua Umum. Setelah kembali ke Indonesia pada bulan Mei 1922, dia mendapatkan kembali posisi Ketua Umum dan mencoba untuk meraih pengaruhnya kembali di SI tetapi kurang berhasil.

 

[Cek Fakta] Eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan yang Kena OTT KPK Cucu Gembong PKI? Ini Faktanya
 

Kesimpulan:
Klaim bahwa Wahyu Setiawan adalah cucu dari Semaun, gembong PKI, adalah salah. Informasi ini masuk dalam kategori hoaks jenis fabricated content. Hal ini terbilang menjadi jenis konten palsu yang paling berbahaya. Konten ini dibentuk dengan kandungan 100% tidak bisa dipertanggungjawabkan secara fakta.
 

Sumber:
https://www.facebook.com/parlabean.naburju.5/posts/151490816287564
 

Referensi:
1. https://id.wikipedia.org/wiki/Semaun
2. https://www.merdeka.com/peristiwa/kisah-3-murid-tjokroaminoto-soekarno-semaoen-kartosoewirjo.html
3. https://historia.id/politik/articles/semaun-dan-sneevliet-kisah-persahabatan-dua-orang-revolusioner-P9jYX
 

 

(DHI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif