Diciptakan untuk mengalahkan pesaingnya, NVIDIA GTX 980 Ti, Fury X sudah menyematkan teknologi HBM (High Bandwidth Memory). Teknologi ini memungkinkan kartu grafis lepas dari ketergantungan besarnya memori VGA. Seperti yang kita tahu, kebanyakan konsumen melihat besarnya memori ketimbang spesifikasi VGA secara lengkap. Jika satu VGA memiliki memori yang cukup besar, konsumen mulai berpikir untuk membelinya.
Penggunaan teknologi HBM membuat ukuran AMD Raeon Fury X lebih kecil, bahkan dibanding kartu grafis NVIDIA Maxwell. Teknologi HBM memungkinkan PCB yang digunakan lebih ringkas hingga 94 persen.

Pada dasarnya, kartu grafik terdiri-dari prosesor grafis - GPU - yang dikelilingi oleh memori. Biasanya, memori tersebut diletakkan di sekitar prosesor. Karena semakin banyak orang yang ingin memori grafis yang besar, maka memori yang diletakkan di sekitar GPU juga semakin banyak, sehingga ukuran kartu grafis juga menjadi semakin besar.


Sementara itu, dengan teknologi HBM, memori yang biasanya diletakkan di sekitar prosesor, ditumpuk menjadi satu dan diletakkan di samping prosesor. Tumpukan memori ini terhubung secara langsung dengan GPU/CPU melalui interposer sehingga jalur untuk mengirimkan data lebih singkat jika dibandingkan dengan jalur data pada GDDR5. AMD juga menemukan cara baru agar tumpukan memori tersebut dapat terhubung ke interposer melalui beberapa titik dan tidak hanya satu titik I/O.

Selain itu, konsumsi daya jadi lebih efisien, yang didukung oleh penggunaan radiator mini. Radiator ini akan menyesuaikan kecepatan kipasnya, dan menjaga suhu kartu grafis tak lebih dari 50 derajat.
Teknologi HBM juga memungkinkan sebuah memori VGA tak menjadi tolok ukur utama. AMD Fury X memiliki memori sebesar 4 GB, tetapi ketika dideteksi dengan GPU-Z atau game yang kami gunakan, kartu grafis ini mempunyai memori sebesar 8 GB.
HBM bisa dibilang menjadi wadah tambahan untuk memori ketika performa yang diperlukan melebihi kebutuhan. AMD Fury X juga telah mendukung teknologi FreeSync. Teknologi eksklusif AMD ini memungkinkan visual yang lebih cepat dan lebih nyaman saat bermain game. Menembus batas refresh rate 60 Hz, kartu grafis ini sanggup menghasilkan visual hingga 144 Hz tanpa ada stuttering, tentunya juga didukung monitor dengan teknologi yang sama.

Bagaimana Kami Menguji
Berhubung ia tergolong VGA high-end, kami pun mengujinya dengan aplikasi 3DMark dalam dua kategori, FireStrike dan FireStrike Extreme. Skor yang diraih Fury X bisa Anda lihat selengkapnya di bawah ini.

Untuk membuktikan kemampuannya secara nyata, kami juga mengujinya dengan memainkan beberapa game, seperti The Witcher 3: Wild Hunt dan Grand Theft Auto V. Tidak tanggung-tanggung, kami mengatur tampilan visual pada pengaturan maksimal, termasuk penggunaan resolusi 2K (2560 x 1440).
Untuk The Witcher 3: Wild Hunt, kami menggunakan setting Ultra tanpa ada fitur yang dimatikan (kecuali VSync). Pilihan NVIDIA Hairworks juga kami aktifkan seutuhnya. Alhasil, The Witcher 3: Wild Hunt dapat berjalan pada kecepatan rata-rata 54 fps.



Grand Theft Auto V merupakan salah satu game dengan performa grafis maksimal untuk PC. Melalui AMD Fury X, kami mencoba pengaturan maksimum, yaitu penggunaan resolusi 2K, mematikan fitur VSync, MSAA 8x, FXAA hidup, serta pengaturan menyeluruh pada pilihan Ultra.
Memang masih cukup berat, GTA V dapat dimainkan pada kecepatan 37 fps pada resolusi 1080p (MSAA aktif). Namun, Anda sendiri mengetahui bahwa visual sebuah game sudah mulus saat berada di atas 30 fps.



Selain itu, kami juga mencoba memainkan beberapa game dengan aliran yang berbeda dan memiliki efek visual yang cukup lengkap. Anda bisa melihat semua pengujiannya melalui grafik yang kami sajikan. Untuk informasi tambahan, kami menggunakan monitor FreeSync dari ASUS MG279Q berukuran 27 inci. Harus diakui, AMD Fury X memang menyajikan pengalaman gaming terbaik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News