Hal ini menimbulkan risiko baru yang tengah berkembang di era kemajuan teknologi saat ini, yaitu kebocoran terhadap data pribadi tersebut dan potensi digunakan oleh penjahat dunia maya untuk melakukan kegiatan penipuan.
Anda dapat menanggulangi hal ini dengan membatasi pengguna lain yang dapat melihat informasi personal tersebut. Pembatasan ini akan membantu menjamin informasi pribadi Anda hanya diketahui oleh orang-orang terpercaya.
Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan fitur geo-tagging yang umumnya digunakan media sosial saat mengunggah foto. Untuk menjamin keamanan, Anda harus memastikan fitur ini nonaktif sebelum mengunggah konten, guna memastikan penjahat siber dan orang yang tidak diinginkan mengetahui lokasi Anda.
Anda juga perlu memperhatikan unggahan di media sosial, sebab terlalu banyak berbagi di media sosial memudahkan penjahat siber untuk mendeskripsikan diri Anda dengan lebih akurat.
Anda harus merahasiakan data sensitif, seperti tanggal lahir, alamat, pekerjaan atau nama anggota keluarga, bahkan status hubungan.
Selain itu, Anda juga hanya perlu berbagi foto dan konten media sosial lain dengan rekan yang diinginkan. Jika telah memblokir seseorang, pastikan orang tersebut tidak berada dalam lingkaran media sosial Anda.
Anda juga perlu memastikan untuk menerima permintaan permintaan dari orang yang dikenal di kehidupan nyata. Sebab peretas atau penjahat siber akan mengirimkan permintaan pertemanan untuk mendapatkan informasi pribadi Anda.
Mengatur username dan password unik pada setiap akun media sosial yang Anda miliki menjadi salah satu cara terbaik untuk melindungi data secara online. Jika Anda tidak lagi menggunakan akun media sosial, ada baiknya menghapus informasi dan menonaktifkan akun tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News