Tangkapan layar informasi palsu di media sosial
Tangkapan layar informasi palsu di media sosial

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] Presiden Jokowi Pamit ke SBY Pulang ke Solo? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
M Rodhi Aulia • 14 Juli 2020 10:55
Beredar sebuah narasi bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpamitan kepada Presiden ke-7 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Jokowi pamit karena hendak pulang ke kampung halamannya di Solo, Jawa Tengah.
 
Adalah akun facebook Devit Rizki yang mengunggah foto berisi narasi tersebut, Minggu 12 Juli 2020.Berikut foto berisi narasi tersebut:
 

[Cek Fakta] Presiden Jokowi Pamit ke SBY Pulang ke Solo? Ini Faktanya

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 

Unggahan ini ramai direspons warganet. Terdiri dari 103 emotikon, 80 komentar dan 24 kali dibagikan.
Penelusuran:
Dari penelusuran kami, klaim bahwa Jokowi hendak pulang ke kampung halamannya di Solo, Jawa Tengah dan pamit kepada SBY, adalah salah. Faktanya, tidak ada informasi valid mengenai hal itu.
 
Kemudian foto yang memperlihatkan Jokowi dan SBY itu diabadikan pada 2014. Saat itu, Jokowi masih berstatus sebagai Presiden terpilih alias belum resmi dilantik menjadi Presiden periode 2014-2019.
 
Foto itu memperlihatkan suasana Jokowi bertemu SBY yang masih aktif sebagai Presiden. Mereka berdua menggelar pertemuan khusus di Bali, Rabu 27 Agustus 2014.
 
"Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) bersama Presiden terpilih, Joko Widodo (Jokowi) bersiap menggelar jumpa pers usai mengadakan pertemuan di Hotel The Laguna, Nusa Dua, Bali, Rabu (27/8/2014). Pertemuan tersebut membicarakan berbagai hal menyangkut transisi pemerintahan. AFP PHOTO / SONNY TUMBELAKA," tulis Tribunnews.com dalam keterangan foto, Kamis 28 Agustus 2014.
 

[Cek Fakta] Presiden Jokowi Pamit ke SBY Pulang ke Solo? Ini Faktanya
 

Kesimpulan:
Klaim bahwa Jokowi hendak pulang ke kampung halamannya di Solo, Jawa Tengah dan pamit kepada SBY, adalah salah. Faktanya, tidak ada informasi valid mengenai hal itu.
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis satire atau parodi. Konten jenis ini biasanya tidak memiliki potensi atau kandungan niat jahat, namun bisa mengecoh.
 
Satire merupakan konten yang dibuat untuk menyindir pada pihak tertentu. Kemasan konten berunsur parodi, ironi, bahkan sarkasme. Secara keumuman, satire dibuat sebagai bentuk kritik terhadap personal maupun kelompok dalam menanggapi isu yang tengah terjadi.
 
Sebenarnya, satire tidak termasuk konten yang membahayakan. Akan tetapi, sebagian masyarakat masih banyak yang menanggapi informasi dalam konten tersebut sebagai sesuatu yang serius dan menganggapnya sebagai kebenaran.
 

Referensi:
https://m.tribunnews.com/images/editorial/view/1295761/sby-dan-jokowi-bertemu-di-nusa-dua-bali
https://archive.today/6qUf6
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel [email protected]
 


 
(DHI)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif