Tangkapan layar informasi palsu di media sosial
Tangkapan layar informasi palsu di media sosial

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] Masyarakat tak Mampu Butuh Makan Dapat Menghubungi Kemensos? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
M Rodhi Aulia • 28 April 2020 19:46
Beredar sebuah narasi dan poster bahwa jika ada masyarakat Indonesia yang tidak mampu memenuhi kebutuhan makan sehari-hari akibat covid-19 dapat menghubungi nomor kontak milik Kementerian Sosial (Kemensos). Masyarakat dapat menghubungi nomor telepon seluler 08111022210.
 
"Yuk bantu sebarluaskan & digunakan sebagaimana mestinya & hanya untuk yang berhak saja," penggalan bunyi narasi yang beredar.
 
Adalah akun facebook Kang Jo Wisesa yang turut menyebarkan narasi dan poster ini di media sosial pada Sabtu 25 April 2020. Berikut narasi lengkapnya:

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
"Nomor Bantuan Sosial Kementerian Sosial
Apabila ada masyarakat Indonesia yang tidak mampu makan akibat terdampak Covid-19, dapat langsung menghubungi nomor Hp./WA pengaduan Bansos Covid19 :
0811-10-222-10
Yuk bantu sebarluaskan & digunakan sebagaimana mestinya & hanya untuk yang berhak saja.
Kalau ada disekitar anda ada masyarakat yg kekurangan Mohon dibantu
Sumber : kemsos.go.id."
[Cek Fakta] Masyarakat tak Mampu Butuh Makan Dapat Menghubungi Kemensos? Ini Faktanya

 

Penelusuran:
Dari penelusuran kami, klaim bahwa jika ada masyarakat Indonesia yang tidak mampu memenuhi kebutuhan makan sehari-hari akibat covid-19 dapat menghubungi nomor kontak milik Kementerian Sosial (Kemensos), adalah salah. Faktanya informasi tersebut tidak tepat.
 
Kemensos memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar. Kemensos mengakui memiliki nomor telepon seluler 08111022210.
 
"Namun, kami tidak melayani pendaftaran penerima bantuan sosial melalui layanan aduan tersebut," kata Kemensos melalui akun Instagram @kemensosri, Senin 27 April 2020.
 
Kemensos menjelaskan nomor tersebut disediakan apabila masyarakat menemukan masalah terkait bantuan sosial (bansos). Permasalahan itu di antaranya bansos yang salah sasaran, dugaan penyelewengan bansos, dan dugaan pungutan liar.
 
"Masyarakat dapat membantu mengirimkan aduan, dengan format: Nama Lengkap (spasi) Nomor KTP (spasi) Alamat (spasi) Aduan," terang Kemensos.
 

[Cek Fakta] Masyarakat tak Mampu Butuh Makan Dapat Menghubungi Kemensos? Ini Faktanya
 

 
Berikut pernyataan lengkapnya:
 
Beredar poster di media sosial berlogo Kementerian Sosial yang berisi bahwa masyarakat yang tidak mampu makan akibat terdampak #COVID19 dapat menghubungi nomor aduan Bansos #COVID19
 
Faktanya, memang benar @kemensosri membuka layanan aduan bantuan sosial penanganan #COVID19 dengan nomor 08111022210
 
Namun, kami tidak melayani pendaftaran penerima bantuan sosial melalui layanan aduan tersebut. Nomor tersebut disediakan apabila masyarakat menemukan masalah terkait bantuan sosial seperti salah sasaran, penyelewengan, pungli, dll, masyarakat dapat membantu mengirimkan aduan, dengan format :
Nama Lengkap (spasi) Nomor KTP (spasi) Alamat (spasi) Aduan
 
#KemensosHadir #COVID19 #BansosLawanCovid19 #BersamaLawanHoax

 

Kesimpulan:
Klaim bahwa jika ada masyarakat Indonesia yang tidak mampu memenuhi kebutuhan makan sehari-hari akibat covid-19 dapat menghubungi nomor kontak milik Kementerian Sosial (Kemensos), adalah salah. Faktanya informasi tersebut tidak tepat.
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis satire atau parodi. Konten jenis ini biasanya tidak memiliki potensi atau kandungan niat jahat, namun bisa mengecoh.
 
Satire merupakan konten yang dibuat untuk menyindir pada pihak tertentu. Kemasan konten berunsur parodi, ironi, bahkan sarkasme. Secara keumuman, satire dibuat sebagai bentuk kritik terhadap personal maupun kelompok dalam menanggapi isu yang tengah terjadi.
 
Sebenarnya, satire tidak termasuk konten yang membahayakan. Akan tetapi, sebagian masyarakat masih banyak yang menanggapi informasi dalam konten tersebut sebagai sesuatu yang serius dan menganggapnya sebagai kebenaran.
 
Seperti diketahui sejumlah pihak mengaku kebingungan dengan adanya bansos. Di antaranya soal penyaluran bansos yang tidak merata, salah sasaran dan lamban. Sementara sejumlah pihak merasa sangat membutuhkan bansos untuk 'berdamai' dengan perut sesegera mungkin.
 

Referensi:
https://www.instagram.com/p/B_eBJjLnPW2/
 

*Jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks dan memilik sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta dapat melaporkan kepada kami melalui surel cekfakta@medcom.id.
 


 
(DHI)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif