Tangkapan layar informasi yang beredar di media sosial
Tangkapan layar informasi yang beredar di media sosial

Fakta atau Hoaks

[Cek Fakta] Vaksin Covid-19 Berisi Cairan Iblis Sebabkan Banyak Orang Meninggal demi Agenda Depopulasi? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
M Rodhi Aulia • 19 Desember 2021 12:33
Beredar sebuah narasi bahwa vaksin Covid-19 berisi cairan iblis dan menyebabkan banyak orang meninggal. Narasi ini beredar di media sosial.
 
Adalah akun facebook Jeremya yang turut mengunggah narasi tersebut dalam grup penipuan Corona, Minggu 19 Desember 2021. Pada narasi itu dijelaskan vaksin merupakan diduga bagian dari agenda depopulasi atau pengurangan jumlah manusia di bumi.
 
Berikut narasi selengkapnya:


"SUDAH TAU VX ???? ITU BERISI CAIRAN SETAN IBLIS ????
TAPI KOK MASIH SAJA ADA BANYAK ORANG MENYERAHKAN DIRINYA, ANAKNYA DAN KELUARGANYA UNTUK DIJADIKAN TUMBALNYA IBLIS ???? DENGAN CARA DIBERIKAN CAIRAN SETAN VX !! ???? ????
SEBAGAI RAKYAT, BOLEH DONG SU'UDZON (MENARUH CURIGA) KEPADA SEORANG PRESIDEN YANG BERNAMA JOKOWI (KARENA ANDA DIPILIH OLEH RAKYAT) !!!
KECURIGAAN KAMI ADALAH :
DENGAN BANYAKNYA RAKYAT YANG MATI KARENA DIAKIBATKAN DARI CAIRAN SETAN ???? VX ????
JANGAN-JANGAN RAKYAT TELAH DIJADIKAN TUMBAL ATAS PERMINTAAN DAN PERJANJIAN DENGAN KELOMPOK ELITE GLOBAL YANG SALAH SATU AGENDANYA ADALAH :
DE-POPULASI PENDUDUK DUNIA (PEMBANTAIAN MASSAL MELALUI CAIRAN SETAN ???? VX ????)."

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
[Cek Fakta] Vaksin Covid-19 Berisi Cairan Iblis Sebabkan Banyak Orang Meninggal demi Agenda Depopulasi? Ini Faktanya
Benarkah demikian?
 

Penelusuran:
Dari penelusuran kami, klaim bahwa vaksinasi Covid-19 merupakan rangkaian kegiatan menuju depopulasi, adalah salah. Faktanya, ini hoaks lama yang kembali beredar di tengah masyarakat.
 
Beberapa waktu lalu, kami menemukan narasi senada. Selengkapnya dapat dibaca di sini:
 
[Cek Fakta] Vaksin Sengaja Dibuat untuk Mengurangi Jumlah Penduduk Dunia? Ini Faktanya
 

[Cek Fakta] Vaksin Covid-19 Berisi Cairan Iblis Sebabkan Banyak Orang Meninggal demi Agenda Depopulasi? Ini Faktanya
 

Lebih lanjut, sederhananya dapat dilihat jumlah orang yang sudah divaksin Covid-19. Bisa dibandingkan jumlah tersebut dengan angka kematian.
 
Jika terdapat angka kematian, apakah sudah dipastikan karena vaksin atau hal lain. Di sisi lain justru, vaksin efektif mengurangi risiko kematian akibat Covid-19.


"Berdasarkan data tersebut, risiko kematian akibat corona turun hingga 37% bagi mereka yang telah mendapatkan satu dosis vaksin. Sedangkan, risiko kematian turun hingga 73% bagi orang yang telah mendapatkan dua dosis vaksin," tulis katatada.co.id dalam laporannya, 8 September 2021.


 
[Cek Fakta] Vaksin Covid-19 Berisi Cairan Iblis Sebabkan Banyak Orang Meninggal demi Agenda Depopulasi? Ini Faktanya
 

Kesimpulan:
Klaim bahwa vaksinasi Covid-19 merupakan rangkaian kegiatan menuju depopulasi, adalah salah. Faktanya, ini hoaks lama yang kembali beredar di tengah masyarakat.
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
 
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
 

[Cek Fakta] Vaksin Covid-19 Berisi Cairan Iblis Sebabkan Banyak Orang Meninggal demi Agenda Depopulasi? Ini Faktanya
 

Referensi:
https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/xkEXjWeb-cek-fakta-vaksin-sengaja-dibuat-untuk-mengurangi-jumlah-penduduk-dunia-ini-faktanya
https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/09/08/kemenkes-vaksin-efektif-turunkan-risiko-kematian-covid-19
https://web.facebook.com/groups/561631561541003/posts/639727640398061/
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016
 

 
(DHI)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif