Gigabyte X870E Aorus Pro X3D Ice
Gigabyte X870E Aorus Pro X3D Ice

Review Motherboard

Gigabyte X870E Aorus Pro X3D Ice, Serba All-White Buas

Mohamad Mamduh • 30 Maret 2026 17:44
Ringkasnya gini..
  • Gigabyte memadukan PCB putih matte ini dengan heatsink VRM beraksen alumunium dan perak.
  • Gigabyte layak mendapat pujian untuk fitur EZ-Latch.
  • Gigabyte X870E Aorus Pro X3D Ice adalah motherboard yang berhasil menyeimbangkan estetika premium dengan performa kelas atas.
Jakarta: Dalam dunia perakitan PC, komponen berwarna putih sering kali harganya lebih tinggi. Padahal spesifikasinya sama, hanya karena catnya berbeda. Namun, Gigabyte X870E Aorus Pro X3D Ice mencoba mematahkan stigma tersebut. Motherboard ini hadir membawa konektivitas masa depan platform AM5. Dengan banderol harga di kisaran Rp7.600.000, apakah motherboard ini layak menjadi fondasi PC impian?
 
Hal pertama yang menarik perhatian adalah totalitas Gigabyte dalam menerapkan tema Ice. Berbeda dengan kompetitor yang sering kali hanya mengecat heatsink menjadi perak sementara PCB tetap hitam, X870E Aorus Pro X3D Ice menggunakan PCB yang dilapisi solder mask putih secara menyeluruh.
 
Gigabyte X870E Aorus Pro X3D Ice, Serba All-White Buas

Secara teknis, memproduksi PCB putih lebih sulit karena tingkat reflektifitas cahaya yang tinggi dapat mengganggu sensor inspeksi otomatis di pabrik, yang sering kali meningkatkan biaya Produksi.
 
Gigabyte memadukan PCB putih matte ini dengan heatsink VRM beraksen alumunium dan perak. Hasilnya adalah tampilan yang sangat bersih dan netral, memungkinkan pantulan cahaya RGB dari komponen lain berpendar lebih lembut di permukaan board.
 
Sebagai motherboard chipset X870E, konektivitas sangat penting. Gigabyte tidak menahan diri di sini. Terdapat dua port USB4 di panel belakang yang mendukung kecepatan transfer hingga 40Gbps. Ini memungkinkan penggunaan SSD eksternal ultra-cepat atau bahkan daisy-chaining monitor resolusi tinggi.
 
Gigabyte X870E Aorus Pro X3D Ice, Serba All-White Buas
 
Untuk jaringan, board ini dilengkapi dengan modul Wi-Fi 7 dari Qualcomm (QCNCM865). Jika memiliki router yang kompatibel, dukungan Multi-Link Operation (MLO) pada Wi-Fi 7 memungkinkan koneksi simultan ke pita frekuensi berbeda untuk latensi yang sangat rendah—fitur krusial bagi gamer nirkabel. Gigabyte juga menyertakan fitur WIFI EZ-Plug. Antena tidak lagi perlu diputar-putar seperti sekrup, melainkan cukup dicolok (snap-on) dengan mudah.
 
Fitur unik yang jarang ditemukan di board lain adalah Sensor Panel Link. Ini adalah port HDMI internal yang terletak di dekat header power 24-pin. Fitur ini dirancang khusus bagi mereka yang ingin memasang layar LCD kecil di dalam casing untuk memantau suhu atau memutar GIF, tanpa perlu repot menarik kabel HDMI dari kartu grafis di belakang casing kembali ke dalam.
 
Gigabyte X870E Aorus Pro X3D Ice, Serba All-White Buas
 
Di balik warnanya yang keren, motherboard ini dirancang untuk kerja berat. Sistem pengiriman dayanya menggunakan konfigurasi 16+2+2 Twin Digital VRM dengan 80A Smart Power Stages. Heatsink VRM Thermal Armor Advanced yang menggunakan teknologi Direct-Touch Heatpipe 6mm berhasil menjaga suhu operasional tetap rendah. Ini memberikan ruang headroom yang luas bagi para overclocker atau pengguna yang menginginkan stabilitas jangka panjang.
 
Selain itu, label X3D pada nama Produk merujuk pada fitur X3D Turbo Mode di BIOS. Meskipun dipasarkan sebagai fitur AI, pada dasarnya ini adalah Profil tuning agresif yang dapat mematikan salah satu CCD atau Hyperthreading untuk memaksimalkan kinerja single-thread dan cache pada game tertentu. Fitur ini bisa memberikan peningkatan FPS gratis, meski pengguna harus siap melakukan reboot saat ingin beralih antara mode kerja (multi-core penuh) dan mode gaming ekstrem.
 
Gigabyte X870E Aorus Pro X3D Ice, Serba All-White Buas
 
X870E Aorus Pro X3D Ice memiliki empat slot M.2. Slot utama (M2A_CPU) berjalan pada PCIe 5.0 x4 tanpa mengganggu komponen lain. Namun, hati-hati dengan slot M.2 kedua dan ketiga (M2B_CPU & M2C_CPU). Jika memasang SSD di salah satu slot ini, kecepatan slot kartu grafis utama akan turun dari x16 menjadi x8.
 
Gigabyte layak mendapat pujian untuk fitur EZ-Latch. Melepaskan kartu grafis besar kini sangat mudah berkat tombol fisik di sisi kanan board yang membuka kunci slot PCIe. Demikian juga dengan pemasangan SSD M.2 yang kini 100% tool-less; tidak ada lagi baut kecil yang jatuh dan hilang.
 
Gigabyte X870E Aorus Pro X3D Ice, Serba All-White Buas
 
Meskipun penurunan ke x8 pada PCIe 4.0/5.0 tidak memberikan dampak besar pada performa GPU gaming saat ini (seperti RTX 4090), ini bisa menjadi masalah bagi pengguna workstation yang membutuhkan bandwidth penuh atau persiapan untuk GPU masa depan. Jika kita hanya menggunakan dua SSD, gunakan slot paling atas (M2A) dan slot paling bawah (M2D_SB) yang terhubung ke chipset, sehingga jalur GPU tetap utuh x16.
 
Di sektor audio, Gigabyte menggunakan codec Realtek ALC1220-VB. Meskipun ini bukan chip terbaru, ALC1220 menggunakan antarmuka native yang jauh lebih stabil dibandingkan ALC4080 (berbasis USB) yang sering ditemukan pada board kompetitor. Penggunaan chip Realtek 5GbE (RTL8126) memberikan kecepatan luar biasa (5 Gigabit).
 
Testbed Medcom.id
Prosesor AMD Ryzen 7 8700G
VGA AMD Radeon RX 6800
Cooler Gigabyte Aorus Waterforce II 360
RAM Apacer Panther DDR5 RGB 32GB (2 x 16GB)
Storage Apacer AS2280Q4
PSU MSI MAG A850GL PCIE5
Monitor Asus ROG Swift OLED PG27AQDM
Mouse Logitech MX Master 3
Keyboard Logitech MX Keys

Bagaimana Performanya?
X870E Aorus Pro X3D Ice kami uji menggunakan komponen yang ada di daftar testbed Medcom.id. Di sini prosesor AMD Ryzen 5 8600G dan motherboard tidak kami operasikan dalam mode overclocking alias default untuk melihat performa bawaannya.
 
Medcom.id kemudian melakukan benchmark dengan sejumlah software dan hasil performa dengan komponen testbed yang kami gunakan menunjukan skor yang cukup memuaskan. Kali ini, kami mencoba menggunakan kategori pengujian terbaru, seperti 3DMark Steel Nomad dan Cinebench 2026.
 
Gigabyte X870E Aorus Pro X3D Ice, Serba All-White Buas
 
Gigabyte X870E Aorus Pro X3D Ice, Serba All-White Buas
 
Gigabyte X870E Aorus Pro X3D Ice, Serba All-White Buas
 
Setelah benchmark, kami juga mencoba untuk melakukan simulasi lewat benchmark in-game yaitu memainkan Assassin’s Creed Mirage grafis tertinggi dan Cyberpunk 2077 grafis Ray Tracing Low di resolusi 2560 x 1440. Lalu ada juga game kelas berat soal grafis seperti Black Myth: Wukong dan Monster Hunter Wilds.
 
Catatan kami menyebutkan bahwa motherboard X870E Aorus Pro X3D Ice dengan setup komponen testbed Medcom.id mampu menyajikan performa yang mumpuni.
 
Gigabyte X870E Aorus Pro X3D Ice, Serba All-White Buas
 
Gigabyte X870E Aorus Pro X3D Ice, Serba All-White Buas
 
Gigabyte X870E Aorus Pro X3D Ice, Serba All-White Buas
 

Kesimpulan
X870E Aorus Pro X3D Ice adalah motherboard yang berhasil menyeimbangkan estetika premium dengan performa kelas atas. Ia menawarkan fitur masa depan (USB4, Wi-Fi 7, 5GbE) yang menjamin relevansinya untuk 4-5 tahun ke depan.
 
Jika kamu sedang membangun PC bertema putih dan bisa hidup dengan konfigurasi penyimpanan yang bijak (maksimal 2-3 SSD agar jalur GPU aman), motherboard ini adalah pilihan terbaik di kelas harganya, mengalahkan kompetitor yang masih menggunakan LAN 2.5GbE atau audio USB yang bermasalah.
 
 
9.4
X870E Aorus Pro X3D Ice
Plus
  • Desain keren
  • Konektivitas masa depan
  • Audio ALC1220 yang stabil dan berkualitas
  • Fitur rakitan ramah pengguna (EZ-Latch, Sensor Panel Link)
Minus
  • Penggunaan 4 slot M.2 sekaligus akan memangkas jalur GPU

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA