Tangkapan layar informasi yang beredar di WhatsApp
Tangkapan layar informasi yang beredar di WhatsApp

Fakta atau Hoaks

[Cek Fakta] Beredar Daftar Negara Umumkan Pembatalan semua Prosedur Wajib Karantina, Tes Covid dan Vaksin? Ini Faktanya

Medcom Files Cek Fakta
M Rodhi Aulia • 01 Februari 2022 13:04
Beredar sebuah narasi bahwa sejumlah negara membatalkan semua prosedur terkait pencegahan Covid-19. Narasi ini beredar di WhatsApp, baru-baru ini.
 
Berikut narasinya:

Kabar Gembirraa
===============
[23/01, 00:06] Ahmed Ibrahim:
===============
1. Negara-negara berikut mengumumkan pembatalan semua prosedur Wajib Karantina, Tes Corona, dan Vaksin, dan menganggap Corona hanya flu musiman:(( alhamdulillah... bebass euyy...
 
1) Turki
2) Brasil
3) Inggris
4) Swedia
5) Spanyol
6) Republik Ceko
7) Meksiko
8) El Salvador
9) Jepang
10) Singapura

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Semoga Indonesia menyusul..

[Cek Fakta] Beredar Daftar Negara Umumkan Pembatalan semua Prosedur Wajib Karantina, Tes Covid dan Vaksin? Ini Faktanya
 

Benarkah demikian?
 

Penelusuran:
Dari penelusuran kami, klaim bahwa sejumlah negara membatalkan semua prosedur terkait pencegahan Covid-19, adalah salah. Faktanya, beberapa negara yang tercantum dalam daftar tersebut masih memberlakukan prosedur terkait pencegahan Covid-19.
 
Di antaranya, Singapura, yang sedang mengalami lonjakan kasus Covid varian Omicron. Pemerintah Singapura mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti protokol kesehatan.
 
Terlebih dalam merayakan Imlek. Pemerintah setempat mengimbau agar dirayakan secara virtual.


"Selain itu, Kemenkes Singapura juga telah menyarankan agar masyarakat melakukan tes antigen sebelum pergi berkunjung ke tempat orang lain. Terutama, jika ada orang tua atau orang yang tidak divaksin karena rentan tertular virus corona penyebab Covid-19," tulis CNBCIndonesia.com dalam laporannya, 30 Januari 2022.


 
[Cek Fakta] Beredar Daftar Negara Umumkan Pembatalan semua Prosedur Wajib Karantina, Tes Covid dan Vaksin? Ini Faktanya
 

Kemudian, Jepang. Negara yang dipimpin Perdana Menteri Fumio Kishida ini masuk menerapkan masa karantina, meski terus berkurang dari 14 hari menjadi 10 hari dan terkini, 7 hari.
 
Pula Swedia. Pemerintah setempat memperpanjang larangan masuk ke Swedia hingga 28 Februari 2022, khusus dari neagra Eropa dan 31 Maret 2022 dari luar Eropa.


"Orang yang bepergian ke Swedia dari negara-negara UE/EEA, termasuk negara-negara Nordik, harus menunjukkan Sertifikat COVID Digital UE atau sertifikat terkait yang menunjukkan bahwa mereka telah divaksinasi COVID-19, dites negatif dalam 72 jam setelah kedatangan atau pulih dari COVID- 19 dalam enam bulan terakhir. Persyaratan ini berlaku untuk warga negara asing berusia 18 tahun ke atas, dengan pengecualian tertentu," sebagaimana dikutip dari salah satu situs pemerintah Swedia.


 
[Cek Fakta] Beredar Daftar Negara Umumkan Pembatalan semua Prosedur Wajib Karantina, Tes Covid dan Vaksin? Ini Faktanya
 

Kesimpulan:
Klaim bahwa sejumlah negara membatalkan semua prosedur terkait pencegahan Covid-19, adalah salah. Faktanya, beberapa negara yang tercantum dalam daftar tersebut masih memberlakukan prosedur terkait pencegahan Covid-19.
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis fabricated content (konten palsu). Fabricated content terbilang menjadi jenis konten palsu yang paling berbahaya. Konten ini dibentuk dengan kandungan 100% tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara fakta. Biasanya, fabricated content berupa informasi lowongan kerja palsu dan lain-lain.
 

[Cek Fakta] Beredar Daftar Negara Umumkan Pembatalan semua Prosedur Wajib Karantina, Tes Covid dan Vaksin? Ini Faktanya
 

Referensi:
https://www.cnbcindonesia.com/news/20220130190205-4-311612/covid-19-melesat-singapura-imbau-warga-rayakan-imlek-virtual
https://www.antaranews.com/berita/2673193/jepang-kurangi-masa-karantina-kontak-erat-covid
https://www.government.se/press-releases/2022/01/ban-on-entry-to-sweden-extended/
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016
 

 
(DHI)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif