Tangkapan layar pemberitaan palsu di media sosial. Foto: Facebook
Tangkapan layar pemberitaan palsu di media sosial. Foto: Facebook

[Fakta atau Hoaks]

[Cek Fakta] Kabar Driver Ojol Pasrah Jadi Korban Begal karena Takut Dipenjara Jika Melawan Hoaks, Begini Faktanya

Medcom Files begal Ojek Online hoax Cek Fakta kabar hoaks
Wanda Indana • 19 April 2022 12:08
Viral kolase foto yang dinarasikan memperlihatkan wajah seorang pengemudi layanan pesan-antar makanan daring Shopee Food memar pada bagian mata. Disebutkan, driver tersebut pasrah menjadi korban begal karena takut dipenjara jika melawan.
 
Akun Facebook Mhery AndhyRaikut membagikan foto itu pada Sabtu, 16 April 2022. Pada unggahannya, akun itu menyertakan narasi sebagai berikut:
 
"Ga Melawan Bisa Mati
Melawan takut jadi Tersangka...
Pasrah,yah babak belur harta bendapun lenyap.
Fix Begal Merajalela karna merasa punya Power..."

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 

Benarkah narasi tersebut? Berikut cek faktanya.
[Cek Fakta] Kabar <i>Driver</i> Ojol Pasrah Jadi Korban Begal karena Takut Dipenjara Jika Melawan Hoaks, Begini Faktanya
 

Penelusuran:
Dari hasil penelusuran, klaim bahwa seorang pengemudi layanan pesan-antar makanan daring pasrah menjadi korban begal karena takut dipenjara jika melawan adalah salah. Faktanya, bukan menjadi korban begal, driver tersebut babak belur usai aduh jotos dengan rekan kerja.
 
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menegaskan, pria di foto itu menyebarkan berita bohong bahwa dirinya menjadi korban begal atau kejahatan jalanan adalag hoaks. Memar di wajahnya ternyata karena berkelahi dengan rekannya.
 
Pria tersebutberinisial AK (25) warga Gedongtengen, Yogyakarta. Cerita fiktif yang dibuat AK
viral di berbagai platform media sosial sejak Rabu 13 April 2022. Polisi pun memberikan klarifikasinya.
 
"Yang viral adalah adanya seorang laki-laki yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online 'S' yang mengantar makanan bahwa yang bersangkutan menjadi korban kejahatan jalanan atau yang lagi trending saat ini disebut klithih walaupun klithih itu salah kaprah," kata Kombes Ade saat rilis kasus di Mapolres Sleman, seperti dilansir Detik.com, Sabtu 16 April 2022.
 
Ade Ary menerangkan cerita karangan AK menjadi korban kejahatan jalanan itu viral di berbagai grup Facebook dan beberapa akun Instagram. Dalam beberapa postingan itu istri AK yakni wanita berinisial M juga turut berkomentar dan menjelaskan kejadian yang menimpa suaminya.
 
"Bahwa dia (AK) dicegat oleh 4 motor di daerah Blimbingsari hari Rabu 13 April 2022 sekira jam 1 hingga 2 (dini hari) dicegat 4 motor terdiri dari 8 orang tanpa ada sebab musabab dilakukan penganiayaan terhadap dirinya katanya, dengan menggunakan alat. Ada yang membawa senjata tajam, tapi alat yang digunakan untuk menganiaya dirinya adalah sejenis kunci inggris," urainya.
 
Masih dikutip dari sumber yang sama, polisi, lanjut Ade Ary, kemudian menyelidiki peristiwa itu dan menemukan fakta tidak ada kejadian seperti yang menimpa AK.
 
"Setelah melakukan penyelidikan di tempat yang diduga TKP, kami mendapat bantuan dari Kepala Dukuh dan saksi yang menyatakan tidak ada kejadian yang disebutkan di akun medsos tadi, ternyata tidak ada kejadian itu. Bahkan saksi di lapangan menjelaskan bahwa mereka patroli dini hari," sebutnya.
 
Kebohongan yang dibuat AK dimulai ketika dia pulang ke rumah dan bertemu M, istrinya. Karena masih dalam pengaruh alkohol dia bercerita ke istrinya bahwa telah menjadi korban kejahatan jalanan. Saat bercerita itu, keduanya pun sepakat tidak melaporkan ke polisi.
 
Kabar bohong itu semakin menyebar ketika AK bercerita ke sesama ojek online. Hingga akhirnya viral di media sosial.
 

Kesimpulan:
Klaim bahwa seorang pengemudilayanan pesan-antar makanan daringpasrah menjadi korban begal karena takut dipenjara jika melawan adalah salah. Faktanya, bukan menjadi korban begal, driver tersebut babak belur usai aduh jotos dengan rekan kerja.

Informasi ini masuk kategori hoaks jenis fabricated content (konten palsu). Fabricated content terbilang menjadi jenis konten palsu yang paling berbahaya. Konten ini dibentuk dengan kandungan 100% tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara fakta. Biasanya, fabricated content berupa informasi lowongan kerja palsu dan lain-lain.


[Cek Fakta] Kabar <i>Driver</i> Ojol Pasrah Jadi Korban Begal karena Takut Dipenjara Jika Melawan Hoaks, Begini Faktanya
 

Referensi:
https://www.detik.com/jateng/hukum-dan-kriminal/d-6035567/geger-diduga-klithih-di-simpang-3-barat-mirota-kampus-jogja-ternyata-hoax
 

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016
 
Kami saat ini mengadakan survei/kuesionerbertujuan memahami perilaku dan preferensi audiens terkait konten cek fakta dari media/pers di Indonesia. Anda bisa mengisi survei melalui tautan link di bawah ini. Data Anda akan dijamin kerahasiaannya dan hanya akan digunakan guna keperluan penelitian.
 
Link survei:https://tinyurl.com/survei-audiens-cekfakta

 

 
(WAN)
LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif