Sejak tahun 2012, ASUS memperkenalkan seri produk yang mereka sebut Padfone, perangkat hibrida yang memungkinkan sebuah ponsel menjadi otak tablet. Tujuannya, menawarkan dua perangkat sekaligus kepada konsumen dengan harga yang relatif terjangkau.
Pada mulanya, banyak yang skeptis ASUS akan sukses. Meskipun demikian, mereka tetap melanjutkan proyek itu dengan memperkenalkan Padfone S pada tahun 2015. Langkah ini sedikit banyak mengingatkan kita pada Samsung yang dicibir banyak orang ketika memperkenalkan seri Galaxy Note pada tahun 2011 karena dianggap aneh, kebesaran, dan seterusnya. Lihatlah sekarang, Galaxy Note mengubah wajah seluruh industri karena ponsel berukuran lebar alias phablet, yang tadinya dianggap jelek, ternyata kini jadi standar baru dan bahkan ditiru Apple.
Siapa yang bisa menjamin fenomena itu tak akan terulang pada seri Padfone? Omong-omong, sembari menunggu waktu, baiklah kita bahas tentang Padfone S terlebih dahulu.
Desain
Sejak edisi perdana, saya sudah menyukai desain ponsel Padfone, demikian juga dengan Padfone S. Selera tentu saja bisa berbeda-beda. Secara fisik, tidak ada perbedaan besar antara Padfone 2 dan Padfone S. Namun, bodi Padfone S setebal 10mm, sedikit lebih besar dibanding Padfone 2 yang hanya 8,9mm.Bodi belakang ponsel ini terbuat dari plastik, sementara bingkainya terbuat dari metal. ASUS menempatkan kamera belakang dengan posisi condong ke kiri atas, flash di tengah atas dan speaker tepat di bawah kamera. Adapun tombol power dan volume terdapat di bagian kanan.
Saat penutup bagian belakang dibuka, Anda akan melihat baterai non-removable berkapasitas 2.300mAh, slot kartu SIM dan microSD. Dengan sudut-sudut melengkung, ponsel berukuran 5 inci ini masih enak digenggam atau dikantongi di saku celana.
Software & Antarmuka
ASUS Padfone S menjalankan sistem operasi Android 4.4.2 yang dibalut antarmuka ZenUI. Sejauh ini, belum ada pengumuman apakah ASUS akan merilis pembaruan sistem operasi ke Android 5.0 Lollipop. Untuk penggemar atau pengguna seri ponsel ASUS, tampilan ZenUI bukan hal baru lagi, sehingga mereka tak akan perlu penyesuaian ketika mengoperasikan Padfone S.Tampilan ZenUI cukup bagus, baik ketika Anda menjalankan Padfone S sebagai ponsel maupun tablet dengan menyambungkannya ke dalam dock. Dengan resolusi Full HD (1920x1080p), 441ppi, layar Padfone S mampu menampilkan gambar dan video dengan jernih.
Seperti seri ZenFone, Padfone S juga sudah terintegrasi dengan sejumlah layanan spesial ASUS. Salah satunya adalah WebStorage, layanan penyimpanan berbasis awan yang cocok digunakan jika Anda “hidup” di ekosistem ASUS.
Docking Station
Seperti seri Padfone sebelumnya, Padfone S bisa dicolok ke docking station untuk mengubahnya menjadi tablet. Tablet berukuran 8,9 inci tersebut ditawarkan ASUS secara terpisah dan opsional. Artinya, Anda dapat membelinya sepaket atau sendiri-sendiri.Saat Padfone S dimasukkan ke docking station, perangkat akan bergetar dan dalam kurang lebih 3 detik, Anda sudah bisa mengoperasikannya sebagai tablet. Yang cukup disayangkan, tablet ini masih terlalu tebal dan berat: 11,6 mm dan 514 gram. Jika dikombinasikan dengan Padfone S, bobot docking station menjadi 664 gram.
Faktor bobot dan ketebalan ini sangat penting jika Anda kerap menggunakan tablet untuk membaca, menonton video atau bermain game. Sebab, kedua kegiatan itulah yang biasanya lebih asyik dilakukan di perangkat dengan layar berukuran besar.
Upaya ASUS untuk membuat proses peralihan dari ponsel ke tablet berlangsung secara mulus patut diacungi jempol. Sebagian besar aplikasi sudah dapat berjalan baik pada mode tablet, termasuk ketika ada panggilan telepon, Anda dapat menerimanya dengan mengaktifkan speaker. Resolusi layar di tablet juga sudah mereka sesuaikan agar sebanding dengan ponselnya.
Kelebihan docking station Padfone S dibanding tablet lain adalah, dua speaker di bagian depannya. Pada pembaruan perangkat selanjutnya, akan sangat baik jika ASUS mampu menerapkan filosofi “lebih tipis dan lebih ringan” ke seri Padfone agar kita bisa menggunakannya dengan lebih nyaman.
Kamera & Video
ASUS Padfone S menyediakan kamera belakang 13MP dan kamera depan 2MP. Hasil pemotretan dengan kamera belakang cukup baik, namun kamera depan agak mengecewakan. Di tengah tren selfie yang mendunia, keputusan ASUS untuk menyematkan kamera depan 2MP harus dikritik.
