Tangkapan layar informasi palsu di media sosial
Tangkapan layar informasi palsu di media sosial

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] Foto Jokowi dan Ahok Gunakan Daster di Panti Rehabilitasi Gangguan Mental? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
M Rodhi Aulia • 27 Juli 2020 16:49
Beredar sebuah foto memperlihatkan dua lansia bergambar wajah Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Komisaris Utama PT Pertamina (persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Foto itu beredar di media sosial.
 
Adalah akun facebook WS yang mengunggah foto tersebut, Minggu 26 Juli 2020. Pada foto itu disebutkan Jokowi dan Ahok menggunakan daster. Mereka sedang duduk di sebuah bangku dan di atasnya tertulis 'Panti Rehabilitasi Gangguan Mental'.
 
Akun ini mengunggah sebuah narasi:


"Nasib Tragis Sang Nenek"
Sudah menjadi fenomena alam nyata, dimana sang anak enggan merawat orangtuanya.
Mereka lebih memilih menitipkan orangtuanya tsb ke #PantiJompo, ketimbang mengurus mereka di rumahnya...
Entah apa yg merasuki pikiran sang anak tsb, sehingga mrk malas merawat orangtuanya dg menitipkannya di panti gompo.
Padahal tanpa seorang ibu, mereka takkan mungkin lahir ke dunia...
Seperti dua orang nenek renta ini...
Nasibnya sungguh tragis...
Tanpa anak yg menjenguk...
Tanpa cucu yg bisa menghibur...
Bahkan utk makan saja mereka hrs mau antri menunggu pembagian sembako dari pemerintah...!!!
#SabarYaNek...
#NikmatiSajaKarmamu_Yak_Nek..."

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
[Cek Fakta] Foto Jokowi dan Ahok Gunakan Daster di Panti Rehabilitasi Gangguan Mental? Ini Faktanya
Penelusuran:
Dari penelusuran tim Cek Fakta Medcom.id, klaim bahwa foto itu memperlihatkan Jokowi-Ahok menggunakan daster di Panti Rehabilitasi Gangguan Mental, adalah salah. Faktanya, foto tersebut merupakan editan.
 
Dilansir Tribunnews.com, sebenarnya foto itu memperlihatkan sejumlah penghuni Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia, Jakarta Timur. Foto itu merupakan hasil jepretan jurnalis Tribunnews.com, Hendra Gunawan.
 
Foto itu dimuat dalam sebuah artikel yang diunggah pada Senin 22 April 2013. Di dalam artikel itu diceritakan nasib mereka yang terbuang dari keluarga.


"Saat TRIBUNnews menyambanginya, wanita ini dengan ramah menyapa sambil tersenyum seolah telah melupakan hidup pahit yang menimpa dirinya. Ya wanita ini terbuang dari keluarganya dan kini menjadi penghuni panti tersebut bersama 199 penghuni lainnya," tulis Tribunnews.com dalam laporannya 2013 lalu.


 
[Cek Fakta] Foto Jokowi dan Ahok Gunakan Daster di Panti Rehabilitasi Gangguan Mental? Ini Faktanya
 

Berikut artikel selengkapnya:
 
Mereka Yang Terbuang Dari Keluarga
 
TRIBUNNEWS.COM -- SENYUM mengembang dari bibirnya, meski sudah agak pikun, Murni masih bisa bercanda dengan teman-teman senasibnya penghuni Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia, Ceger, Ciracas, Jakarta Timur.
 
Saat TRIBUNnews menyambanginya, wanita ini dengan ramah menyapa sambil tersenyum seolah telah melupakan hidup pahit yang menimpa dirinya. Ya wanita ini terbuang dari keluarganya dan kini menjadi penghuni panti tersebut bersama 199 penghuni lainnya.
 
Murni yang usianya sekitar 70-an tahun tersebut secara singkat bercerita dirinya ditampung Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia tersebut karena terbuang oleh keluarganya sendiri. "Saya ditinggal sama anak dengan mantu saya, waktu makan di warung," ujarnya.
 
Perawat panti, Didy Ponidy membenarkan wanita tersebut telah terbuang oleh keluarganya. Padahal, dulunya Murni bukanlah orang jalanan. Dia memiliki seorang suami yang berprofesi sebagai tentara. Namun kenyataan hidup menggiringnya menjadi wanita sebatang kara. Sepeninggal sang suami, Murni yang tinggal dengan anak laki-lakinya harus terbuang, karena sang anak lebih menurut pada istrinya.
 
Berdasarkan ceritanya, si anak dan istrinya membawa dia (Murni) makan-makan di sebuat warung mi ayam. Namun saat Murni lengah, sang anak dan menantunya pergi meninggalkan dia hingga telantar. Untung ada orang yang mau mengantarnya ke panti tersebut sejak delapan tahun lalu.
 
Di sana bukan hanya Murni yang dibuang oleh keluarga. Sejumlah penghuni pun mengalami nasib sama, bahkan nasib lebih buruk menimpa Samad. Lelaki yang sudah lumpuh tersebut, digeletakkan begitu saja di samping jalan di depan gedung panti. Berdasarkan keterangan Samad, jelas Didy, lelaki jompo tersebut dibawa oleh keluarganya dan kemudian dibuang. Sayangnya mereka telah pikun dan tidak tahu alamat keluarganya. Saat ini Samad menghuni ruangan 'total care pria' panti, dia harus dilayani mulai dari makan, mandi dan buang air, karena telah lumpuh.
 
Menurut Ponidy, sejumlah penghuni Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia ini adalah orang buangan dari keluarga, karena pihaknya tetap berusaha untuk mencari keluarga mereka. "Bagaimana pun mereka seharusnya berada di tengah keluarga mereka, tetapi masalahnya kebanyakan telah pikun," ujarnya.
 
Sementara sebagian besar, penghuni panti adalah orang-orang jalanan yang dijaring dari razia pemerintah setempat. Mereka tidak memiliki keluarga, agar tidak hidup di jalanan meka ditampung di panti tersebut. Menurut Didy, jumlah penghuni Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia sebanyak 200 orang, sesuai dengan kapasitas panti. "Kalau ada yang mau masuk, terpaksa harus masuk daftar tunggu, karena kapasitasnya memang sebanyak itu," jelasnya.

 

Kesimpulan:
Klaim bahwa foto itu memperlihatkan Jokowi-Ahok menggunakan daster di Panti Rehabilitasi Gangguan Mental, adalah salah. Faktanya, foto tersebut merupakan editan.
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenismanipulated content (konten manipulasi). Manipulated content atau konten manipulasi biasanya berisi hasil editan dari informasi yang pernah diterbitkan media-media besar dan kredibel. Gampangnya, konten jenis ini dibentuk dengan cara mengedit konten yang sudah ada dengan tujuan untuk mengecoh publik.
 

[Cek Fakta] Foto Jokowi dan Ahok Gunakan Daster di Panti Rehabilitasi Gangguan Mental? Ini Faktanya
 

Referensi:
https://www.tribunnews.com/metropolitan/2013/04/22/mereka-yang-terbuang-dari-keluarga
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel [email protected]
 


 
(DHI)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif