Ilustrasi: Kaspersky
Ilustrasi: Kaspersky

Tips & Trik

5 Cara Periksa HP Android Agar Aman

Teknologi teknologi tips dan trik teknologi cyber security kaspersky
Lufthi Anggraeni • 17 Agustus 2020 09:50
Jakarta: Bagi banyak orang, sirkulasi kehidupan berada pada ponsel cerdas mereka. Seorang pria yang sangat inovatif bahkan menikahi "teman digitalnya".
 
Bahkan jika hidup Anda dijalani secara seimbang dengan cara berbeda, nyatanya HP Android Anda berisi sejumlah besar data pribadi dan hal-hal berharga - dari foto ke permainan, dari kontak ke musik, dan sebagainya.
 
Menurut Kaspersky, ada lima pilar pemeriksaan keamanan regular yang dapat diterapkan untuk ponsel cerdas Android Anda secara rutin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


1. Periksa Aplikasi

Mulailah dengan daftar aplikasi yang diinstal. Telusuri dengan cermat dan segera menghapus apa pun aplikasi yang tidak Anda gunakan.
 
Anda secara tidak langsung akan mendapatkan berbagai manfaat. Pertama, yang jelas: mengosongkan ruang pada ponsel cerdas Anda dan meningkatkan kinerja (memori tidak bekerja secara optimal pada kapasitas yang penuh).
 
Kedua, Anda akan meningkatkan masa pakai baterai jika beberapa aplikasi yang tidak terpakai dihapus.
 
Ketiga, Anda tidak akan menjadi target potensial bagi mata-mata dan pencuri, jika terdapat aplikasi yang berpotensi berbahaya di ponsel Anda.
 
Bahkan program yang sah sekalipun dapat menjadi sumber infeksi jika diretas, atau jika pengembangnya tanpa sadar menggunakan komponen berbahaya dalam kode aplikasi. Semakin sedikit aplikasi berarti semakin kecil peluang terjadinya insiden keamanan.
 

2. Periksa Izin Aplikasi

Sekarang Anda hanya memiliki aplikasi yang benar-benar digunakan, mari kita kembali ke daftar, namun kali ini dengan perspektif mengenai permission atau “izin”.
 
Sebagai aturan utama, jangan membagikan hak yang tidak perlu saat memasang aplikasi baru. Semakin banyak izin yang dimiliki aplikasi, semakin banyak hal yang dapat dilakukan pada perangkat Anda - khususnya, semakin banyak data pribadi yang dapat dikumpulkan.
 
Jadi, hanya berikan izin setiap aplikasi seminimal mungkin untuk pengoperasian dan keramahan pengguna. Berikan perhatian khusus pada izin yang terkait dengan aplikasi admin perangkat (device admin apps) dan aksesibilitas - berikan izin hanya jika Anda mempercayai aplikasi tersebut 100 persen.
 
Sekali lagi, jangan pernah takut untuk mencabut izin. Jika Anda mencabut izin dan aplikasi berhenti berfungsi dengan baik atau beberapa fitur hilang, Anda selalu dapat menerbitkannya kembali. Anda dapat membaca posting kami untuk detail mengenai izin di Android dan apa yang dapat mereka lakukan.
 

3. Periksa Update

Pembaruan penting karena dapat memperbaiki kerentanan, yang berarti mampu melindungi Anda dari serangan. Aplikasi dari Google Play umumnya diperbarui secara otomatis, namun untuk memastikan, Anda dapat mengunjungi secara langsung dan mengunduh versi terbaru.
 
Jika Anda mengunduh sesuatu yang bukan dari toko resmi (yang selalu kami anjurkan untuk menentangnya), Anda akan bertanggung jawab untuk melacak pembaruan secara manual.
 
Pembaruan untuk sistem Android adalah hal berbeda. Dengan memeriksa pembaruan secara manual, Anda bisa mendapatkannya sebelum ponsel cerdas menginstalnya selama pembaruan otomatis berikutnya. Itu berarti perlindungan dini terhadap bahaya potensial.
 

4.Pemindaian Dengan Perangkat Lunak Antivirus

Google Play memiliki antivirusnya sendiri yaitu Google Play Protect, yang memeriksa aplikasi yang akan diunggah ke toko resmi. Dengan kata lain, jika Anda mengunduh aplikasi dari toko resmi, kemungkinan besar aplikasi itu aman.
 
Walaupun segala kemungkinan dapat muncul dari waktu ke waktu (pertimbangkan kisah CamScanner). Namun, setidaknya di Google Play, aplikasi berbahaya dapat dideteksi dan kemudian dihapus.
 
Berbeda cerita jika Anda menginstal aplikasi dari toko lain atau mengunduhnya ke ponsel cerdas secara manual sebagai file APK, tidak ada jaminan bahwa aplikasi tersebut aman. Oleh karena itu, kami menyarankan Anda untuk memindai konten ponsel cerdas secara berkala dengan utilitas antivirus seluler.
 
Dengan solusi keamanan gratis, pemindaian biasanya harus dijalankan secara manual. Ini paling baik dilakukan setelah menginstal setiap aplikasi baru, atau setelah pembaruan. Jika khawatir melewatkannya, pilihlah solusi yang secara otomatis memindai perangkat sesuai dengan jadwal yang Anda tetapkan. Fitur ini tersedia, misalnya, dalam versi berbayar Kaspersky Security Cloud for Android.

5. Periksa Kebocoran Data

Perangkat Android kemungkinan besar menyimpan banyak informasi pribadi, dari foto hingga aplikasi jejaring sosial dengan seluruh percakapan yang Anda miliki. Dan, sayangnya, kebocoran data menjadi lebih umum.
 
Jika, misalnya kata sandi atau nomor kartu bank Anda jatuh ke tangan pelaku kejahatan siber, Anda mungkin dibiarkan tanpa akun hingga menjadi korban penipuan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui tentang berbagai kemungkinan tentang kebocoran.
 
Informasi tentang kebocoran kini sudah banyak tersedia. Dalam banyak kasus, perusahaan memberi tahu pelanggan mereka; dan Anda juga bisa mendapatkan informasi di situs berita.
 
Namun, sebagian besar kasus kebocoran adalah tentang perusahaan dan layanan yang tidak Anda ketahui atau gunakan.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif