Review Smartphone

ASUS ZenFone Live L1, Ponsel Rp1 Juta yang Bisa Diandalkan

Cahyandaru Kuncorojati 04 Juni 2018 08:37 WIB
asusreview gadget
ASUS ZenFone Live L1, Ponsel Rp1 Juta yang Bisa Diandalkan
ASUS ZenFone Live L1.
Jakarta: Sebagian dari Anda mungkin merasakan bahwa ASUS beberapa tahun belakangan lebih sering menyajikan smartphone mengejar segmen premium seperti yang dimainkan oleh Samsung, LG, dna beberapa merek lainnya.

Justru tahun ini ASUS tidak lupa daratan, caranya dengan merilis smartphone yang harga dan kualitasnya cukup bersaing bahkan menyenggol smartphone buatan Xiaomi.

Beberapa waktu lalu, ASUS merilis smartphone entry level terbaru mereka, ASUS ZenFone Live L1. Ini adalah penerus smartphone dengan seri yang sama diluncurkan tahun lalu. ASUS ZenFone Live L1 dibanderol dengan harga Rp1.399.000.


 

Desain

Sebagai smartphone entry level, ASUS ZenFone Live L1 menawarkan desain bodi yang biasa saja tapi masih mengikuti tren desain saat ini. Pertama, layarnya yang hadir dengan ukuran 5,5 inci sudah mengusung desain aspek rasio 18:9 sambil menawarkan resolusi HD+ (1440x720) di panel IPS.

Meskipun begitu, sisa ruang di bagian bawah layar masih cukup tebal. Sementara tombol kapasitif di pindah ke atas layar atau menyatu dengan UI, bisa muncul saat jari menyentuhkan layar atau dikunci agar selalu tampil di layar. Ruang tersebut harusnya bisa digunakan untuk membuat layar lebih panjang lagi.



Desain tepiannya membulat sehingga sangat nyaman di genggaman. Di sisi kanannya terdapat tombol pangaturan volume yang disusul tombol daya persis di bawahnya. Untuk sisi kiri terdapat slot kartu SIM dan microSD. 

Hadir dengan desain unibodi, ASUS ZenFone Live L1 sebetulnya memiliki bodi cukup tebal yaitu 8,15mm tapi bobot yang ringan, 140 gram saja. Pada bagian belakangnya, ASUS ZenFone Live L1 memang terlihat kurang menarik. 



Desain lensa kamera belakangnya yang sedikit menonjol dari permukaannya membuat kami menyarankan agar Anda menggunakan casing tambahan atau jelly case yang hadir dalam paket penjualan agar tidak tergores.

 

Software dan Antarmuka

Meskipun digolongkan sebagai smartphone entry-level tapi ASUS sudah membenamkan Android 8.0 Oreo dengan masih sedikit terasa tampilan antarmuka ala ZenUI milik ASUS. Di situs resmi ASUS disebutkan bahwa Android 8.0 tersebut adalah versi ringan atau Android Oreo Go Edition yang bisa berjalan di smartphone entry level atau dengan kapasitas RAM dan memori yang kecil.

ASUS ZenFone Live L1 tidak lagi seperti smartphone ASUS terdahulu, yang hadir dengan banyak bloatware. Kali ini hanya sedikit aplikasi bawaan saja dan sebagian bisa dihapus.



Di dalamnya kami menemukan ada beberapa aplikasi bawaan yang merupakan fitur ASUS dan dijumpai pada smartphone ASUS terbaru lainnya yang dirilis tahun ini, seperti Power Master di dalam aplikasi Mobile Manager yang berisi kustomisasi untuk membuat baterai smartphone lebih hemat.

Namun, yang paling menarik bagi kami adalah game mode atau yang disebut sebagai Game Genie pada smartphone ASUS terbaru. Fitur ini akan hadir saat ASUS ZenFone Live L1 digunakan bermain game.

Game Genie berisi beberapa fitur seperti mengunci aplikasi game sebagai aplikasi utama dan meniadakan notifikasi komunikasi telepon atau media sosial yang akan mengganggu permainan.



Selain itu fitur ini juga bisa meningkatkan kinerja saat game terasa berat. Ada juga fitur untuk merekam aksi permainan Anda dengan terhubung langsung ke media sosial untuk melakukan live streaming. Kami tidak menyangka apabila smartphone ini masih diciptakan ASUS untuk bermain game. Bagaimana performanya?

 

Performa dan Baterai

ASUS ZenFone Live L1 bermodalkan prosesor Qualcomm Snapdragon 425, yang memang sering dipasangkan pada smartphone entry level saat ini. Kapaitas RAM dan memori internalnya sendiri hadir dalam dua variasi yakni 1GB/16GB dan 2GB/32GB. Versi yang Medcom.id uji adalah varian RAM 2GB dengan memori internal 16GB.

Kami melakukan beberapa pengujian menggunakan aplikasi benchmark, sayangnya ASUS ZenFone Live L1 dianggap tidak kompatibel dengan pengujian performa di jenis 3DMark Slingshot Extreme. Sebagai gantinya kami menggunakan pengujian Slingshot Unlimited dengan skor 289 dan Slingshot biasa mencatatkan skor 67.



Kedua skor yang terbilang rendah tersebut menunjukkan bahwa performa grafisnya kurang mendukung untuk aplikasi seperti game yang dengan tampilan konfigurasi grafis tinggi. Kami mencobanya untuk memainkan game Mobile Legends di kualitas grafis masih tinggi masih lancar karena memang game ini tidak "rakus".

Berbeda saat kami memang game PUBG Mobile. Pada tahap awal game tersebut langsung memberikan pemberitahuan bahwa konfigurasi grafis optimal untuk game ini adalah pada tingkat rendah atau low.

Kami sempat mencoba menaikkan satu tingkat lebih tinggi kualitas grafisnya. Game masih terbilang lancar tapi kualitas grafis lebih baik tetap tidak bisa dihadirkan. Sisi positifnya, saya masih bisa memainkan game PUBG Mobile yang sedang ramai saat ini meskipun kualitas grafisnya rendah.

Beralih ke pengujian PCMark Work 2.0 yang ASUS ZenFone Live L1 diuji kemampuannya untuk menjalan beberapa jenis aplikasi yang menguras performanya. Skor yang dihasilkan dari uji PCMark Work 2.0 tercatat skor yang terbilang tinggi untuk smartphone yang menggunakan prosesor sekelas Qualcomm Smapdragon 425.

Pengalaman kami, ASUS ZenFone Live L1 mampu membuka beberapa aplikasi sekaligus tanpa mengalami stop responding. Perpindahan antar aplikasi memang terasa cukup berat.



Hal ini mungkin diakibatkan oleh kapasitas RAM yang hanya 2GB, sementara kapasitas tersebut tidak sepenuhnya kosong saat Anda tidak menjalan aplikasi lain yang tampil di layar. Untuk kapasitas baterainya sebesar 3.000 mAh tercatat mampu bertahan hingga hampir sembilan jam lewat simulasi pengujian.

 

Kamera

ASUS ZenFone Live dibekali kamera depan dan belakang yang umum dijumpai pada smartphone di rentang harga Rp1 juta, yakni kamera depan 5MP aperture f.2,4 dengan dukungan Softlight LED flash dan kamera belakang 13MP aperture f.2,0 didukung PDAF serta LED flash.

Kamera depannya, berdasarkan pengalaman menggunakannya di kondisi idengan pencahayaan yang terang, cukup mampu menghasilkan kualitas foto yang baik. Kondisi ini tidak tercapai ketika mengabadikan foto di dalam ruangan. Hasil foto akan tidak akan tajam bahkan terlihat berbayang.







Kamera depannya masih menyediakan beberapa mode dukungan dari ASUS PixelMaster seperti Night HDR untuk membantu pengambilan foto di kondisi malam hari, dan Portrait untuk menyajikan selfie disertai efek bokeh, serta tidak ketinggalan mode Beauty.

Beralih ke kamera belakangnya, kondisinya tidak jauh berbeda tapi masih lebih baik. Pada kondisi outdoor maupun indoor, hasil fotonya akan masih memuaskan. Dalam kondisi minim pencahayaan, kualitasnya akan menurun serta agak sulit dalam mengambil fokus secara otomatis.





Meskpun begitu mode dukungan PixelMaster tetap tersedia seperti mode Night HDR dan Portrait, Beauty, Panorama, TimeLapse, bahkan masih tersedia mode Pro. Untuk kemampuan pengambilan video, ASUS ZenFone Live L1 mendukung perekaman video resolusi 1080p FHD di frame rate 30fps.


Kesimpulan
ASUS ZenFone Live L1 sebagai smartphone di kelas entry level yang banderolnya Rp1 juta, tidak boleh diharapkan untuk bisa setara dengan produk dengan harga mulai Rp2 juta.

Kualitas serta performa yang ditawarkan sebetulnya tidak terlalu buruk. Misalnya untuk kemampuan gaming atau menjalankan game mobile yang sebetulnya tidak fokus ke kualitas grafis, ASUS ZenFone Live L1 masih mampu memainkan game PUBG dengan lancar.

Fitur Game Genie juga masih bisa dimanfaatkan Anda untuk merekam aksi permainan, atau mengunggah video bermain game layaknya vlogger populer saat ini.

Performa dan baterainya pun boleh dibilang tidak buruk, bahkan jauh lebih baik ketimbang smartphone entry level dua tahun lalu. Performa baterainya pun terbilang sangat baik karena ASUS ZenFone Live L1 mampu bertahan hampir sembilan jam.

 
  ASUS ZenFone Live L1
Prosesor Qualcomm Snapdragon 425
RAM 2GB
OS Android 8.0 Oreo
Memori internal 16GB
Kamera 13MP (belakang), 5MP (depan)
Baterai 3.000 mAh
Layar 5,5 inci, 1440 x 720 piksel
Harga Rp1.399.000
 
 
7.8
ASUS ZenFone Live L1
Plus
  • Layar lega
  • Tidak mengusung slot SIM model hybrid
  • Mode Game Genie masih tersedia
  • Performa lumayan dan bisa memainkan game populer
  • Baterai hemat
Minus
  • Desain kurang menarik, terlihat murah
  • Belum ada fingerprint
  • Kualitas kamera depan masih bisa ditingkatkan




(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.