Fitur kamera Padfone S sudah cukup lengkap; mereka menyediakan beragam filter, seperti Lomo, Sepia dan sebagainya. Selain itu, Anda juga memilih modus malam, animasi GIF, HDR, dan Pengindahan. Jika sedang memotret objek bergerak, Anda bisa mengaktifkan fitur turbo yang memungkinkan Anda memotret 100 frame secara berurutan.
Dalam pengaturan otomatis, hasil kamera belakang ASUS Padfone S sering terasa kurang bagus, terutama dalam menampilkan warna yang tampak terlalu tinggi dibanding aslinya. Efek ini terasa, terutama ketika kita memotret di dalam ruangan. Di foto di bawah ini, terlihat warna wajah model berbeda jauh dengan aslinya.

Dari sisi video, ASUS Padfone S bisa Anda pakai untuk merekam gambar beresolusi hingga 4K. Namun, jika ingin mengaktifkan Stabilisasi Video, kualitas akan otomatis turun ke 720p. Untuk merekam video 4K, sebaiknya Anda menggunakan memori eksternal karena ukuran file-nya relatif besar. Sebagai gambaran, video berdurasi 01:21 memakan ruang penyimpanan 0,94GB.
Performa & Baterai
Selama pengujian, saya lebih banyak menggunakan Padfone S sebagai ponsel ketimbang tablet. Saya mengubahnya sebagai tablet hanya ketika membaca artikel, bermain game atau menonton YouTube.Sebagai informasi, Padfone S ditenagai prosesor Qualcomm Snapdragon 801 model MSM 8974AB berkecepatan 2,3 Ghz quad-core, GPU Adreno 330 dan RAM 2GB. Jika dilihat lebih detail, model Snapdragon 801 yang tertanam di Padfone S bukanlah dari kasta tertinggi, seperti di Sony Xperia Z3, melainkan kelas menengah.
Meski demikian, Snapdragon 801 MSM8974AB masih lebih baik dibanding Snapdragon 800 yang digunakan Padfone 2. Dari segi pengguna, perbedaan paling terasa adalah kecepatan transfer data meningkat dari maksimal 200MB/s menjadi 400MB/s. Hal ini tentu berguna karena Padfone S juga dilengkapi microSD hingga 64GB.
Kecepatan Snapdragon 801 juga lebih baik dibanding Snapdragon 800. Artinya, performa perangkat saat bermain game akan lebih baik daripada sebelumnya. Demikian juga dengan kinerja kamera, tanpa harus mengorbankan daya tahan baterai.
Berbicara mengenai baterai, daya baterai Padfone S hanya 2.300mAh, turun dibanding 2.400mAh pada Padfone 2. Sementara, baterai pada docking station masih sama, 5.000mAh.
Selama pengujian, saya harus mengisi ulang baterai ponsel Padfone S dua kali sehari. Jika diukur dengan PCMark, daya tahannya hanya 5 jam 39 menit, termasuk rendah dibanding ponsel kelas atas lainnya. Bagaimana dengan performanya? Anda bisa melihat chart di bawah ini.
.png)
.png)
.png)
Untuk menguji performa Padfone S, saya menggunakannya untuk bermain Asphalt 8, Modern Combat 4, dan Six Guns. Semua game berat itu bisa dimainkan dengan lancar. Namun, satu catatan penting, keputusan untuk menggunakan Modern Combat 4 karena Padfone S tak kompatibel dengan Modern Combat 5. Sampai tulisan ini dimuat, ASUS belum memberikan keterangan mengenai permasalahan ini.
Selain itu, catatan yang tak kalah penting adalah bug pada firmware terbaru Padfone S, tepatnya seri WW_PadFone-11.10.7, yang justru menghilangkan opsi jaringan 4G LTE dari menu. Padahal, 4G LTE merupakan salah satu fitur yang disorot ASUS secara khusus di kotak Padfone S.
Opsi untuk mengakses jaringan LTE tak tersedia jika tak menggunakan aplikasi pihak ketiga. Opsi menurunkan versi firmware terasa rumit bagi pengguna awam
Memang, masalah ini bisa diatasi dengan aplikasi pihak ketiga semacam QuickShortcutMaker atau men-downgrade firmware ke seri sebelumnya, tetapi hal itu tentu tak bisa dijadikan ASUS sebagai dalih. Mereka seharusnya segera merilis pembaruan firmware.
Kesimpulan
Untuk orang yang lebih sering menggunakan ponsel, tetapi masih membutuhkan tablet sesekali, ASUS Padfone S adalah pilihan tepat. Anda tak perlu membuang uang banyak untuk membeli dua perangkat sekaligus, sementara penggunaannya tidak berimbang.Kalaupun dibeli sebagai ponsel saja, Padfone S adalah salah satu alternatif terbaik di pasar saat ini. Harga dan kualitasnya jauh melampaui para pesaingnya. Kalau ragu, Anda tanya saja ke toko terdekat, berapa harga ponsel pintar yang sudah menggunakan Snapdragon 801? Sebagai perbandingan, Padfone S hanya dibanderol Rp2.999.000.
Dengan kelebihan itu, ASUS semestinya tak membiarkan pengguna Padfone S berlama-lama menunggu pembaruan ke Lollipop dan membenahi masalah jaringan 4G LTE.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News