ASUS Padfone Mini: Perangkat Unik yang Gabungkan Ponsel & Tablet

Riandanu Madi Utomo • 15 Desember 2014 16:00
medcom.id: ASUS pernah menggagas perangkat multifungsi melalui seri produk Transformer.  Mereka kembali membuat inovasi serupa di seri Padfone Mini, perangkat hibrida yang dapat berfungsi sebagai smartphone sekaligus tablet. Padfone Mini memang unik. Ia dapat diubah menjadi tablet dengan cara memasangnya pada docking station yang telah tersedia di paket penjualannya.
 

Desain

Sesuai namanya, Padfone Mini memiliki ukuran yang kecil dengan layar 4-inci. Bodinya juga cukup tebal, namun tidak terlalu berat. Secara umum, desain bodinya sangat mirip dengan ZenFone 4. Satu-satunya pembeda ZenFone 4 dengan Padfone Mini hanyalah docking port. Padfone 4 dibalut dnegan bodi plastik dan bezel berwarna hitam. ASUS menyediakan lima tipe warna, yaitu charcoal black, pearl white, cherry red, sky blue, dan solar yellow.
 
Kiri: ASUS Zenphone 4, Kanan: ASUS Padfone Mini
 
Desain bodI Padfone Mini cukup ergonomis dan mudah untuk digenggam. Ia tak licin dan ukurannya yang kecil membuatnya dapat diselipkan ke dalam saku dengan mudah. Meskipun terbuat dari plastik, namun bodinya cukup kokoh. Satu hal yang disayangkan adalah bentuk belakang bodinya yang cembung, sehingga terkesan lebih "gemuk" dari smartphone lainnya, apalagi jika dipasang di docking station-nya.

Padfone mini menempatkan audio jack di bagian atas, mini USB di bagian kiri, serta tombol volume dan power di bagian kanan. Sayangnya, penempatan tombol power yang di atas volume membuatnya agak sedikit canggung ketika dioperasikan dengan satu tangan. Tidak hanya itu, penempatan port mini USB di bagian kiri bodi juga sedikit mengganggu, terutama saat melakukan charging.
 
Saat penutup bagian belakangnya dibuka, Anda dapat melihat dua slot kartu micro SIM di bagian sisi kanannya, sebuah slot untuk microSD yang berada di sebelah kamera, dan sebuah baterai bekapasitas 1.200mAh yang dapat dilepas. Sementara speaker terletak di sebelah kanan kamera, sejajar dengan slot microSD.
 
ASUS Padfone Mini: Perangkat Unik yang Gabungkan Ponsel & Tablet

Software dan Antarmuka

Secara default, ASUS Padfone ditenagai dengan sistem operasi Android 4.3 Jelly Bean, namun ASUS telah menyediakan pembaruan ke Android 4.4 KitKat. Sayangnya, hingga artikel ini ditulis, ASUS masih belum menyediakan pembaruan ke Android Lolipop.
 
Tampil sama persis dengan Zenphone 4, Padfone Mini juga menggunakan ZenUI sebagai sistem antarmukanya, sehingga tampilannya sedikit berbeda dengan Android murni yang sering kita temukan di jajaran smartphone Nexus. Sejauh ini, kami sangat menyukai ZenUI. Tampilannya solid dan akses ke berbagai aplikasinya lebih mudah ketimbang antarmuka lainnya. 
 
ASUS Padfone Mini: Perangkat Unik yang Gabungkan Ponsel & Tablet
 
ZenUI juga memiliki fitur personalisasi tampilan yang sangat baik, penggunanya dapat mengatur tampilan hingga mengatur penempatan aplikasi sesuai yang mereka inginkan. Hal tersebut sangat cocok jika Anda yang gemar mengutak-atik tampilan smartphone Anda. 
 
Padfone Mini juga memiliki sebuah fitur Dynamic Display, yang dapat secara otomatis mengatur tampilan layar ketika Anda memasang perangkat di docking station-nya yang memiliki resolusi layar yang lebih besar.


Kamera dan Video

Padfone Mini dilengkapi dengan kamera uatama 8MP, dan kamera depan 2MP. Hal tersebut sangat wajar mengingat harga yang diusung oleh perangkat ini ada di kisaran 3,2 juta Rupiah. Kualitas jepretannya pun tidak mengecewakan. Padfone Mini juga mampu merekam video dengan kualitas full HD (1.980x1.080). Kelebihan lainnya, terdapat berbagai shoot mode untuk foto dan video-nya, mulai dari HDR, panorama, low light, hingga beautification serta mampu membuat animasi GIF langsung dari kamera tersebut.
 
ASUS Padfone Mini: Perangkat Unik yang Gabungkan Ponsel & Tablet
 
Kamera Padfone Mini juga dilengkapi dengan fitur pilihan rentang ISO, rentang exposure, image stabilizer, dan anti-flicker. Satu hal yang disayangkan dari kamera yang dimiliki Padfone Mini adalah tidak adanya lampu flash.
 
Hasil jepretan kamera ASUS Padfone Mini

Baterai dan Performa

ASUS Padfone Mini ditenagai dengan chipset Intel Atom Z2560 berkecepatan 1.6GHz, RAM sebesar 1GB, dan penyimpanan data sebesar 8GB. Melihat spesifikasi yang diusungnya, Padfone Mini seharusnya memiliki performa yang cukup tinggi, namun benarkah demikian?
 
Selama pengujian, kami memang cukup terkesan dengan kemampuan yang ditwarkan oleh ASUS Padfone Mini. Selain mampu menangani proses multitasking dengan baik, Ia mampu memperoleh skor yang cukup baik dalam pengujian 3D rendering menggunakan 3D Mark, sebuah hal yang jarang terlihat di smartphone-tablet seharga 3,2 jutaan. 
 
Kami pun sempat menguji Padfone Mini dengan game kelas menengah, yaitu Sea Battle: Warship, sebuah game 3D tentang perang laut. Kami memainkan game tersebut dengan Padfone Mini plus docking station-nya, namun sekitar 15 menit kami bermain, Padfone Mini mulai terasa panas (docking-nya tidak terasa panas). Meskipun demikian, kami masih tidak mengalami gangguan lag sedikitpun saat bermain. Padfone mini pun mampu bertahan sekitar 2 jam ketika kami gunakan untuk bermain game tersebut. Perlu diingat bahwa kami bermain game dengan menggunakan docking station-nya, sehingga baterai menjadi lebih awet karena docking station memiliki baterai terpisah.
 
ASUS juga menyisipkan fitur Smart Saving dan Reading Mode pada Padfone Mini. Smart Saving memungkinkan pengguna Padfone mini untuk mengatur konsumsi daya, sehingga penggunaannya aka lebih optimal. Sementara Rading Mode berguna ketika pengguna hanya ingin membaca dan tidak membuka aplikasi berat yang mengkonsumsi banyak daya, sehingga baterai akan lebih awet.
 
ASUS Padfone Mini: Perangkat Unik yang Gabungkan Ponsel & Tablet
ASUS Padfone Mini: Perangkat Unik yang Gabungkan Ponsel & Tablet
ASUS Padfone Mini: Perangkat Unik yang Gabungkan Ponsel & Tablet
ASUS Padfone Mini: Perangkat Unik yang Gabungkan Ponsel & Tablet
 
Kekurangan terbesar Padfone Mini adalah kapasitas baterainya yang hanya sebesar 1.200mAh. Kapasitas tersebut sangatlah kecil untuk ukuran sebuah smartphone. Namun, ASUS menawarkan alternatif lain, yakni docking station yang dapat berfungsi sebagai power bank berkapasitas 2.100mAh. Masalah muncul ketika Anda hanya menggunakannya sebagai smartphone, lalu meninggalkan docking station di rumah saat bepergian. Jika hanya digunakan sebagai ponsel, baterai Padfone Mini akan cepat terkuras.
 
Selain itu, Padfone Mini juga punya masalah dengan kompatibilitas. Kami sempat mencoba mengisi baterai Padfone Mini yang sedang terhubung dengan docking station-nya menggunakan charger produk lain, dan kami mendapatkan notifikasi bahwa tegangan yang terhubung dengan Padfone Mini kami kurang besar. Hal tersebut juga terjadi saat kami menghubungkan Padfone Mini dengan powerbank standar yang kami miliki. Hal tersebut tentu akan mengganggu aktivitas karena Anda dibatasi dalam hal mengisi baterai, sedangkan baterai Padfone Mini sendiri hanya memiliki baterai berkapasitas 1.200mAh.
 
Kekurangan ini bisa kita maklumi karena mungkin ASUS hendak membuat charger eksklusif untuk produknya.
 
ASUS Padfone Mini: Perangkat Unik yang Gabungkan Ponsel & Tablet

Kesimpulan

Selama dua minggu kami mencoba ASUS Padfone Mini ini, dan kami tidak mendapatkan masalah ketika menggunakannya, kecuali daya tahan baterai. Hal tersebut patut diperhitungkan jika Anda adalah tipe orang yang sering jauh dari sumber listrik. Bentuknya yang gemuk ketika dipasang di docking-station-nya juga membuatnya sedikit tidak nyaman ketika digunakan.
 
ASUS Padfone Mini: Perangkat Unik yang Gabungkan Ponsel & Tablet
 
Jika dilihat dari fitur dan harga yang diusungnya, Padfone Mini termasuk perangkat yang masuk dalam kategori wajar. Artinya, harga yang ditawarkan sepadan dengan fitur yang diusungnya. Harga Rp3,2 juta memang bukan harga yang murah untuk sebuah smartphone berlayar 4-inci, dengan spesifikasi standar, namun harga tersebut adalah harga Padfone Mini lengkap dengan docking station-nya. Artinya, dengan harga tersebut Anda telah memiliki sebuah smartphone yang dapat "menjelma" menjadi tablet.
 
Jika Anda adalah orang yang mementingkan kecepatan koneksi, Padfone Mini bukan merupakan perangkat yang tepat karena ia belum mendukung jaringan 4G LTE. Untuk itu, sebaiknya Anda menunggu atau beralih ke perangkat lain jika ingin segera menikmati jaringan 4G LTE yang memang masih langka di Indonesia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA