Google memperbarui Veo 3.1 dengan dukungan video vertikal native rasio 9:16 dan upscaling hingga 4K, menjadikan pembuatan konten AI lebih sesuai untuk platform video pendek.
Google memperbarui Veo 3.1 dengan dukungan video vertikal native rasio 9:16 dan upscaling hingga 4K, menjadikan pembuatan konten AI lebih sesuai untuk platform video pendek.

Google Perbarui Veo 3.1 dengan Dukungan Video Vertikal dan Peningkatan Resolusi Hingga 4K

Lufthi Anggraeni • 17 Januari 2026 08:37
Jakarta: Google kembali menghadirkan pembaruan signifikan untuk teknologi video berbasis kecerdasan buatan (AI) miliknya melalui Veo 3.1, model video generatif yang kini menawarkan dukungan pembuatan video vertikal secara native serta peningkatan resolusi output hingga 4K. 
 
Pembaruan ini diharapkan memberikan lebih banyak fleksibilitas dan kualitas bagi kreator konten, terutama dalam konteks pembuatan video pendek yang populer di berbagai platform media sosial. Veo 3.1 merupakan teknologi AI yang dikembangkan oleh Google DeepMind sebagai bagian dari ekosistem kreativitas berbasis AI.
 
Melalui fitur Ingredients to Video, model ini memungkinkan pengguna menghasilkan video dari referensi gambar dan/atau perintah teks atau prompt, dengan kontrol lebih baik terhadap karakter, latar, objek, dan gaya visual.

Salah satu peningkatan utama pada Veo 3.1 adalah kemampuan untuk membuat video vertikal atau portrait dalam rasio aspek 9:16 secara native, tanpa perlu memotong atau menyesuaikan video dari versi horizontal.
 
Fitur ini sangat relevan dengan tren konten saat ini, di mana video vertikal menjadi format dominan di platform seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts. Dengan dukungan video vertikal native, pengguna dapat membuat konten yang langsung sesuai dengan kebutuhan tampilan layar ponsel tanpa proses pengeditan tersendiri.
 
Selain itu, pembaruan ini juga menghadirkan peningkatan konsistensi visual dan ekspresivitas video. Dalam praktiknya, model kini lebih baik dalam menjaga konsistensi karakter dan elemen visual antar adegan, bahkan saat latar atau setting berubah, sehingga narasi dalam video terasa lebih utuh.
 
Veo 3.1 tidak hanya fokus pada format video, tetapi juga pada peningkatan kualitas visualnya. Model ini kini mendukung upscaling video hingga resolusi 1080p dan 4K, menjadikannya tidak hanya cocok untuk konten sosial media, tetapi juga untuk keperluan produksi yang lebih profesional.
 
Peningkatan resolusi ini memungkinkan video hasil AI tampil lebih tajam dan detail, yang sangat penting bagi kreator konten atau studio yang membutuhkan keluaran visual berkualitas tinggi. Kendati proses awal pembentukan klip kerap masih dilakukan pada resolusi lebih rendah, teknologi upscaling yang dipakai Veo 3.1 mampu menghasilkan output akhir serupa video beresolusi tinggi.
 
Hal ini berarti kreator dapat memanfaatkan kemampuan AI untuk menghasilkan video berkualitas profesional tanpa harus mengandalkan perangkat keras kelas tinggi atau proses rendering manual yang rumit.
 
Pembaruan Veo 3.1 diposisikan sebagai bagian dari upaya Google untuk memperluas kapabilitas konten AI di berbagai lini produknya. Teknologi ini sudah mulai tersedia pada beberapa platform seperti aplikasi Gemini, YouTube Shorts, dan YouTube Create untuk pengguna umum atau kreator konten ringan.
 
Sementara bagi pengguna profesional atau perusahaan, Veo 3.1 juga diakses melalui layanan seperti Gemini API, Vertex AI, Flow, dan Google Vids. Keberadaan teknologi ini di berbagai platform menunjukkan strategi Google untuk memasukkan kecerdasan buatan dalam setiap tahapan pembuatan konten digital, dari ide awal hingga publikasi.
 
Integrasi tersebut diharapkan meningkatkan produktivitas kreator sekaligus membuka peluang kreativitas tanpa batas dalam pembuatan video berbasis AI. Selain itu, pembaruan Veo 3.1 memberi manfaat besar bagi kreator, terutama mereka yang aktif di platform video pendek.
 
Dengan dukungan 9:16 native dan kemampuan uppscale 4K, proses produksi konten kini bisa berlangsung lebih cepat dan efisien. Kreator tidak lagi perlu menghabiskan banyak waktu untuk crop video atau menyesuaikan format secara manual, hasil AI yang dihasilkan sudah langsung siap untuk diunggah.
 
Selain itu, kemampuan mempertahankan konsistensi visual antar adegan juga memungkinkan pembuatan cerita video yang lebih kohesif dan profesional, meskipun hanya berbasis input gambar atau teks sederhana. Hal ini penting terutama bagi pengguna yang ingin menciptakan storytelling kuat di format video pendek.
 
Dengan peluncuran pembaruan ini, Veo 3.1 menunjukkan bahwa AI semakin mampu menangani tantangan kreatif dalam produksi video. Kemampuan untuk menghasilkan video vertikal berkualitas tinggi ditambah dukungan resolusi 4K menempatkan teknologi ini sebagai alat yang relevan bagi kreator modern.
 
Ke depan, model ini diperkirakan akan terus dikembangkan untuk meningkatkan kualitas, efisiensi, dan fleksibilitas output video berdasarkan kebutuhan pengguna.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan