Namun ada kekhawatiran orang tua bahwa teknologi bisa dapat mendistraksi anak-anak dari kewajibannya untuk belajar. Sebuah studi menemukan bahwa 65 persen orang tua terjebak dalam konflik dengan anak saat hendak menegosiasikan penggunaan perangkat teknologi di rumah.
Menurut Samsung, ada lima tips untuk membuat anak menyenangi kegiatan belajar dengan memanfaatkan tablet:
1. Bangun Atmosfer Membaca di Rumah Sejak Dini
Dr. Seuss, penulis buku anak-anak terkenal mengatakan: “The more that you read, the more things you will know. The more that you learn, the more places you'll go." Membaca adalah kunci untuk belajar dan mencapai banyak hal.
Bangunlah atmosfer membaca di rumah, bahkan sejak dini. Di masa balita, Anda bisa membacakan mereka cerita dalam berbagai kesempatan, misalnya sebelum mereka tidur. Saat anak sudah bisa membaca, minta mereka membacakan buku dengan suara yang keras. Juga, ciptakanlah waktu-waktu membaca bersama keluarga di rumah.
2. Buat Suasana Belajar yang Sesuai Gaya Belajar Anak
Anak-anak mempunyai gaya belajar yang berbeda-beda. Ada anak yang memiliki gaya belajar auditory, di mana mereka belajar atau mengingat dengan mendengarkan berbagai bunyi.
Sementara pembelajar visual akan belajar dan memahami sesuatu dengan melihat gambarnya. Ada juga anak pembelajar kinestetik, di mana mereka akan belajar dari aktivitas menyentuh, melakukan sesuatu, memindahkan, membangun, atau menggambar sesuatu.
3. Ciptakan Aktivitas Belajar dengan Game-based Learning
Game-based learning adalah metode belajar dengan menggunakan permainan, untuk membuat kegiatan belajar menjadi lebih menarik dan efektif. Bermain akan meningkatkan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan meningkatkan mood mereka untuk belajar.
Aktivitas belajar tidak lagi dipandang sebagai kegiatan yang membosankan. Game-based learning bisa dilakukan dengan bantuan tablet. Samsung menyebut salah satu tablet mereka, Galaxy Tab A8 dirancang untuk memberikan pengalaman penggunaan yang lebih menyenangkan bagi anak-anak.
Samsung Galaxy Tab A8 tersedia dalam dua pilihan: varian Wi-Fi warna Gray pada harga Rp2.999.000, atau varian LTE pada harga Rp4.499.000 dengan warna Gray, Silver dan Pink Gold.
4. Belajar dengan Hands-on Experience
Belajar dengan hands-on experience adalah bentuk pembelajaran di mana anak belajar sambil melakukan sesuatu yang terkait dengan materi pembelajaran, seperti menyelesaikan masalah untuk soal matematika, melakukan eksperimen sains, membuat sirkuit lampu sederhana, membuat ulang artefak arkeologi, atau menulis puisi untuk pelajaran bahasa Indonesia.
Dengan model ini, belajar menjadi kegiatan yang menyenangkan sebab mereka bisa menikmati pengalaman merasakan langsung, melihat langsung, atau melakukan langsung apa yang dipelajari. Belajar menjadi tak ubahnya sebuah petualangan yang seru.
5. Beri Penghargaan Sekecil Apapun Pencapaiannya
Ketika anak mencapai sebuah pencapaian tertentu, sekecil apapun, sangat penting memberikan reward, baik berupa ucapan selamat, pujian tulus, maupun hadiah. Misalnya, ketika anak berhasil menyelesaikan sebuah project sains, mencapai nilai tertentu dalam matematika, dan sebagainya.
Anak selalu membutuhkan dorongan positif untuk memotivasi mereka menjadi suka belajar dan menantang diri mereka sendiri untuk melakukan yang lebih baik, bukan? Oleh sebab itu siapkanlah reward bagi mereka. Salah satu yang sederhana adalah memberikan screen time tambahan untuk bermain game atau menonton YouTube dari channel favorit mereka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News