Ilustrasi.
Ilustrasi.

Bahaya Melakukan Rooting pada Android

Teknologi tips dan trik teknologi
Ellavie Ichlasa Amalia • 17 Desember 2018 23:06
Jakarta: Android didasarkan pada Linux kernel. Ini memungkinkan para pengguna yang paham untuk mendapatkan akses ke root dan melakukan perubahan serta menambahkan fitur yang mereka inginkan.

Pada awalnya, mendapatkan akses ke root -- proses yang sering disebut dengan rooting -- bukanlah yang hal yang susah. Namun, kini, rooting menjadi praktek yang tidak hanya lebih sulit untuk dilakukan, tapi jarang dilakukan karena memiliki bahaya tersendiri.

Kenapa orang melakukan rooting?
Meskipun berbahaya, ada alasan tersendiri mengapa seseorang melakukan rooting. Melakukan rooting pada Android -- atau jailbreak pada iPhone -- sama saja dengan menggunakan Windows sebagai seorang administrator.

Dengan kata lain, Anda mendapatkan akses ke system directory, memungkinkan Anda untuk mengubah cara sistem operasi bekerja.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Salah satu alasan seseorang melakukan rooting karena mereka ingin menghapus atau menyembunyikan aplikasi tertentu secara permanen. Rooting juga memungkinkan Anda memulihkan kembali file yang telah dihapus. Dengan begitu, Anda tidak perlu khawatir file Anda akan hilang. Meskipun begitu, rooting memiliki risiko.

 

Risiko Rooting
 

Melakukan rooting akan memberikan Anda akses sepenuhnya pada sistem Android. Itu bisa disalahgunakan jika tidak hati-hati. Android didesain sedemikian rupa sehingga hacker jahat sulit mengacaukan sistem karena terbatasnya akses ke profil pengguna.

Namun, seorang pengguna yang telah mendapatkan akses ke root bisa mengacaukan ponsel dengan memasang aplikasi yang salah atau mengubah file sistem.

Android Anda juga menjadi lebih rentan untuk diretas karena aplikasi root memiliki akses yang lebih leluasa pada sistem ponsel Anda. Sekali sebuah malware mendapatkan akses ke ponsel yang telah di-rooting, maka ia akan mendapatkan akses ke banyak data.



Inilah alasan mengapa Google tidak mendukung perangkat yang telah di-rooting. Pada Android, ada API bernama SafetyNet untuk mengetahui apakah sebuah ponsel telah diserang hacker atau tidak.

Sejumlah aplikasi yang bertanggung jawab atas data sensitif biasanya memeriksa apakah sebuah ponsel sudah di-rooting. Aplikasi-aplikasi itu biasanya tidak akan bisa dijalankan di ponsel yang sudah di-rooting. Contohnya Android Pay.

Jika Anda sering menggunakan aplikasi yang memiliki tingkat keamanan tinggi, sebaiknya Anda jangan melakukan rooting pada ponsel Anda.

Selain itu, proses rooting itu sendiri cukup berbahaya. Jika tidak hati-hati, Anda bisa membuat ponsel sama sekali tidak bisa digunakan. Biasanya, melakukan rooting juga akan mematikan garansi ponsel.

Update pada sistem operasi juga biasanya akan membuat Anda kehilangan akses ke root, bahkan setelah melakukan rooting. Jadi, jika Anda ingin menggunakan ponsel yang telah di-rooting, Anda hanya bisa menggunakan ponsel dengan sistem operasi lama yang penuh bug.



(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi