Apa Guna Inframerah di Ponsel?
Sensor inframerah kini hadir dengan fungsi lain pada ponsel cerdas masa kini.
Jakarta: Generasi muda atau dikenal sebagai generasi Z mungkin belum sempat mencicipi fungsi sensor inframerah pada ponsel sebagai alat transfer file seperti lagu atau foto antar perangkat. Pada tahun 2001 hingga 2007, sejumlah produsen ponsel berlomba menghadirkan perangkat dengan dukungan teknologi ini.

Untuk mengirimkan foto atau lagu, pengguna perlu meletakan ponsel dengan sensor berhadapan satu sama lain selama proses transfer berlangsung, dengan posisi yang tepat dan tidak terhalang oleh benda solid. Sebab, jarak terlalu jauh, posisi tidak tepat dan terhalang benda solid dapat membatalkan proses pengiriman.



Untuk mengirim file, umumnya pengguna perangkat harus memilih file yang diinginkan dan menekan tombol pilihan dan memilih opsi mengirim via sensor. Kemudian, sensor saling didekatkan sehingga perangkat dapat memulai proses transfer file ke perangkat penerima.

Untuk fungsi ini, sejumlah produsen lebih memilih untuk membenamkan fitur Blueetooth pada perangkatnya. Sebab teknologi Bluetooth yang kini telah mencapai generasi kelima ini dinilai lebih stabil jika dibandingkan dengan sensor inframerah.

Selain itu, berbeda dengan sensor inframerah, teknologi Bluetooth tidak mengharuskan ponsel terletak dengan jarak sangat dekat. Meskipun demikian, sensor inframerah tidak serta menghilang dari ponsel cerdas modern yang saat ini dipasarkan.



Sejumlah produsen kini menyematkan sensor inframerah ini dengan fungsi berbeda, yaitu sebagai alat pendukung aplikasi remote yang umumnya menjadi aplikasi bawaan di sejumlah smartphone.

Untuk memanfaatkannya, pengguna perlu mengakses aplikasi dan mengarahkan sensor inframerah di ponsel ke perangkat seperti AC, TV, dan lainnya.

Kemudian, pengguna hanya perlu mengikuti langkah panduan yang ditampilkan pada layar aplikasi, dan memastikan perangkat yang dimaksud menjalankan perintah yang diberikan oleh aplikasi. Sebelumnya, pengguna perlu menentukan tipe dan merek perangkat yang dimaksud terlebih dahulu.

Setelahnya, pengguna dapat menyimpan pengaturan remote kendali di ponsel. Tidak hanya satu, umumnya aplikasi remote juga memungkinkan pengguna menyimpan sejumlah pengaturan remote untuk lebih dari satu perangkat, seperti pengaturan untuk TV di ruang tamu, di kamar tidur, dan lainnya.

Pada ponsel cerdas modern, sejumlah produsen smartphone juga memanfaatkan sensor inframerah sebagai alat pendukung fitur keamanan smartphone. Umumnya, produsen smartphone memanfaatkan teknologi ini untuk mendeteksi wajah pada fitur keamanan guna membuka kunci layar ponsel.



Untuk memanfaatkan kemampuan teknologi ini, pengguna perlu mendaftarkan wajah melalui pengaturan keamanan masing-masing ponsel dan menghadapkan wajah ke kamera depan, sehingga sensor dapat mendeteksi dan merekam sejumlah titik di wajah.

Kemudian, pengguna dapat menghadapkan wajah ke depan kamera depan setiap kali akan membuka kunci layar ponsel. Sensor inframerah digunakan dalam mendukung fitur keamanan sebab dinilai memiliki kemampuan untuk mendeteksi wajah dalam kondisi pencahayaan redup.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.